KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 169


__ADS_3

Semua orang tidak bisa berkata-kata melihat aksi sang perwira polisi.


Bukan hanya mereka yang ada di tempat kejadian namun. Para netizen yang menonton acara itu melalui streaming juga merasakan hal yang sama.


Memang pesona Indi tak bisa mampu membuat siapa saja langsung jatuh hati saat melihatnya. Tak heran jika banyak fansnya mayoritas adalah kaum pria.


Yuan tampak senang saat mengetahui video yang ia rekam diam-diam menjadi trending nomor satu dan viral di media sosial.


"Seperti rencana kita, semuanya berjalan sesuai rencana," bisik Yuan


Bridav tampak menganggukkan kepalanya saat melihat video yang disodorkan oleh Yuan dari ponselnya.


"Dengan video ini kita bisa membungkam para artis yang meragukan kemampuan akting Indira," imbuh Yuan


Saat kedua pria itu sedang membahas tentang video yang viral Indira pun menghampiri mereka.


Ia memastikan apakah Bridav sudah menemukan kekasihnya atau belum.


Ia bahkan menawarkan diri untuk mencari kekasih pria itu jika Bridav belum menemukannya juga.


"Jangan khawatir aku adalah orang yang pandai menyamar, aku pastikan tak ada seorangpun yang akan mengenali ku saat menyamar, jadi tunjukan padaku foto kekasihmu itu," ucap Indira


Yuan melirik kearah Bridav yang tampak kebingungan.


Pria itu terus menggerutu dalam batin kenapa Indira tak sadar juga jika kekasih yang dimaksudnya adalah dia.

__ADS_1


"Dasar gak peka," gerutunya


"Sabar," jawab Yuan mengusap punggung sepupunya itu


Bridav kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan photo seorang wanita kepadanya, "Itu foto kekasihku," tukas Bridav lirih


Indi tampak tersipu melihat foto itu.


Syahrial begitu bahagia setelah mendapatkan tanda tangan dari Indira Idolanya..


Ia langsung memerintahkan bawahannya untuk membawa makanan dan minuman untuk ketiga tamunya itu.


Beberapa orang polisi langsung keluar membawa baki yang berisikan makanan.


Seketika Indira langsung dikerumuni oleh beberapa polisi pengawas penjara yang membawa makanan dan minuman.


Yuan Shao yang ada di samping menggoda sepupunya Bridav, Ia mengatakan kalau jika sepupunya itu tidak pantas untuk protagonis wanita. Dengan kesal Bridav memukul Yuan sejenak.


Yuan tampak mengaduh kesakitan, dan menggerutu setelahnya.


Bridav menyuruh Yuan untuk memanggil Indi agar kembali syuting, karena sebentar lagi distributor akan keluar dari penjara.


"Haish, bilang saja kalau kamu cemburu!" hardik Yuan


Dengan malas Yuan beranjak dari duduknya dan memanggil Indira

__ADS_1


Tapi tidak ada hasil, Indi mengatakan sepertinya tadi dia melihat seekor tikus, secara otomatis ia akan kembali untuk syuting. Kemudian beberapa puluh mobil berhenti di kedua sisi penjara. Syahrial dengan panik mengatakan pada Indira kalau penjahat akan keluar.


Indi kemudian menyakinkan sang perwira polisi itu untuk tidak takut. Ia berjanji akan membantunya menangkap sang penjahat bersama kedua rekannya.


"Jangan khawatir, justru kami datang ke sini memang untuk membantu mu menangkap penjahat itu," ujar Indira


"Benarkah, kalau begitu terimakasih banyak Indi,"


"Sama-sama komandan," jawab Indi kemudian memberikan hormat kepadanya


Saat mobil berhenti semua anak buah Syahrial langsung berkumpul dan mengerumuni mobil tersebut.


Sementara itu Indi hanya mengawasi dari jauh.


Salah satu di kerumunan anak buah itu ada kapten tim lawan di perlombaan sebelumnya yang menyuruh protagonis wanita untuk bersembunyi.


Sang kapten tersenyum saat melihat Indira.


Ia kemudian melangkah menghampiri wanita itu.


"Halo Indi, lama tak bertemu apa kabar mu hari ini?" sapanya dengan ramah


Indi yang sudah menunggunya langsung menyambut uluran tangan pria itu dengan pukulan keras yang membuatnya langsung terhempas ke lantai.


*Bruuughhh!

__ADS_1


__ADS_2