KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 75


__ADS_3

Wakil Sutradara seketika melongo saat mendengar jika Indi ingin makan lebih dahulu.


Bagaimana mungkin ada seorang yang lebih memikirkan makanan di saat genting seperti ini?


Assisten sutradara hanya mengelus dada mendengar ucapan Indi tersebut.


Gadis itu kembali bertanya perihal lauk untuk nasi kotak malam kali ini.


"Kalau boleh tahu apa lauk nasi kotak malam ini?" tanya Indi lagi


Assisten Sutradara menjawab, "Daging sapi, ayam, daging kambing dan juga sup,"


Indi merasa sudah kembali ke negerinya, jadi untuk apa ia harus minum sup lagi.


Wakil Sutradara sedikit bingung mendengar ucapan Indi, namun ia membalas jika sup baik untuk kesehatan.


"Apa aku boleh mengubah menu sarapan besok?" tanya Indi


Kali ini Ricky benar-benar tak habis pikir dengan pertanyaan Indi, bagaimana mungkin ia masih protes terhadap menu makan malam yang sudah dipesan oleh Crew. Padahal mereka sudah memesan banyak menu daging sesuai permintaannya.


"Tidak bisa, karena menu makanan sudah disiapkan oleh perusahaan catering. Pihak crew team juga tak tahu menahu perihal menu makanan, kalau kau ingin request menu sebaiknya dua kamu menyampaikan dua hari sebelumnya," sahut Assistant sutradara


"Tapi menu makan malamnya terlalu banyak daging dan kurang berserat, aku takut para pemain akan terkena hipertensi karena kebanyakan makan daging!" celetuk Indi membuat Ricky terpaksa menahan tawanya


Memang tak bisa dipungkiri jika ucapan Indi ada benarnya juga. Menu makan malam kali ini di dominasi oleh daging tanpa ada sayur sebagai penyeimbang menu makan malam tersebut.


"Ah bodo amat, kenapa aku harus bingung masalah menu makanan. Bukankah ini tugas crew bagian konsumsi!"


Para pekerja, tim crew kembali mengingatkan Asisten sutradara untuk mencari dua orang yang hilang yaitu Arkan dan juga pemeran utama pria dalam drama tersebut.


"Astaga aku hampir lupa," ucap lelaki itu kelupaan


"Gara-gara membahas makanan membuat ku lupa tujuan utamaku," imbuh Ricky


Ia kemudian segera memanggil beberapa orang yang bersedia untuk menjadi sukarelawan guna mencari kedua pemuda yang hilang tersebut.


Beberapa orang pria kemudian mengajukan diri sebagai volunteer dan bersiap pergi ke hutan guna mencari Arkan dan juga Rein. Setelah semuanya siap Ricky memastikan kembali apa ada yang melihat keduanya terakhir kali sebelum mereka dinyatakan menghilang.


"Tadi sore aku melihat keduanya berjalan menuju ke hutan kecil yang tak jauh dari tempat kita berkemah. Atau tepatnya di kaki bukit," ucap Indi menjawab pertanyaan Ricky


"Apa kau yakin itu mereka?" tanya Ricky memastikan


"Tentu saja aku yakin, lagipula aku masih ingat betul bagaimana wajah mereka," jawab Indira dengan lantang

__ADS_1


"Kalau kau tidak keberatan aku bisa ikut mencari mereka," imbuh Indi


Ricky dengan tegas menolak permintaan Indi, ia pikir seorang wanita hanya akan merepotkan jika ikut masuk kedalam hutan.


"Tidak perlu, lagipula kami tidak boleh membawa seorang wanita ke dalam hutan, pamali. Aku takut ada hal-hal lain terjadi padamu," tolak Ricky secara halus


Lelaki itu kemudian membawa berapa orang menuju yang kecil di kaki gunung.


Meskipun Ricky sudah melarangnya ikut, diam-diam gadis itu mengikuti mereka. Ia sengaja mencari jalan. berbeda agar mereka tak mencurigainya.


Sesampainya di hutan Ricky dan yang lainnya berteriak memanggil nama Rein dan Arkan berharap kedua pemuda itu mendengar suaranya.


Namun sampai separuh perjalanan tak ada tanda-tanda kehidupan di hutan itu.


Tiba-tiba Ricky menendang seseorang yang ia kira adalah mayat bab*.


"Sial, bukannya menemukan Rein atau Arkan aku malah menemukan seekor Bab*!"


Tentu saja semua orang langsung tertawa saat mendengar celotehan Ricky.


Seketika suasana kembali hening dan assisten sutradara meminta semuanya untuk kembali melanjutkan pencarian.


"Dasar bodoh, bagaimana mungkin ia menyebut manusia sebagai bab*!"


Saat semua orang pergi meninggalkan Rein dan Arkan, Indi segera menghampiri keduanya. Ia kemudian melepaskan baju atasan mereka untuk menggantung keduanya diatas pohon.


Setelah selesai menggantungnya, ia kemudian berteriak seolah anggota tim yang berhasil menemukan kedua pemuda yang hilang.


"Aku menemukannya, aku menemukannya!" jerit Indi dari atas pohon


Mendengar suara jeritan anggota timnya membuat Ricky langsung memberikan aba-aba untuk segera mencari sumber suara dan berkumpul di sana.


"Wah itu memang benar mereka!" seru salah seorang tim yang pertama kali melihat sosok Arkan dan Rein tergantung di pohon dengan bertelanjang dada.


Ricky segera menghampiri mereka dan begitu terkejut saat melihat kedua artisnya tergantung diatas pohon.


"Siapa yang tega melakukan semua ini kepada mereka. Untung saja mereka tidak dimangsa oleh binatang buas," gerutu Ricky


Lelaki itu kemudian mengecek denyut nadi kedua pemuda itu.


"Mereka masih bernafas,"


Ricky kemudian menepuk-nepuk pipi keduanya mencoba menyadarkan mereka. Namun mereka belum sadarkan diri juga meskipun ia sudah memberikan bau-bauan yang menyengat kepada mereka.

__ADS_1


"Ah sial, mereka benar-benar seperti orang mati!"


Ricky kemudian menyuruh seseorang untuk memanjat pohon tersebut guna melepaskan ikatan Arkan dan Rein.


Sementara itu indi segera berlari meninggalkan hutan saat semua orang sibuk mengurus Arkan dan Rein .


Setelah berhasil menurunkan keduanya, Ricky segera menelpon sutradara untuk meminta bantuan. Ia mengatakan jika dirinya tak bisa mengevakuasi dua orang sekaligus hanya dengan beberapa orang.


Terlebih mereka tidak membawa tandu sebagai alat evakuasi.


Saat mendengar suara Ricky menelpon Arnold untuk meminta bantuan Indi kembali menawarkan diri untuk membantu mereka mengevakuasi Arkan dan Rein.


Arnold mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Indira, "Bagaimana mungkin wanita lemah seperti dirimu bisa mengangkat dua orang pria dewasa dengan berat badan dua kali lipat dari berat badanmu?" ujar Arnold meremehkannya


"Jangan khawatir meskipun aku terlihat lemah tapi aku ini mahir dalam menangani kasus seperti ini," jawab Indi


"Maksudnya??" tanya Arnold


"Meskipun aku bukan anggota tim penyelamat, tapi aku sudah biasa mengobati dan mengevakuasi prajurit ku yang terluka dari medan perang," jawab Indira.


Arnold terkekeh mendengar jawaban Indira. Ia merasa jika Indi merupakan sosok wanita dengan imajinasi luar biasa.


Meskipun ia tidak mempercayai ucapannya namun lelaki itu kemudian mengijinkan gadis itu ikut membantu bersama tim medis yang sudah dipersiapkan olehnya.


Setibanya di hutan, Indi segera menghampiri keduanya. Ia memerintahkan semua orang menjauh darinya saat ia sedang melakukan pertolongan pertama pada kedua pemuda itu.


Dengan sekali jentikan jarinya kedua pemuda itu langsung siuman.


Ricky berdecak kagum saat melihat Indi berhasil menyadarkan keduanya hanya dengan satu kali totokan.


Ia tak habis pikir darimana gadis itu belajar ilmu totok.


Setelah siuman Keduanya terlihat mengeratkan giginya.


Arkan kemudian menceritakan kronologi bagaimana ia bisa tak sadarkan diri di tengah hutan.


"Entahlah, aku hanya menghapal dialog di sini, tapi tiba-tiba seseorang memukul ku dari belakang hingga aku merasa begitu pusing lalu pingsan," ungkap Arkan


Setelah mendengar penuturan Arkan dan juga Rein Sutradara meminta mereka untuk segera kembali ke perkemahan dan melarang semua orang untuk mendekati hutan untuk mencegah tindak kejahatan.


Pagi harinya syuting pertama pun di mulai.


Adegan pertama adalah tokoh Jenderal yang diperankan oleh Arkan dan kekasihnya yang diperankan oleh Susan dikejar-kejar oleh pihak keluarga musuh yang ingin membunuhnya. Mereka kemudian lari ke hutan dan bertemu dengan Indira. Indi menolong mereka dan membawanya ke sebuah Gua.

__ADS_1


Ternyata di dalam gua mereka melihat seekor ular besar. Tentu saja mereka langsung lari terbirit-birit meninggalkan Gua.


__ADS_2