KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 157


__ADS_3

Indi memperhatikan seorang wanita yang tengah berbicara sendiri. Meskipun ia diagnosa sebagai pasien dengan keterbelakangan mental namun dari bahasanya ia seperti orang normal.


Mendengar ucapan pasien yang mengandung makna membuat Indi menyuarakan pendapatnya bahwa pasien wanita itu mungkin tidak gila. Tapi ia bingung kenapa dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa. Seorang perawat kemudian menjawab jika pasien tersebut dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena suatu alasan lain.


Indi semakin penasaran dan terus menanyakan apa yang membuat wanita itu berada di rumah sakit jiwa.


Seorang mengatakan jika Pasien itu sering berbicara sendiri sehingga mereka menganggapnya sebagai gangguan mental dan Ia dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.


Namun Indi kembali mendebatkannya jika yang di bicarakan wanita itu bukan sebuah bahasa alien atau asal bicara. Justru kata-kata yang keluar dari wanita itu seperti sebuah kode.


Felisa membantah perkataan Indira. Ia mengatakan jika wanita itu gila. Karena tidak ada manusia normal yang selalu berbicara sendiri.


"Jika anak kecil yang suka bicara sendiri mungkin hanya imajinasinya atau gejala kecanduan handphone, akan tetapi jika orang dewasa sering berbicara sendiri maka itu bukan imajinasi namun sebuah gangguan mental," tegas Felisia

__ADS_1


Indi kembali bertanya apakah Felisia tidak melihat foto yang ada di dalam diary.


Seketika kelopak mata Felisia menoleh kearah Diary yang tergeletak di atas meja pasien.


Ia segera mengambil diary itu dan membukanya. Arkan seketika panik saat Feli membuka buku diary tersebut.


Raut wajah ketakutan Arkan membuat Feli menaruh curiga padanya.


"Kenapa kau begitu ketakutan, apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Felisia


Felisia seketika menghela nafas dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Aku baru tahu ternyata dia sangat penakut, padahal aku kira dia adalah seorang yang sangat garang dan pemberani. Tapi dugaanku salah, memang benar kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari covernya saja," celoteh Felisia

__ADS_1


Saat membuka lembar demi lembar buku diary itu, akhirnya Felisia menemukan sebuah foto yang mirip dengan pasien wanita itu.


Hanya saja di dalam foto wanita itu masih terlihat cantik. Ia kembali memperhatikan secara seksama wajah wanita di dalam foto dengan wajah pasien wanita.


Meskipun ada beberapa bagian wajah wanita itu yang sudah mengalami perubahan, seperti hidung, bibir, dan mata. Namun Felisia yakin wanita di foto itu adalah pasien tersebut.


Arkan membantah jika wanita dalam foto itu adalah pasien wanita. Ia juga mengatakan mungkin saja foto itu sudah diedit.


"Sekarang cantik itu tidak perlu perawatan atau ke salon, kamu tinggal pakai aja filter kamera jahat, dijamin kamu bakal terlihat sangat cantik tanpa operasi plastik!" celetuk Arkan


Untuk memastikan foto tersebut asli atau editan Indi kemudian mengajak mereka untuk mengeceknya di laboratorium. Karena di sana mereka bisa menggunakan komputer untuk memeriksa keaslian foto tersebut.


Tak lama mereka tiba di ruang laboratorium yang tak jauh dari bangsal perawatan pasien.

__ADS_1


Indira berjalan ke sisi jendela dan membuka tirai dengan tenang, tiba-tiba ia berteriak bahkan melompat ke kipas angin yang ada di atas.


Bridav berusaha menenangkan Indi dan menyuruhnya untuk segera turun dan jangan takut. Namun Indi yang ketakutan menolak turun dan mengatakan dirinya benar-benar ketakutan.


__ADS_2