
Si penjual mengatakan akan menghentikan transaksi.
Indi dan Yuan langsung mengernyitkan alis, mendengar ancaman si penjual.
Yuan yang sudah tak tahan dengan sikap arogan Si Penjual langsung menghampirinya dan melepaskan tinjunya kepada pria itu.
Namun saat ia hendak kembali meninjunya Indi langsung menghalanginya.
"Sabar, tahan dulu," ucap Indira
Si penjual yang kesal karena mereka hanya sibuk dengan transaksi ini dari pagi hingga sekarang mulai berceloteh.
Ia bahkan menyalahkan Indi karena gadis itu dianggap sengaja mengulur waktu hingga membuatnya naik darah.
Apalagi ia sengaja menghilangkan kucing kesayangannya hingga membuat pria itu semakin membencinya hingga mengancam tidak akan menjual kotak pengamannya kepada mereka.
Sang Distributor dan pria botak malah tidak setuju dengan keputusan si Penjual,!.
Karena kesal dengan sikap penjual yang mengatakan akan menghentikan transaksi. Indi kembali menjelaskan semuanya tentang kotak Pengaman itu.
maka ini adalah ujian,," Ucap Rangga
__ADS_1
Kini si pria botak mulai menawarkan kotak pengaman itu kepada sang distributor hingga membuat si penjual merasa kesal dan mengernyitkan alis.
Pria itu kemudian memanggil anak buahnya untuk menyerang Pria botak dan sang distributor. Keduanya tak mau kalah dan memanggil anak buah mereka untuk menghadapi anak buah si Penjual.
Pertarungan sengit tak bisa dihindarkan.
Sementara itu, Indi mengatakan transaksi ini tidak boleh berhenti, kemudian menghajar para anak buah penjual, yang mulai berdatangan.
Ia bahkan mengancam si penjual jika ia tak mau melanjutkan transaksi dengannya.
Yuan mengatakan tidak boleh memaksa melakukan transaksi. Pria itu meminta Indi untuk tidak main kasar dalam menjalankan misi ini.
Ia kemudian mendekati si penjual lagi dan kali ini ia mengatakan ingin membicarakan transaksi itu dengannya secara empat mata.
Yapi si penjual menolak dan menyatakan kalau Indi tidak memiliki barang yang dia inginkan. Tentu saja hal itu membuat Indi semakin kesal hingga kembali melepaskan tinjunya kearah si penjual.
Kali ini si penjual terjungkal ke tanah membuat dang distributor dan pria botak menertawakannya.
Si penjual bangun dan menghampiri Indira. Lelaki itu tampak gugup saat menyebutkan angka nominal kotak pengaman yang dijualnya.
Ia sengaja memasang harga tinggi agar indi tak mampu membayarnya.
__ADS_1
Indi yang sudah tahu jika dirinya sedang dipermainkan oleh si penjual pun memiliki ide brilian agar ia tetap bisa mendapatkan kotak itu darinya.
Kemudian Indi bersiul, kucingnya berlari kembali dan berhenti di bawah kakinya bahkan bermanja-manja seperti meminta protagonis wanita untuk menyentuhnya.
Tentu saja hal itu membuat si penjual terkejut dan merasa iri karena kucing miliknya kini sudah lengket dengan Indira.
Indi kembali memancing emosi si penjual dengan mengatakan kalau sekarang dirinya telah memiliki barang yang dia inginkan dan ia tak menginginkan kotak pengaman lagi.
Ia bahkan menciumi kucing itu membuat si penjual semakin iri dengannya.
Kemudian kucing itu manjat ke pundak Indira sambil mengibas-ibaskan ekornya yang indah.
Si penjual yang merasa cemburu mencoba memanggilnya tapi tidak membuahkan hasil. Kucing itu tak bergeming dari pundak Indira
Tentu saja hal ini membuat si penjual marah dan kesal. Ia pun
Akhirnya menyerah dan memberikan kotaknya pada Indira. Indi tersenyum senang karena berhasil mendapatkan kotak itu darinya.
Si penjual juga dianggap sangat mencintai kucingnya.
.
__ADS_1