KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 184


__ADS_3

Indi tidak peduli dan mengatakan kalau hanya Bridav seorang yang menyukainya juga tidak berguna, yang dia inginkan adalah banyak penggemar yang menyukainya.


Itulah yang membuat Bridav akhirnya tidak lagi melanjutkan pembicaraan ini.


Lelaki itu sengaja mengakhiri obrolannya dengan Indi hingga membuatnya lebih memilih melanjutkan syuting.


Selanjutnya syuting tetap berlangsung dengan sangat lancar. Adegan demi adegan berhasil dijalankan oleh Bridav hingga syuting pun selesai.


Besok adalah syuting adegan mesra antara dirinya dengan Indira. Lelaki itu tampak berpikir keras bagaimana caranya agar ia bisa membuat Indi melupakan tentang penggemar beratnya agr bisa berakting dengan bagus. Namun sampai petang tiba otaknya buntu dan ia tidak mendapatkan solusi apapun.


Sementara itu Yulia dengan senang hati memberitahu Bridav dan Indi kalau hari ini mereka harus istirahat dengan baik, agar besok bisa bersemangat untuk syuting.


Tentu saja ia juga menginginkan jika keduanya bisa berakting maksimal esok hari


Di malam hari, Indira tidur dan bermimpi berkelahi dengan Bridav, ketika hampir menang, dia terbangun dengan suara alarm. Tentu saja itu membuat ia kecewa.


Meskipun gagal mengalahkan pria itu dalam mimpi menurutnya itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untuknya. Itulah kenapa Indi begitu kesal saat ia harus terbangun dan gagal mengalahkannya.

__ADS_1


Meksipun dengan perasaan dongkol Perempuan itu langsung turun ke lantai bawah bersiap untuk lari pagi.


Indi memang selalu rutin melakukan jogging pagi setelah bangun tidur.


Saat sedang lari pagi ia melihat Bridav dan Yuan. Kedua pria itu langsung menyapanya dengan ramah, namun Indi justru langsung mengabaikan mereka berdua. Kedua orang itu terlihat bingung, Yuan Shao bertanya pada apa saudara sepupunya apa Mereka sedang bertengkar.


"Kenapa Indi bersikap acuh seperti itu, apa kalian sedang bertengkar?" tanya Yuan


Bridav pun langsung menggelengkan kepalanya.


Ia kemudian menceritakan tentang kejadian kemarin kepada sepupunya itu, membuat Yuan mengerti kenapa Indi bersikap acuh kepadanya.


Meskipun sudah diberitahu oleh Bridav namun Yuan pun lalu bertanya pada Indi, apa yang menyebabkannya tidak senang kepadanya dan juga sepupunya itu.


"Sebenarnya ada apa sih, kenapa kamu terlihat seperti tidak suka dengan Bridav, apa kalian sedang ada masalah?" tanyanya dengan hati-hati


Indira langsung menggertakkan giginya. Wanita itu mengatakan kalau dirinya dan Bridav memang sedang berkelahi.

__ADS_1


Seketika Bridav langsung mengernyit bingung.


Ia ingin bertanya kapan dan dimana mereka berkelahi. Namun melihat wajah sinis Indira membuatnya tak berani untuk melanjutkan pertanyaan itu kepadanya.


Namun karena rasa penasaran yang tinggi dan begitu mengganjal hatinya, Bridav pun kemudian memberanikan diri menanyakan hal itu kepada Indira.


"Kalau boleh tahu kapan kita berkelahi dan dimana itu?" tanya Bridav dengan sangat hati-hati.


Lelaki itu tak mau membuat Indi kembali marah kepadanya hanya karena ia kepo dengan pernyataan gadis itu.


"Semalam di dalam mimpi," jawab Indira dengan enteng


Tentu saja hal itu sontak membuat kedua pria di hadapannya itu langsung saling berpandangan.


Yuan tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban itu namun berbeda dengannya Bridav tampak menahan tawanya demi menghormati Indira.


Ia tak mau membuat wanita itu mendiaminya lagi hanya karena masalah sepele. Ia bahkan meminta Yuan untuk diam.

__ADS_1


__ADS_2