
"Apa aku bisa menggunakan sinar merah untuk menghidupkan kembali tim musuh??. Aku sangat ingin menghidupkan kembali ketua Tim lawan agar aku bisa membunuhnya sekali lagi," ucap Indi bertanya kepada Panitia
"Maaf tidak bisa, kau hanya bisa menghidupkan kembali anggota tim mu," jawab seorang panita
"Ah sial!" pekik Indi
Tentu saja melihat sikap Indira ini memancing berbagai reaksi dan komentar dari netizen dalam negeri dan luar negeri. Komentar pun meledak membanjiri acara live malam itu.
Kebanyakan netizen menyalahkan Indira, karena tidak bersyukur. Mereka menilai jika sikap Indi terlalu arogan, padahal Bridav begitu tulus membantunya namun ia malah menyalahkannya.
Semua orang mendukung tindakan Bridav dan memujinya karena pemuda itu berusaha melindungi Indira.
Ia berusaha melindungi Indi karena ia tahu jika Indi adalah nyawa dari tim Attack, jika Indi mati maka tim attack dipastikan akan kalah.
Indi tidak mempermasalahkan komentar miring para netizen terhadapnya. Justru ia begitu bangga saat netizen memuji Bridav karena sikap heroiknya menyalatkan dirinya.
Tidak lama panitia penyelenggara memberitahu Indira jika ia tidak bisa menghidupkan kembali anggota tim lawan.
"Baiklah kalau begitu," ucap Indi kecewa
Gadis itu kemudian bersandar di sebuah pohon untuk meredam kekecewaannya.
"Sayang sekali, padahal andai saja aku bisa menghidupkannya kembali pasti lebih seru," ucap gadis itu tersenyum getir
Dari kejauhan tiga orang anggota tim lawan membidikkan senapannya kearah Indi.
"Ini adalah kesempatan bagus untuk menghabiskannya saat ia lengah," ucap salah seorang dari mereka segera menarik pelatuk senapannya
Saat sebuah peluru melesat kearahnya, Indi langsung menghindar dan menembakkan senapannya kearah jendela. Tiga pelurunya melesat tepat mengenai ketiga anggota tim lawan yang mengincarnya.
*Dor, dor, dor!!
Seketika ketiganya langsung tumbang dan mati.
Indi menyeringai saat mengingat dirinya sengaja berpindah ke pohon Pinus yang dekat dengan jendela, agar mudah membaca pergerakan lawan. Ia yakin saat melihatnya bersandar di pohon pinus pihak lawan pasti akan membidiknya karena mengira dirinya lengah. Ia memang sengaja memancing mereka keluar jendela, untuk menghabisi tiga anggota tim lawan yang sudah diincarnya sedari awal.
Kekecewaan Indi sedikit terobati, setelah berhasil mengalahkan tiga anggota tim lawan sekaligus. Ia kemudian menghampiri Bridav dan mengajaknya untuk berpindah lokasi.
Melihat kemampuan bertempur Indi membuat para netizen luar dan dalam negeri ramai-ramai memujinya.
Mereka benar-benar kagum dengan Indi yang memiliki kemampuan menembak dengan jitu.
"Indi benar-benar luar biasa, dia menunjukkan jika dirinya memang layak menjadi ketua tim," ucap seorang netizen di kolom komentar
__ADS_1
"Semangat Indi, kamu pasti bisa membawa Tim Indonesia menjadi juara!"
Melihat permainan semakin tegang membuat pihak penyelenggara berinisiatif untuk memberikan waktu istirahat kepada kedua tim. Mereka berharap kedua tim akan menyuguhkan permainan yang lebih menarik setelah beristirahat.
MC acara kemudian mengumumkan jika pertandingan dihentikan sementara.
"Yeay!!" teriak anggota tim Indi
Mereka seger bangun dan bersorak gembira menyambut waktu istirahat yang diberikan panitia.
Indi memanfaatkan waktu istirahat dengan mengajak timnya yang tersisa bercengkrama.
"Jadi kita hanya bertiga sekarang?" tanya Indi
"Benar, kau hanya perlu menghidupkan kembali mereka untuk membantu mu menyerang benteng pertahanan lawan," jawab Bridav
"Aku tidak mau!" seru Dimitri membuat senyum indi seketika mengembang saat mendengarnya
Pemuda itu dan beberapa anggota tim yang sudah kalah langsung bergabung bersama Indi.
"Ok, aku tidak akan menghidupkan kalian lagi. Aku yakin kalian sudah cukup berjuang membantuku, jadi biarkan aku, Bri dan Mario yang menyelesaikan pertandingan ini. Terimakasih sudah bertahan sampai babak ini," jawab Indi
Berbeda dengan pihak Indi yang menerima jeda waktu lomba, pihak lawan justru tidak mau lomba dihentikan sementara karena mereka masih ingin menembak.
Mereka tak terima dengan keputusan pihak penyelenggara yang menghentikan pertandingan. Apalagi melihat Indi tersenyum bahagia.
Tanpa menghiraukan ucapan sang MC tim lawan langsung membidikkan senapannya kearah Indi yang sedang berbincang dengan anggota timnya.
"Matilah kau jal*ng sialan!" pekik lelaki itu
"Jika kau mati maka kami pasti akan menjadi pemenang," imbuhnya
Melihat seseorang sedang mengincarnya membuat Indi langsung mengambil senapannya.
Ia segera membidik anggota tim lawan dan meluncurkan pelurunya hingga mengenai gigi depan pihak lawan yang sedang melakukan protes kepada pihak penyelenggara.
*Dor!!
"Arrghhh!" pekik lelaki itu begitu kesal saat merasakan giginya begitu ngilu setelah terkena peluru Indi.
"Dasar wanita sialan!" cibirnya
"Bagaimana mungkin dia bisa menembaknya tepat mengenai giginya!" seru salah seorang tim lawan langsung terpukau melihat kemampuan Indi
__ADS_1
"Wah kau benar-benar Keren Indi, Saranghe," ucap Dimitri saat melihat Indi berhasil melumpuhkan tim lawan dengan sekali tembak
Lelaki itu langsung membuat tanda hati dengan tangannya membuat Bridav langsung menendangnya.
Tentu saja semua orang langsung tertawa melihat tingkah Dimitri dan Bridav.
Sementara itu, pihak lawan yang tak terima karena Indi telah mengalahkannya, kemudian melaporkan kepada pihak penyelenggara jika Indi melakukan pelanggaran dengan menembak dirinya saat sedang waktu jeda lomba.
Dikarenakanarena Tim lawan yang lebih dahulu melakukan pelanggaran-pelanggaran maka pihak Panitia menganggap jika Indi hanya melindungi diri.
"Aish, kenapa mereka tiba-tiba membelanya!" ucap tim lawan kesal
Anggota tim lawan yang tak terima kemudian melakukan protes kepada pihak penyelenggara.
Karena dianggap tidak mematuhi peraturan peetandingan maka pihak penyelenggara langsung mendiskualifikasi tim lawan.
Tentu saja dengan demikian Tim Indi secara otomatis menjadi pemenang lomba.
"Yeay!!" semuanya bersorak bahagia saat pihak penyelenggara mengumumkan kemenangan Tim Attack
Namun tidak dengan Tim Defend, mereka benar-benar kesal dan tidak terima karena didiskualifikasi dari pertandingan.
Mereka hendak melakukan protea lagi kepada pihak penyelenggara, namun salah satu dari mereka langsung mencegahnya.
"Tidak perlu, lagipula itu hanya akan membuat nama tim kita semakin jelek dimata pihak penyelenggara,"
Mereka kemudian membubarkan diri dan meninggalkan area pertandingan.
Sementara itu tim Indi langsung merayakan selebrasi kemenangan mereka di sebuah kafe sambil menunggu perlombaan selanjutnya.
"Selamat Indi!" seru Reynold mengangkat gelasnya
Semuanya langsung mengangkat gelas mereka dan melakukan cheers.
"Semangat!" teriak mereka membuat tamu kafe langsung menatap kearah mereka
"Akhirnya kita bisa memenangkan pertandingan juga setelah memalui perjuangan berat, thanks Indi!" seru Dimitri
"Sama-sama, lagipula kemenangan ini adalah kemenangan tim kita jadi jangan berterima kasih padaku," jawab Indi
"Tapi kau memang benar-benar keren Indi, dan aku sangat mengagumi kemampuan menembak mu, kau begitu hebat!" puji Bridav
"Jangan terlalu memuji, justru aku belajar banyak darimu," jawab Indi tersipu malu
__ADS_1
"Eaaa, sepertinya ada pesan dari anonim untuk Indi nih!" celetuk Rico membuat semua orang langsung menatap keduanya
"Benar, sepertinya pesan kepada orang tersayang," timpal Dimitri membuat Mario dan Bridav langsung melotot kearahnya