KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 178


__ADS_3

Indi tersenyum sinis sambil terus mendengarkan sindiran dari ketiga pria itu.


Ia memang sengaja memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengatakan unek-uneknya agar ia tahu bagaimana mereka yang sebenernya.


Ia mulai mengeratkan giginya dan menggerakkan lehernya yang kaku. Indi juga tak lupa melakukan peregangan untuk mempersiapkan fisiknya guna memberi pelajaran kepada mereka bertiga.


"Hampir sembilan puluh persen anak sekarang adalah tipikal anak manja yang hanya bisa menghabisi harta benda orang tuanya saja," ucap sang distributor


"Bener, apalagi ada yang sengaja menggunakan kekuatan keluarganya untuk menindas orang lain, sok jagoan gitu," imbuh Noel


"Bukan itu saja, mereka bahkan ada yang mengaku-ngaku seorang hacker padahal gak tahu apa-apa," sambung sang distributor


Indi sudah tak sabar lagi untuk menghajar satu persatu dari mereka dan membungkam mulutnya.


Ia mulai memukul distributor yang paling bersemangat menyindirnya dari pada Noel dan sang Penjual.


*Buugghh!!


Sang distributor hampir saja terjatuh setelah pukulan keras Indira mendarat di wajahnya.


Noel berjalan mundur saat Indira mulai menatap tajam kearahnya. Ia tahu jika dirinya mungkin akan jadi target selanjutnya.

__ADS_1


*Buugghh!!


Noel jatuh tersungkur, membuat sang penjual terbelalak.


Ia mencoba untuk kabur namun Indi berhasil menariknya dan menghajarnya.


Indi merasa sedikit lega setelah berhasil memukuli ketiga pria itu hingga semuanya kabur ketakutan.


Bahkan kucing si penjual juga telah kabur. Hanya menyisakan Indi dan Yuan yang berdiri tak jauh darinya.


Mengetahui kucing kesayangannya tertinggal sang penjual kembali lagi bersama anak buahnya.


Yuan, sang penjual dan anak buah distributor kini berada di dalam gudang. Si penjual dengan panik menyuruh bawahannya untuk segera menemukan kucingnya, bawahan si penjual langsung segera pergi.


"Bagaimana, apa keadaannya sudah aman?" tanya sang distributor


Noel melihat Indi mulai mendekati sang penjual.


Gadis itu mulai mengajukan penawaran dengan menukar kucing sang penjual dengan kotak pengamannya.


Mereka berdua berdiskusi berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Indi untuk menaklukkan si penjual, bahkan bertaruh dengan para gangster.

__ADS_1


Di dalam gudang pabrik, penjual yang merasa dipermainkan oleh Indira menyerang lebih dulu. Ia memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Indira. Tentu saj hal itu membuat Indi tertegun sejenak.


Ternyata si penjual pernah berlatih seni bela diri, Indi tersenyum tipis sambil memperhatikan gerak-gerik si penjual.


Saat ada kesempatan kemudian penjual langsung dicekik oleh Indira membuat pria itu kesulitan bernapas.


Melihat lawannya sudah tak berdaya, indi kemudian membanting tubuhnya melewati pundak, beberapa detik kemudian si penjual telah tergeletak tak berdaya.


"Bagaimana, apa anda masih belum bisa menyerahkan kotak itu?" tanya Indira


Si Penjual bangun dan kemudian duduk. Ia menggerakkan tangannya menyuruh Indi untuk duduk di sampingnya.


Ia mencoba berdiskusi dengan Indira untuk membahas kucingnya yang menghilang.


Si penjual sengaja berbincang dengan Indi untuk mengulur waktu agar anak buahnya bisa datang menyelamatkannya.


Ia tak mau kehilangan kotak pengamannya serta kucing mahalnya sia-sia.


Matanya terus memandang ke luar berharap anak buahnya segera datang untuk menyelamatkannya dan memberikan hukuman kepada Indira yang dianggap telah menyembunyikan kucing kesayangannya.


Obrolan terus berlanjut tapi sang pedagang belum mendapatkan titik terang keberadaan kucing kesayangannya.

__ADS_1


Ia hampir frustasi saat Indi mengatakan jika kucingnya mungkin saja sudah kembali ke hutan atau di tangkap warga dan di serahkan kepada kepolisian.


Si Penjual pura-pura mendengarkan ucapan Indira sambil mengirim pesan kepada anak buahnya untuk segera datang menolongnya.


__ADS_2