
Yulia kembali dari luar negeri dan tidak tahu jika Bridav dan Indi saling kenal.
Ia sekilas menatap lekat kearah Indira saat keduanya tidak sengaja bertemu di restoran.
"Bagaimana mungkin dia bisa begitu mirip dengan ayah, bahkan cara bicara mereka begitu mirip," ucap Yulia
Wajah Indi yang begitu mirip dengan ayahnya membuat ia berpikir jika Indi adalah adiknya yang hilang.
Yulia memutuskan untuk pergi saat mengetahui mungkin saja Indi adalah adiknya yang telah lama hilang.
Sementara itu Agen Ace mengantar protagonis wanita ke restoran, ia berharap kali dapat bekerja sama dengan sutradara yang dikenalkan oleh Wilona Ferdian dari rumah produksi sahabatnya.
Ditengah perjalanan Indi menerima pesan singkat dari Bridav.
Pria itu memintanya untuk mengirim lokasi dimana ia berada.
"Kamu masih punya hutang padaku, jadi kamu harus mentraktirku sekali lagi,"
"Ok, datang saja ke Restoran Rochella di Kemang," jawab Indira
Setibanya di Restoran, Ace mengajaknya ke ruang VIP. Dalam ruang tersebut, Indi melihat gadis kecil. Ia kemudian menghampirinya dan bertanya pada sang gadis kecil. " Halo gadis kecil, apakah kau datang ke sini karena rindu padaku?" sapa Indi
"Halo juga kak Indi, hmm sebenarnya aku datang kesini karena ingin bertemu dengan Om Bridav, rasanya aku benar-benar merindukannya," jawab gadis kecil itu membuat Indi seketika menertawakannya
"Ternyata seleramu lumayan juga gadis kecil, jangan bersedih sebentar lagi Bridav juga akan datang kemari, jadi kau bisa melepaskan rasa rindumu padanya," jawab Indi kemudian menepuk bahu gadis itu
Pada saat bersamaan, Bridav memasuki ruangan itu.
Ia segera melambaikan tangannya saat melihat Indira.
Saat ia menghampirinya, gadis kecil itu langsung memeluknya.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga," ucap gadis kecil itu begitu senang.
Sementara itu Indi melihat kedatangan Yulia. Gadis itu terus menatap Yulia yang datang bersama dengan pengawalnya.
"Om juga kangen sama kamu, tapi Om datang ke sini untuk bertemu dengan Indira, jadi bisa kan kamu melepaskan Om sebentar," jawab Bridav
Gadis kecil itu kemudian melepaskan pelukannya dan membiarkan Bridav berbicaralah dengan Indira.
Indi kemudian memesankan banyak makanan untuk mereka. Saat makan, Bridav terus menyendokkan lauk untuk Indira, hal ini dilihat oleh Yulia hingga membuat wanita itu sedikit kesal.
"Apa mereka selalu pamer kemesraan seperti itu?" ucapnya sinis
__ADS_1
Sang pengawal kemudian membisikkan sesuatu padanya. Seketika Yulia langsung membuka ponselnya.
"Jadi mereka pacaran??"
Yuli mengernyitkan alisnya saat membaca artikel tentang Indi dan Bridav.
"Tidak nona, mereka satu manajemen jadi tidak mungkin jika keduanya berpacaran. Mereka dekat karena menjadi pasangan dalam sebuah acara reality show," jawab sang pengawal
"Aku ingin kau mencari tahu tentang hubungan mereka, karena aku tidak yakin jika mereka tidak ada hubungan apa-apa di belakang layar," tukas Yulia
"Baik Nona," jawab Sang pengawal kemudian mengikuti wanita itu meninggalkan restoran
Selesai makan Indi pun kembali' ke ruang VIP. Bridav yang mengantarnya bertanya pada wanita tersebut alasannya datang kencan buta.
"Kencan buta, ah yang benar saja. Sejak kapan aku tertarik untuk melakukan kencan buta," jawab Indira
"Jika ini bukan kencan buta lalu untuk apa kau datang ke ruang VIP restoran seorang diri?" tanya Bridav
"Aku hanya ingin bertemu dengan seorang sutradara, kau tahu kan jika pertemuan kemarin aku gagal karena aku membuat semuanya berantakan. Aku harap pertemuan hari ini akan berhasil jadi Ace tidak perlu menyuruhku untuk menemui seseorang lagi," jawab Indira
"Syukurlah kalau begitu," jawab Bridav terlihat lega
"Sekarang pergilah, sebentar lagi sutradara itu akan datang, aku tidak mau dia akan lebih tertarik denganmu saat melihat kita bersama," jawab Indi sontak membuat Bridav terkekeh mendengarnya
"Aku hanya mencoba realistis saja," jawabnya singkat
"Aku suka dengan pemikiran mu, kau begitu rendah hati meski sebenarnya kau jauh lebih baik daripada aku,"
"Jangan terlalu memuji, aku bisa terbang karena pujian mu," Indi mendengar suara derap langkah kaki mendekatinya
Ia kemudian memerintahkan Bridav untuk meninggalkannya.
Namun Bridav yang penasaran sengaja menggunakan ruang sebelahnya untuk memata-matainya.
"Semoga saja pertemuan kali ini berhasil, jika tidak Ace pasti akan terus mempromosikan aku kepada sutradara lainnya. Dia kira aku tidak bisa berjuang sendiri apa, ah dasar brengsek!" gerutu Indira
Wanita itu kemudian memasang senyumnya yang paling manis saat seorang pria menghampirinya.
"Selamat pagi Pak Alan, perkenalkan saya Indira dari Ace manajemen," sapanya begitu ramah
"Oh, senang bertemu dengan anda," jawab sang sutradara kemudian menjabat tangannya
"Ternyata kau lebih cantik saat di luar layar,"
__ADS_1
"Terimakasih anda terlalu memuji, sebenarnya aku juga kaget ternyata ada sutradara muda seperti anda. Aku pikir semua sutradara itu sudah tua,"
"Hahahaha, kau pandi bergurau juga. Aku senang bertemu dengan artis yang gak kaku seperti mu." Pria itu kemudian mengajak Indi masuk kedalam.
Ia terlihat menarikan kursi untuknya.
"Terimakasih," ucap Indi kemudian segera duduk.
Mendengar pembicaraan Indi dan sutradara membuat Bridav tampak kesal. Ia tak mengira jika sutradara itu begitu tertarik dengan Indi hingga menghabiskan banyak waktu bersamanya.
"Sudah ku duga ia akan tertarik dengannya. Indi memang luar biasa," gerutu Bridav
Lelaki itu segera menarik lengannya saat melihat Indi keluar dari ruangan VIP.
"Bagaimana hasil pertemuan kalian?" tanyanya penasaran
"Entahlah, tidak ada pembicaraan tentang itu, kami hanya membicarakan hal-hal lain seperti hoby, makanan favorit atau oleh raga yang sering kami lakukan," jawab Indi
"Melihat begitu banyak waktu yang kalian habiskan untuk berbincang sepertinya dia tertarik padamu," jawab Bridav dengan mimik wajah ketus
"Syukurlah kalau begitu, jadi aku tak perlu repot-repot menemui sutradara lain dan bersikap seperti wanita lembut,"
"Apa kau menyukainya!" seru Bridav begitu terkejut
"Kenapa kau berbicara seperti itu, apa kau cemburu padanya?"
Seketika wajah Bridav memerah,
"Ah ternyata benar, kenapa kau mudah sekali di tebak!" gerutu Indi kemudian meninggalkannya
Lelaki itu kemudian mengejarnya, "Aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu. Aku hanya tidak suka melihatmu dekat dengan laki-laki lain. Jika kau ingin menjadi Ratu di dunia hiburan, kau tidak perlu menemui siapapun. Kau hanya perlu mengenal aku dan aku pasti akan membantumu menjadi Ratu di dunia hiburan," ucap Bridav
"Wah tidaknku sangka aku melihat Bintang di siang hari," jawab Indi menatap pemuda itu
" Bintang di langit sangat indah, apa kau bisa memetiknya untukku?" imbuhnya
"Tentu saja, apapun yang kau inginkan aku pasti akan memberikannya," jawab Bridav
"So sweat," ucap Indi terharu mendengar jawaban lelaki itu
"Hari ini aku sudah menghabiskan banyak bintang untuk mengalahkan Reynold, jadi aku berharap akan menaruh Bintang yang kau petik kedalam game,"
Seketika Bridav langsung membuka ponselnya dan menunjukkan sesuatu kepada gadis itu.
__ADS_1
"Aku sudah membelikan banyak bintang untukmu, jadi kamu harus mengalahkan Reynold,"