KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 72


__ADS_3

"Kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang?" tanya Indi lagi


"Apa?" jawab Bridav


"Aku ingin memetik bulan itu dan menggorengnya untukmu," jawab Indi tersipu-sipu


Tentu saja Bridav langsung tertawa mendengarnya. Meskipun Indi terdengar konyol namun kini ia menyadari jika wanita itu memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.


Lelaki itu tak bisa menahan diri lagi saat melihat senyum manis Indi hingga ia melonggarkan pegangannya dan segera meluncur ke bawah.


Melihat Bridav turun dari atas tiang membuat Indi langsung mengikutinya. Iapun segera melonggarkan pegangannya dan meluncur menyusul Bridav.


Bridav yang melihat Indi meluncur langsung menengadahkan tangannya untuk menangkap Indira.


"Wow...wo..wo!" seru Indi kemudian jatuh tepat dalam pelukan Bridav


"Rasanya aku seperti jatuh dari langit," ucap Indi kemudian segera melepaskan pelukannya


"Apa kau senang hari ini?"


"Sangat sangat senang!" seru Indi kemudian berjalan sempoyongan meninggalkan Bridav


Saat melihat Kameraman masih mengikutinya, Bridav sadar jika acara live masih berlangsung.


"Sial, bisa bahaya jika Ace sampai tahu Indi mabuk di depan kamera!"


Lelaki itu segera melemparkan botol anggur di tangannya kepada kameraman.


Saat kameraman menjatuhkan kameranya ia segera mematikan kamera itu lalu pergi sambil menggendong Indira kembali ke penginapan.


Bridav mengendap-endap saat hendak masuk ke penginapan. Ia lebih dulu memastikan jika tidak ada seorangpun yang melihat kedatangan mereka.


"Akhirnya kalian pulang juga," ucap Reynold mengagetkan Bridav yang hampir saja terjungkal saat melihat kemunculannya yang begitu tiba-tiba.


"Astaga, hampir saja jantungku copot karena mu!" maki Bridav


"Pasti Si Indi mabuk lagi bukan, ah dasar anak itu, kenapa suka sekali mabuk saat syuting!" gerutu Reynold


"Sebaiknya kau baringkan saja dia di sofa, sekalian aku ingin memarahinya karena ia sudah membuatku kesal beberapa hari. Kali ini aku sudah tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melampiaskan unek-unek ky padanya!" imbuh Reynold


Namun bukannya mematuhi perintah sang Sutradara, Bridav malah menolaknya dan berlari meninggalkan lelaki itu. Ia tak memperdulikan ucapan Reynold yang terus memanggilnya.

__ADS_1


Ia segera membawa Indi ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidurnya.


"Selamat malam Indi, semoga mimpi indah ya," ucap Bridav kemudian menyelimuti tubuh gadis itu


"Jangan pergi," ucap Indi menarik lengan pemuda itu saat hendak meninggalkannya


"Tidak bisakah kau menemaniku malam ini," imbuhnya kemudian memeluk pemuda itu dari belakang


"Sebenarnya aku juga sangat ingin tinggal lebih lama disini bersama mu, tapi aku bukan tipe lelaki brengsek yang memanfaatkan situasi demi mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri," ucap Bridav kemudian melepaskan pelukan Indi dan meninggalkan gadis itu.


"Wah kau benar-benar lelaki sombong pertama yang menolakku, awas saja kau, aku pastikan kau akan bertekuk lutut di kakiku suatu hari nanti," sahut Indi kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjangnya.


Keesokan harinya, saat ia bangun, Indi begitu terkejut saat melihat puluhan panggilan tak terjawab dari Ace.


Rupanya dari semalam lelaki itu terus menghubunginya. Namun karena Indi terlalu mabuk, ia tak sempat menerima telponnya.


Indi buru-buru mengirimkan pesan singkat kepada Agen Ace. Dan lelaki itu segera membalasnya secepat kilat.


"Ada apa?" tanya Indi dalam pesan singkatnya


"Kau ini kenapa masih saja bandel, bukankah sudah aku bilang jangan pernah minum minuman keras didepan kamera. Kau tahu apa yang terjadi semalam!" tanya Ace begitu kesal


"Entahlah aku tidak ingat apapun!" jawab Indi memegangi kepalanya yang terasa pening


"Biarkan saja, lagipula aku bisa cari lagi penggemar yang benar-benar setia dan menerima ku apa adanya," sahut Indi dengan entengnya


"Kau ini selalu saja menggampangkan setiap masalah, kau baru akan menyesal jika semua penggemar mu meninggalkanmu. Aku sudah berkali-kali menasihatimu untuk mabuk saat acara live jadi jangan ulangi lagi atau kau akan kehilangan pekerjaan mu karena kecerobohan mu itu,"


"Terimakasih atas nasihatnya, aku pasti akan mengingatnya," sahut Indi kemudian bergegas pergi jogging


Saat ia keluar dari penginapan ia bertemu dengan Bridav. Gadis itu kemudian menghampirinya dan menanyakan sisa anggurnya semalam.


Mendengar pertanyaan Indi membuat lelaki itu diam dan tak dapat berkata-kata.


"Baiklah sepertinya sekarang sisa anggur itu tidak begitu penting, yang jelas aku sangat berterimakasih atas apa yang kamu lakukan padaku semalam," ucap Indi dengan wajah berseri-seri


Seketika Bridav langsung berhenti saat mendengar ucapan Indi tersebut.


"Sebaiknya kau harus berhati-hati mulai sekarang. Aku minta maaf karena sudah membiarkan mu minum semalam padahal Acara live masih berlangsung," sesal Bridav


"Tidak apa, kau tidak perlu merasa bersalah lagipula kau juga pasti tidak tahu jika saat itu kameraman brengsek itu masih menyalakan kameranya bukan?"

__ADS_1


"Aku janji akan bertanggung jawab jika Ace memarahi mu karena hal ini," jawab Bridav


"Tidak perlu, karena aku sudah menghandlenya tadi," jawab Indi tersenyum simpul kemudian melanjutkan kembali larinya.


"Benarkah, kenapa kau tak memberitahu ku sebelumnya!" seru Bridav kemudian mengejarnya


"Sudahlah jangan dibahas lagi, itu hanya masalah kecil jadi jangan di permasalahkan lagi," sahut Indi


Tiba-tiba Langit berubah menjadi gelap, angin berhembus kencan dan turun hujan.


Karena hujan turun begitu deras membuat Indi mau tidak mau harus kembali ke penginapan.


Saat ia membalikkan badannya tiba-tiba sebuah mobil melintasi sebuah genangan air hingga membuat Indi terkena percikan airnya.


"Woyy, kalau jalan lihat-lihat dong, jangan asal libas aja!" maki Indi begitu kesal


Mendengar makian Indi dalam hujan membuat Bridav langsung mengejarnya.


Mobil itupun segera berhenti, dan pemiliknya segera membuka kaca mobilnya.


"Yuan Shao ( ketua tim B saat lomba) !" pekik Indi yang langsung mengenali pengemudi mobil mewah itu.


Dengan satu gerakan kakinya ia berhasil menurunkan kacamata hitam yang dipakai lelaki itu.


Ia tersenyum simpul dan sedetik kemudian ia langsung masuk kedalam mobil tersebut mengontrol kemudinya.


Tentu saja Yuan begitu terkejut melihat kecepatan gerakan Indira. Yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


"Jangan terkejut gitu dong lihat saya, biasa aja kali!" seru Indi begitu santainya


Sementara itu Bridav segera membuka pintu mobil dari luar dan menarik keluar Yuan Shao dari kursi kemudi. Ia segera duduk dibelakang kemudi dan menginjak gas mobil tersebut kemudian meninggalkan pria itu di tengah hujan.


Yuan Shao tidak tinggal diam, ia kemudian mengejar keduanya yang sudah mencuri mobilnya di siang bolong.


Ia kemudian berhenti dan mengambil ponselnya guna melaporkan kejadian itu kepada polisi.


Sementara itu Indi merasa jika apa yang mereka tidak terlalu baik.


"Sepertinya kita sudah cukup memberinya pelajaran, sebaiknya kita segera kembalikan mobil ini sebelum ia melaporkan kita ke polisi," ucap Indi


"Baiklah kalau itu mau mu," sahut Bridav kemudian segera menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Meskipun ia mengenal baik Yuan Shao. Tetap saja ia selalu menuruti permintaan Indi dengan memundurkan mobilnya kearah Yuan Shao.


__ADS_2