KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 111


__ADS_3

Seorang pria berperawakan tinggi langsing berjalan memasuki penginapan para bintang tamu.


Dia adalah Hasson. Melihat Arnold dan Reynold sedang bermain game di ruang utama membuat pria itu langsung menghampirinya.


Seketika kedua orang itu segera memberi hormat kepada Hasson.


"Kenapa sepi sekali, dimana para bintang tamu?" tanya Hasson


"Mereka sudah masuk ke kamarnya masing-masing Tuan. saya memang sengaja membuat peraturan agar para bintang tamu masuk ke kamarnya pukul sembilan malam sekaligus mengakhiri kegiatan mereka," ujar Reynold


"Apa kau tidak bisa mengumpulkan mereka, aku sangat ingin melihat wajah-wajah baru para bintang tamu di season ini?" tanya Hasson


"Tentu saja, kalau begitu silakan anda duduk saja di sini, biar saya kumpulkan mereka lebih dulu," Reynold segera meminta bantuan Arnold dan para kru untuk memanggil satu persatu para bintang tamu agar keluar dari kamarnya.


Semua talent sudah berkumpul di ruang tamu kecuali Indi, Bridav, dan Aqila.


Melihat orang yang dicarinya tidak ada membuat Hasson bertanya kepada Reynold tentang aktris cantik yang baru bergabung menjadi bintang tamu di acaranya.


"Apa Aqila yang anda maksud?" tanya Arnold


"Entah aku tidak tahu persis siapa namanya. Tapi yang jelas yang aku dengar ia masuk menjadi talent baru di acara reality show kalian,"


"Oh baik, kalau begitu biar aku panggilkan anaknya," jawab Arnold


"Tidak perlu, biar aku saja yang akan menemuinya langsung. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya, jadi tolong kasih tahu aku dimana kamarnya?" tanya Hasson


Arnold dan Reynold seketika saling bertatapan saat mendengar jawaban lelaki itu.


Tak mau membuat kedua itu salah paham, Hasson kemudian menjelaskan alasan ia ingin berbicara empat mata dengannya.


"Aku hanya ingin membicarakan pekerjaan dengannya, jadi jangan salah paham," jawab Hasson

__ADS_1


Mendengar alasan pria itu membuat Reynold meminta Arnold untuk mengantarkan Hasson ke kamar Aqila.


"Ini kamarnya," tukas Arnold setibanya di kamar Aqila


Pria itu kemudian meninggalkannya, dan membiarkan pria itu mengetuk pintu kamar Aqila.


Mengira Arnold datang untuk memberikan materi untuk syuting besok ia pun begitu sumringah saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Akhirnya datang juga, kenapa dia lama sekali!" seru Aqila


Gadis itu buru-buru membuka pintu kamarnya untuk menyapa sang assisten sutradara


"Malam Pak Arnold, akhirnya anda datang juga setelah sekian jam saya harus terjaga hanya untuk menunggu kedatangan anda?" sapa gadis itu mengungkapkan unek-uneknya


"Ups!" ia begitu terkejut saat melihat yang datang bukan sosok Arnold tapi orang lain.


Sementara itu Hasson tersenyum sinis mendengar wanita itu memanggilnya Arnold.


"Tidak masalah," jawab pria itu kemudian segera masuk ke dalam kamar Aqila.


Pria itu melihat-lihat isi kamar wanita itu sebelum memulai perbincangannya dengan Aqila.


"Tidak ku sangka kamu memiliki selera yang bagus dalam mendesign kamar pribadi mu." tutur Hasson


"Kau masih saja cantik seperti dulu, pantas saja jika mereka begitu perhatian padamu. Aku yakin karier keartisan kamu akan kembali bersinar setelah mengikuti acara variety show ini. Apalagi kau adalah tipe orang yang pandai memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi mu," imbuh pria itu


"Anda terlalu memuji ketua, aku yakin karier anda juga akan semakin cemerlang meskipun tanpa kehadiran saya di sisi anda," jawab Aqila


Pada saat ini, Indira sedang mengecek nadi Bridav yang sedang menderita Flu. Pria itu sengaja menggoda Indira yang begitu mengkhawatirkannya.


"Minumlah ramuan herbal ini, aku yakin flu nya akan segera reda saat kau sudah meminum obat itu," ucap Indira

__ADS_1


"Terimakasih banyak, tapi sepertinya aku merasa kepalaku sangat pusing hingga rasanya seperti mau pecah. Apa kau bisa memeriksanya juga?" tanya Bridav


Indi mengangguk setuju.


Saat indi hendak menyentuh kepalanya, Bridav langsung menarik lengan gadis itu kemudian hingga ia jatuh kedalam pelukannya dan mencium bibir gadis itu.


*Tok, tok, tok!!


Indi segera mendorong tubuh Bridav hingga Pemuda itu membentur dinding kamarnya saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


*Dug!!


"Aww!" seru Bridav memegangi kepalanya yang terasa nyeri


Melihat Bridav kesakitan membuat Indi kembali menghampiri pemuda itu.


"Maaf aku tak sengaja!" serunya menguap kening pria itu yang terlihat memar


Merasakan kening pria itu begitu panas membuat wanita itu mengira jika pria itu mengalami demam yang sangat tinggi.


"Panas sekali, kamu pasti mulai demam ya," ucap Indi semakin khawatir


"Tunggu sebentar biar aku ambilkan air hangat untuk mengompres mu!" seru Indira


Bridav yang merasa tidak nyaman karena bajunya basah segera membuka bajunya.


Melihat pria itu membuka bajunya membuat Indi langsung memarahinya.


"Kenapa buka baju sekarang, harusnya kamu buka bajumu setelah aku siap," jawab Indi membuat


Hasson dan sutradara yang tiba di depan kamar Bridav tidak sengaja mendengar ucapannya. Mendengar percakapan di dalam, sutradara langsung membelalakkan matanya dan mengira sesuatu telah terjadi dengan kedua muda-mudi itu.

__ADS_1


__ADS_2