
Hari itu Ace memberitahukan kepada Indi naskah drama untuk audisi drama web series.
Indi membaca dengan seksama naskah drama pemberian Ace.
Naskah drama ini bercerita tentang preman wanita yang jatuh cinta pada seorang polisi pada pandangan pertama. Setelah berpacaran, mereka menyadari bahwa mereka adalah saudara tiri seayah. Mereka pun putus. Setelah menyelidiki hal ini protagonis pria menyadari bahwa ia bukanlah anak kandung sang ayah. Kedua orang itu kembali berhubungan.
Meskipun naskah drama ini sedikit berlebihan, namun cerita ini terlihat cukup menarik dan membuat Indi tertantang untuk memerankan sang preman wanita.
Sang preman wanita sangat berkarakter, berani mencintai juga berani membenci. Indi benar-benar sangat menyukai karakter ini baginya karakter preman wanita sudah mewakili dirinya.
Namun ia sedikit kecewa saat ia tahu jika tokoh yang akan ia perankan adalah deuteragonis. Yaitu tokoh kekasih masa kecil sang polisi, yang kemudian berubah menjadi jahat.
Melihat karakter Deuteragonis membuat Indi tak tertarik dengan tokoh tersebut. Ia tetap bersikeras untuk mengikuti audisi sebagai preman wanita meskipun Ace menyuruhnya untuk mengikuti audisi sebagai Deuteragonis.
Bukan hanya tertarik dengan karakter sang preman wanita namun Indi juga tergiur melihat bayaran yang tinggi jika menjadi tokoh preman wanita.
Mengetahui Indi bersikeras untuk mengikuti audisi sebagai preman wanita membuat Ace mau tidak mau harus menyetujui keinginan gadis itu.
"Apa kau bisa memerankan tokoh preman wanita?" tanya Ace
"Tentu saja, apalagi karakternya sangat mirip denganku jadi aku tidak perlu repot-repot untuk melakukan improvisasi lagi," sahut Indira
"Tapi untuk menjadi tokoh utama kau harus bersaing dengan artis-artis senior dan berbakat. Aku yakin mereka juga akan berjuang mati-matian untuk mendalami peran itu. Kau sudah mengalami sendiri bagaimana sengitnya audisi, jadi aku mohon pertimbangkan lagi keinginan mi itu," tutur Ace
"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir, aku akan melakukan yang terbaik, jadi percaya saja padaku," jawab Indi begitu enteng
Setelah mendapatkan script dialog Preman wanita, Indi kemudian segera mempelajarinya dan mencoba mempraktekkan karakter preman wanita di depan cermin.
Melihat kegigihan Indi dalam berlatih membuat Ace akhirnya luluh.
Ia kemudian memberikan kesempatan kepada Indi untuk mengikuti audisi sebagai preman wanita meskipun kemungkinan lolos sangat tipis. Apalagi mengingat banyak artis-artis papan atas yang mengikuti audisi tersebut.
Ace mengajak Indi untuk berguru kepada artis senior. Ia berharap dengan melatih Indi bisa membuat skill akting Indi menjadi lebih baik.
Indira langsung setuju saat Ace menawarinya untuk berlatih peran dengan seorang artis senior.
__ADS_1
Siang itu juga keduanya langsung meluncur kesebuah Villa di kawasan Bogor.
"Memangnya dia siapa kenapa aku tidak mengenalnya?" tanya Indi
"Dia adalah Hemalia Ratu Drama kolosal yang sangat terkenal di era 90 an sampai tahun 2000. Tapi sayangnya karena penyakit yang dideritanya ia harus pensiun dari dunia hiburan diusianya yang masih muda. Kau pasti tidak mengenalnya karena kau baru terjun di dunia entertainment bukan?" terang Ace
"Hemalia ... sepertinya aku tidak asing dengan nama itu," jawab Indi mengerutkan keningnya
Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam keduanya tiba di sebuah villa bergaya arsitektur Yunani kuno.
Meraka langsung turun dan mengetuk pintu rumah tersebut. Seorang wanita tua keluar menyambut keduanya.
Wanita itu begitu ramah dan mempersilakan mereka masuk setelah Ace menyampaikan maksud kedatangannya.
Setelah mempersilakan keduanya duduk wanita itu mengambil beberapa butir pil yang diletakan di sebuah piring kecil dan meminumnya.
Wanita itu tampak pucat dan kurang sehat hingga beberapa kali ia harus meminum obat agar kondisinya tetap fit.
Indi yang sedikit mengetahui tentang obat-obatan mendekati wanita itu.
Wanita itu mengangguk pelan, "Sudah hampir dua tahun," jawabnya menatap Indi
Gadis itu kemudian meminta ijin untuk memeriksa denyut nadi wanita itu.
Hemalia segera memberikan tangannya dan Indi langsung memeriksanya.
"Denyut jantugnya sangat lemah, kau pasti kesusahan bernapas dan tidak pernah bisa tidur pulas sepanjang malam," ucap Indi
"Bagaimana kau tahu, apa kau seorang dokter?" sahut Hemalia balik bertanya
"Aku sudah memeriksa ribuan orang namun baru kali ini aku menemukan seseorang yang begitu lemah,"
"Kalau kau bukan dokter tidak usah sembarangan berbicara," jawab Hema acuh
Indi menghela nafas panjang setelah memeriksa kondisi Hemalia. Ia tahu betul jika wanita itu mengalami gangguan pencernaan karena pola makan yang salah.
__ADS_1
"Semua penyakit bersumber dari perut, jika kau bisa menjaga pola makan mu maka kau bisa cepat sembuh. Untuk penyakit TBC yang kau derita masih bisa disembuhkan selama kau melakukan pengobatan rutin dan rajin berolahraga," tutur Indi
Ia kemudian memberikan resep makanan kepada wanita itu.
"Aku yakin sebagai seorang selebriti kau pasti menjaga pola makan mu demi mendapatkan berat badan ideal. Namun jika diet yang kau lakukan salah maka akan berakibat fatal bagi kesehatan mu hingga kondisi mu seperti sekarang,"
Hemalia membaca menu diet yang diberikan oleh Indira padanya.
"Maaf aku hanya menerima resep dari dokter spesialis bukan dari orang awam seperti dirimu," jawab Hema membuang resep dari Indi
Indi hanya tersenyum kecut melihat sikap arogan Hemalia.
"Maaf Hema, bukan maksud kami untuk mencampuri urusan pribadi mu, artis saya hanya ingin berbagi resep dietnya saja tidak ada maksud lain kok. Lagipula kedatangan kami kemari untuk meminta bantuan mu untuk melatih keterampilan akting Indira, jadi maaf bila sikap Indi sedikit membuat mu kesal," sela Ace
"Jika kau ingin belajar akting padaku, sebaiknya datang lagi ke sini tiga hari ke depan. Hari ini aku benar-benar sedang tidak enak badan jadi aku tidak bisa mengajarinya akting sekarang," jawab Hema
"Baiklah kalau begitu aku akan kembali lagi setelah tiga hari," ucap Ace kemudian berpamitan pulang
Tiga hari kemudian....
Indi sudah menunggu kabar dari Hemalia, namun wanita itu tak kunjung menghubunginya. Padahal tiga lagi Audisi akan dimulai.
Indi kemudian mengajak Ace untuk kembali mengunjungi kediaman Hemalia meskipun wanita itu tak menghubunginya.
Ace menolak namun Indi terus memaksanya hingga akhirnya iapun bersedia mengantar Indi ke Vila Hemalia.
Setibanya di sana ia langsung menekan bel rumahnya, namun tak ada respon dari sang pemilik rumah.
Berkali-kali Indi menekan bel namun Hema tak kunjung membukakan pintu untuknya.
Indi merasa ada yang ganjil hingga ia berinisiatif untuk masuk kedalam rumah itu. Ace mengatakan jika Hema mungkin tidak berada dirumahnya, namun Indi tetap bersikeras bahwa wanita itu ada di dalam rumah.
Ia kemudian meminta Ace menunggu diluar dan ia masuk kedalam rumah dengan cara mendobrak pintu rumah tersebut.
*Brakkk!!!
__ADS_1