
"Kata Reynold, dia sudah memeriksakan penyakit Aqila ke rumah sakit. Tapi dokter menolaknya karena penyakit itu tidak bisa di sembuhkan," bisik Indi membuat Hasson semakin ketakutan dengan Aqilla
"Apa penyakitnya menular??" tanya Hasson bergidik
"Sepertinya begitu, makanya kamu jangan dekat-dekat dengannya untuk sementara waktu," imbuh Indira
Mendengar ucapan Indi yang berusaha menakut-nakuti Hasson membuat Aqila kesal kepada Indira. Gadis itu kemudian dengan sengaja menyiramkan minyak ke lantai saat melihat Indi akan keluar dari dapur.
Namun dengan kelincahan Indi membuat gadis itu selamat dan tak terjatuh meskipun berjalan di atas lantai yang licin.
"Wah sial, apa dia benar-benar Malaikat?, bagaimana bisa ia tidak terpeleset di lantai yang licin?"
Melihat Indi berhasil selamat dari jebakan yang dibuatnya. membuat gadis itu semakin kesal dan segera bergegas masuk ke kamar tanpa mengingat minyak yang sudah ia tumpahkan di lantai.
*Bughh!!!
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Aqila yang jatuh terpeleset di lantai.
"Aww!!"
Melihat Aqila jatuh membuat Hasson bergegas menolongnya, namun pemuda itu juga jatuh terpeleset hingga tak bisa menolongnya.
Sementara itu Indi sengaja mengirimkan pesan kepada Bridav. Ia sengaja mengirimkan candaan garing yang meminta pria itu untuk meladeninya dan tidak marah lagi padanya.
"Aku tahu aku bersalah karena sudah mengambil jatah kue mu. Tapi itu aku lakukan karena aku sangat lapar. Jadi Jangan marah lagi please," ucap Indi dalam pesannya dengan emot memohon
"Satu lagi tolong jangan abaikan aku lagi, karena aku bisa obesitas kalau kamu cuekin," imbuhnya
Bridav terkekeh, "Bagaimana bisa dia langsung obesitas kalau aku acuhkan, bukannya harusnya jadi kurus kering karena jadi gak doyan makan ya?"
Tak lama terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarnya, Bridav pun membuka pintu dan terperangah saat melihat Indi berdiri di depan kamarnya dengan wajah gusar.
Pria itu langsung memeluknya dan mengusap lembut rambutnya.
"Jangan bersedih aku tidak akan pernah mengabaikan mu, karena aku tidak mau melihatmu berubah menjadi gendut," ucap Bridav
__ADS_1
"Kalau begitu berikan oleh-oleh mu," jawab Indi membuat pria itu langsung melepaskan pelukannya
"Bukankah kau sudah mengambilnya?"
"Aku mengembalikannya diam-diam karena takut kau marah padaku," jawab Indi
"Meskipun aku tidak suka melihat mu menjadi gemuk tapi aku lebih tidak tega saat melihat mu seperti ini. Kalau begitu ambillah," jawab Bridav mempersilakan Indi untuk mengambil kembali oleh-oleh yang dikembalikannya
Indi tersenyum bahagia saat berhasil membawa pulang oleh-oleh dari Hasson.
Pada saat yang bersamaan, pengawal datang menemui Bridav.
Indi yang geram karena Lee telah mengambil kue pemberian Hasson, langsung memukuli pria itu dengan ganas. Hasson juga dibuang keluar pintu. Saat Indi kembali hendak melepaskan tinjunya pria itu langsung bersujud di depannya.
"Tolong ampuni aku suhu, sebenarnya aku ingin memberitahumu bahwa selain mengambil oleh-oleh pemberian tuan Hasson, aku juga tidak sengaja mengambil masker wajah milikmu,"
"Masker wajah?" Indi mengerjap karena tidak ingat jika ia memiliki masker wajah.
Namun tak lama ia mengingat jika Aqila memberikan sebuah masker wajah kepadanya sebagai hadiah perkenalannya dengan Indira.
Lee segera bungkam saat mengetahui, masker itu milik Aqila. Sekarang pria itu tahu kenapa Aqila mengalami bintik-bintik hitam di wajahnya.
"Jadi masker itu milik Indira?" ujar Reynold begitu tercengang mendengar ucapan pengawal Aqila
"Bukan begitu, sebenarnya Masker itu memang milik Indi tapi ia mendapatkannya dari Aqila. Jadi jika ada yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini bukan Indi melainkan Aqila. Aku tahu benar siapa wanita itu," ujar Lee mencoba meluruskan kesalahpahaman Reynold
Lelaki itu menghela nafas panjang. Ia sekarang mengerti apa yang diucapkan oleh Lee.
zia kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu dan mengunjungi Aqila untuk memberitahukan kepada gadis itu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun melihat banyaknya orang di kamar gadis itu membuat Rey mengurungkan niatnya. Ia melihat Manager Aqila dan para bintang tamu lainnya sedang mengunjungi gadis itu. Tentu saja ia tak mau mempermalukan gadis itu sehingga memilih mengajak gadis itu pergi dari sana untuk memberitahukan apa yang ia dengar dari pengawal pribadinya.
"Sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan denganku, Pak?" tanya Aqila
"Sebenarnya, penyebab bintik-bintik hitam di wajahmu adalah masker yang kamu pakai," tutur Reynold hati-hati
__ADS_1
"Jadi kau menuduh kalau Pengawal pribadiku yang sengaja mencelakakan aku!"
"Bukan begitu, sebenarnya masker yang kau pakai adalah masker milik mu yang kau berikan kepada Indi sebagai tanda perkenalan kalian," jawab Reynold membuat Aqila seketika terkejut mendengarnya
Sial, bagaimana bisa aku kembali terjebak oleh jebakan ku sendiri. Indira.... sebenarnya siapa wanita itu?. Kenapa setiap kali aku ingin menjebaknya selalu saja jebakan itu kembali kepadaku??
"Jadi semuanya sudah clear kan, kalau begitu aku pamit dulu," ucap Reynold hendak meninggalkan Aqila
Namun wanita itu langsung menariknya, "Apa kau berusaha lepas tangan dariku?" tanya Aqila
"Tentu saja karena penyakit mu bukan berasal dari kesalahan kru ataupun talent reality show, maka kau tidak berkewajiban untuk mengobati mu. Kecuali ada seseorang yang bersedia membantu mu untuk mengobati penyakit mu,"
"Bukankah kau bilang Indi sangat pandai dalam mengobati orang, lalu kenapa kau tidak meminta bantuannya untuk mengobati ku?" ujar Aqila
"Baiklah aku akan mencobanya, tapi jangan salahkan aku jika Indi tidak mau mengobati mu,"
Sutradara kembali menemui Indira dan meminta cara penyelesaian masalah pada Indira.
Meskipun Indi memang tidak menyukai Aqila yang memiliki perangai menyebalkan namun tetap saja ia tidak suka jika gadis itu menyalahkannya karena ia merasa bahwa ia yang membuat wajahnya dipenuhi bintik-bintik hitam.
"Kalau begitu kau harus bertanggung jawab, kau harus mengobatinya sampai sembuh,," ujar Rey berusaha menekan Indira
Sementara itu mendengar Reynold berusaha membujuk Indi untuk mengobati Aqila membuat Manajer Aqila berteriak keras dan berkata mana mungkin Indira bisa menyembuhkannya.
"Mana mungkin orang awan sepertinya bisa mengobati penyakit seperti itu, bisa jadi Aqila langsung berubah menjadi upik abu setelah diobati olehnya. Pokoknya aku sama sekali tidak setuju jika gadis itu yang akan mengobati Aqila!" cibir manager Aqila.
Mendengar penolakan manajernya. Kemudian, Aqila melancarkan siasat pura-pura ingin bunuh diri dan mengeluarkan pisau. Wanita itu sengaja mencari perhatian agar indi mau menolongnya.
Indi mendekati Aqila dan memberikan pisau yang lebih tajam untuknya.
"Percuma saja, kau tidak akan mati jika menggunakan pisau tumpul itu, pakai saja punyaku, dijamin setengah jam kamu akan segera mati. Jika masih ragu maka aku siap membantu mengakhiri hidup mu," ucap Indi membuat Aqila seketika mundur dan menjauh darinya
" Hmm, kalau begitu aku akan meminta izin kepada Reynold dulu," jawab Aqila kemudian berlari meninggalkan Indira
Pada saat bersamaan, terdengar suara seruling dari luar pintu.
__ADS_1