
"Sudahlah daripada mencari siapa yang buang angin, sebaiknya kalian segera menghubungi panitia untuk mengetahui siapa pasangan dating kalian, go!" seru Reynold
*Tiuuut!!
Seketika Reynold langsung menutupi pantatnya dan berlari meninggalkan ruangan itu.
"Reynold!!!" teriak semua orang menatap kesal kearah pria itu.
Karena mengalami gangguan pencernaan, Reynold harua bolak-balik ke toilet. Beberapa jam kemudian ia segera turun dan memberikan misi kepada pasangan bintang tamu yang akan melakukan kencan.
Misi untuk Selena dan Rico diberikan kepada Rico, sedangkan misi untuk pasangan Indi dan Mario diberikan kepada Indira.
Saat acara resmi dimulai waktu Sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Indi kemudian menemui Bridav dan Mario.
"Siapa yang akan kencan lebih dulu denganku?" tanya Indi kepada dua lelaki itu
"Aku!" jawab Mario dengan lantang
"Kalau begitu kau pergi saja kencan dengan Mario lebih dulu, biar aku belakangan," sahut Bridav
"Baiklah kalai begitu, aku akan segera bersiap-siap," jawab Indi kemudian bergegas masuk ke kamarnya
Tidak lama gadis itu keluar dengan menggunakan pakai casual dan terlihat begitu cantik dengan make up tipis di wajahnya.
Kedua pria itu tak berkedip menatapnya hingga membuat Indi terpaksa mengagetkan Mario agar ia merespon ucapnya.
"Rio, kuy kita jalan?" ajak Indi
"Rio, Mario!" seru Indi sembari menepuk punggung pemuda itu saat ia tak mendengar panggilannya
Alhasil bukan hanya Mario yang langsung menoleh kearahnya tapi Bridav juga sama.
"Maaf, aku sejenak tersihir oleh kecantikan mu hingga tak sadar saat kau memanggilku," sahut Mario
"Sudah ku duga," jawab Indi kemudian melangkah pergi meninggalkan lelaki itu lebih dulu
Melihat Indi pergi meninggalkan penginapan membuat Rico dan Selena langsung mengikutinya. Di susul oleh tiga pasangan lainnya yang tidak memiliki jadwal kencan.
Sementara itu, Bridav terus menatap kepergian Indi, hingga gadis itu menghilang dari pandangannya.
Ia kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat, atau lebih tepatnya menunggu giliran kencan dengan Indi.
Lelaki itu terkejut saat mendapati Reynold sedang berbaring di kamarnya.
"Aish, mengagetkan saja!" seru Bridav
__ADS_1
"Sorry terpaksa gue pinjem kamar lo sementara waktu karena kamar gue sedang di sterilisasi," ucap Rey kemudian duduk di bibir ranjang
"Tidak masalah, asala kau tidak Membawa virus masuk aku tak keberatan," jawab Bridav
"Sial!" pekik Reynold kemudian keluar dari kamar Bridav.
Beberapa saat kemudian Bridav kembali turun ke bawah karena haus. Ia kembali bertemu dengan Reynold di sana.
"Ngomong-ngomong apa kau tidak khawatir dengan Indi?" tanya Rey
"Khawatir kenapa?" jawab Bridav balik bertanya
"Khawatir karena Indi jalan dengan pria lain. Kau tahu kan mereka sedang berkencan jadi tidak mungkin jika mereka berkencan tanpa melakukan apapun, apa kau tidak cemburu dengannya," tanya Reynold
"Tentu saja tidak, lagipula aku dan Indi bukan pasangan kekasih jadi untuk apa cemburu dengannya. Dan juga Indi berbeda dengan wanita lain, dia begitu kuat dan tak mudah di tindas jadi aku tidak khawatir dengannya. Aku yakin dia akan baik-baik saja," jawab Bridav
"Wah kau benar-benar pria yang dingin," sahut Rey menggelengkan kepalanya
Bridav hanya tersenyum tipis dan kemudian segera kembali ke kamarnya.
Entah kenapa ucapan Reynold begitu mengusiknya saat ia mencoba bersikap biasa..
Ia bahkan tiba-tiba sesuatu yang tak bisa terjadi pada dirinya.
Karena ia merasa begitu khawatir dengan wanita itu, ia kemudian berusaha mencari tahu tentangnya.
Ia kemudian mengambil ponselnya untuk mencari tahu tentang gadis itu melalui akun media sosialnya. Namun ia mengurungkan niatnya karena tahu Indi tak pernah mengunggah kegiatannya di sosial media.
Ia kemudian berpikir untuk melihat acara kencan Indi dan Mario secara live melalui ponselnya.
Dengan hati yang berdebar-debar ia kemudian memberanikan diri masuk dalam acara live.
Rico dan Selena terlihat sedang menikmati hidangan seafood disebuah restoran dengan pemandangan laut di depannya.
Sedangkan Indi dan Mario memilih pergi ke pasar seafood.
Melihat Indi dan Mario hanya pergi berbelanja membuat hatinya sedikit lega.
Namun perasannya kembali berkecamuk saat melihat Mario berusaha menggandeng lengan gadis itu.
Indi buru-buru menepis lengan Mario dan buru-buru berlari menghampiri sebuah kedai yang menjual aneka udang dan kerang.
Ia begitu ingin membeli aneka seafood namun saat melihat isi dompetnya ia harus mengurungkan niatnya karena uangnya tidak cukup.
"Kenapa gak jadi beli?" tanya Mario
__ADS_1
"Harganya mahal, uangku gak cukup," jawab Indi kemudian pergi melihat-lihat ke kedai yang lainnya
"Kalau kau benar-benar menginginkan seafood itu aku bisa membelikannya untukmu," jawab Mario
"Tidak perlu, aku bisa membelinya sendiri jangan khawatir," jawab Indi menolak bantuan Mario
Gadis itu kembali menghampiri sebuah kedai yang menjual aneka seafood dan melihat-lihat harganya.
"Kenapa semuanya sangat mahal di sini," ucapnya lirih
Mario yang tak sabar segera menghampiri pemilik kedai dan memintanya untuk mengambilkan lobster yang terbesar dan juga kerang terlezat di kedai itu.
Namun belum sempat sang penjual menangkap lobster pesanan Mario.
Indi langsung menarik pemuda itu meninggalkan kedai itu.
"Jangan beli disana, lobsternya tidak bagus," bisik Indi
Meskipun kecewa karena gagal membelikan seafood untuk Indi setidaknya Mario senang karena Indi berhasil memecahkan kelakuannya selama berkencan dengannya.
Melihat Indi begitu erat menggandeng lengannya, pemuda itu merasa sangat bahagia, apalagi saat melihat senyuman Indi yang terus mengembang saat berlari bersamanya.
Keduanya berhenti di depan sebuah restoran seafood tempat Rico dan Selena menikmati makan siang mereka.
Indi tak sadar menelan salivanya berkali-kali saat melihat gambar menu seafood yang dipasang di depan restoran.
Namun ia segera menggelengkan kepalanya saat melihat harga menu tersebut.
"Harganya lebih mahal tiga kali lipat, andai saja aku bisa mendapatkan seafood terbaik dengan harga sedikit miring pasti aku akan bisa memasak hidangan laut yang lebih nikmat dari menu restoran itu,"
Indi kemudian menengok jam tangannya.
"Masih ada waktu, aku yakin pasti bisa mendapatkan seafood terbaik dengan harga murah," ucap wanita itu menyemangati dirinya
Mario kemudian menghampiri gadis itu dan memberikan minuman dingin kepadanya.
"Terimakasih," jawab Indi
"Setelah ini kita akan kemana lagi?" tanya Mario
"Aku masih penasaran dengan seafood di pasar tadi, bisakah kau mengantarku untuk kembali ke sana?" tanya Indi
"Tentu saja, bukankah asyik berkencan sambil belanja," jawab Mario
"Syukurlah kalau kau tidak keberatan, aku yakin kali ini aku pasti bisa mendapatkan lobster terbaik dengan harga murah, dan aku pasti akan membuat hidangan spesial dengan lobster itu," ucap Indi begitu bersemangat
__ADS_1