
Kapten tim lawan mengeluarkan pistol.
Semua orang yang ada di tempat itu menjerit ketakutan. Tentu saja mereka mengira jika pria itu adalah seorang rampok, atau penjahat kelas hingga berani menodongkan pistolnya di kantor kepolisian.
Tentu saja kejadian itu membuat para napi seketika berlarian untuk menyelematkan diri. Kini oara sipir dibuat panik saat melihat kondisi di tempat itu sudah tidak kondusif.
Sang komandan berusaha menghentikan kekacauan itu dengan menembakkan whistle ke angkasa. namun rupanya merata justru hal itu malah memperkeruh keadaan. Suasana menjadi semakin ricuh h saat para polisi tak bisa mengendalikan para napi, hingga mebuat Syahrial memerintahkan untuk menyemprotkan gas air mata kepada para napi yang melawan.
Sementara itu sang kapten tim mengatakan kalau protagonis wanita mengalami kesialan karena bertemu dengannya di luar arena perlombaan.
Ia menodongkan pistolnya ke kepala gadis itu dan menyuruhnya untuk berjalan meninggalkan tempat itu.
Tidak disangka, Yuan yang melihat kejadian itu langsung menekan pistol dan mengarahkannya ke kepala kapten tim lawan.
__ADS_1
Ia mengatakan kalau penjara ini adalah milik mereka, akhirnya kapten tim lawan hanya bisa melepaskan pistolnya. Ia mengangkat tangannya keatas sebagai bukti ia menyerah.
Kemudian seorang pria botak berjalan mendekat, Yuan Shao dan Bridav tahu kalau dia adalah asisten kepercayaan si distributor. Ia kemudian menyuruh pria itu menunggunya.
Sementara itu Kapten tim lawan mengancam Indira dengan mengatakan kalau bosnya telah datang.
"Jangan bangga dulu Indi. Ingat kau tak bisa mengalahkan aku lagi karena ini bukan acara variety show. Aku sudah mengirimkan signal bahaya kepada bos besar. Dan mungkin sekarang ia sudah dalam perjalanan ke sini untuk membebaskan Aku," ucap Kapten Tim
Ia bahkan menyombongkan diri jika bosnya adalah seorang mafia.
Ia juga menyuruhnya untuk minta maaf pada Yuan Shao dan juga Indira. Yuan melihat tatapan Indira yang sangat ingin makan dan minum, akhirnya menyuruh pria botak menggunakan makanan dan minuman sebagai permintaan maaf. Demi tidak menunda transaksi, pria botak langsung setuju, kemudian mengatakan tim kru film harus pergi semua, karena distributor takut bertemu orang asing. Yun dengan pasrah hanya bisa mengusir yang lainnya.
Padahal sebenarnya ia ingin memamerkan keberhasilannya saat membekuk penjahat kelas kakap Kapten Tim lawan.
__ADS_1
Meskipun tahu jika kapten bukan seorang penjaga apalagi dewa namun tetap saja ia akan merasa senang manakala ia berhasil menangkap seorang penjahat meski ia hanya seorang amatir.
Ia bersama du orang rekan kerjanya
Kini mereka hanya berlima saja. Bridav, Indi, Yuan, kapten tunbaaƱSang pria botak merasa senang dengan kerja Yuan dan teman-temannya.
Yuan tersenyum melihat ekspresi wajah dingin Indira. Wanita itu sepertinya sudah tahu jika pria itu hanya bersandiwara saat menodongkan pistolnya.
Namun Yuan membantahnya, ia menjelaskan jika kejadian tadi adalah murni tanpa rekayasa.
Ia sengaja ingin mengetahui raut wajah Dingin Indira juga kapten Tim yang tampak begitu takut saat salah saat melihat Indi terus memelototiny.
Ia bahkan bisa melihat bagaimana Yuan memperlakukan Kapten tim lawan
__ADS_1
Pria botak yang melihat Yuan shao, langsung memeluknya dengan erat dan mengatakan akhirnya dia menemukan Yuan.
Yuan hanya tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Indira.