KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 61


__ADS_3

Ketua Tim B memang tidak suka jika ada seseorang yang menyebutnya mata sipit.


Kemarahannya tak terbendung lagi manakala mendengar Indi mengatakan mata sipitnya menggemaskan, baginya itu bukan sebuah pujian tapi sebaliknya.


Ia segera mengambil senapannya dan mengarahkan kepada Indi. Melihat lawannya menodongkan senjata membuat gadis itu langsung bersiaga.


Sebuah peluru melesat kearahnya membuat Indi langsung meliukkan tubuhnya menghindar agar tidak terkena tembakan ketua Tim B.


Ketua Tim B begitu murka saat mengetahui Tembakannya tidak mengenai Indi. Ia kembali mengokang senapannya dan menembaki gadis itu lagi.


Dengan cepat Indi melompat menghindari tembakan pemuda itu.


Melihat kegesitan Indi yang selalu berhasil menghindari serangannya membuat pemuda itu semakin berang.


Para netizen ramai memuji kelihaian Indira, dan menertawakan ketua Tim B yang terlihat ambisius namun selalu gagal menebak Indi.


Emosi karena selalu gagal membidik Indi dari dekat membuat lelaki itu segera melompat turun dari pohon.


Namun karena terburu-buru dan tidak melihat pijakan yang kosong lelaki itupun jatuh menimpa anggota timnya sendiri yang berada di bawah pohon.


Kebetulan seorang pria anggota tim B sedang melihat keatas pohon karena mendengar suara tembakan berkali-kali.


Ia yang sedang mencari sang ketua Tim begitu terkejut saat seseorang jatuh dari atas pohon dan menginjak pundaknya.


"Awww!!"


*Brugghh!!


Keduanya terjatuh, sehingga membuat sang ketua Tim semakin marah.


Ia kemudian memaki anggota timnya karena tidak bisa menahan tubuhnya. Ia menyipitkan matanya saat melihat anggota timnya dan memukulinya untuk melampiaskan kekesalannya.


Saat lelaki itu menengadahkan kepalanya untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Sang Ketua, ia justru menahan tawa saat melihat mata sang ketua Tim yang hilang. Ia sangat ingin tertawa namun tak berani hingga hanya bisa menahannya.


Karena terus menahan tawanya membuat tubuh lelaki itu berguncang. Ketua tim dapat merasakan getaran tubuh lelaki itu.


Kemarahannya semakin memuncak saat mengetahui anggota timnya juga menertawakan mata sipitnya.


"Dasar brengsek beraninya kau menertawakan aku!"


Karena tak tahan ia kemudian mendaratkan pukulan yang begitu keras ke helm pemuda itu hingga membuat lelaki itu kalah begitu saja.


Melihat anak buahnya berdatangan membuat ketua Tim langsung menyuruh mereka untuk menghabisi Indira yang ada di atas pohon.

__ADS_1


Ia memerintahkan anggota timnya untuk menembak Indira. Melihat Indira dikepung oleh tim lawan membuat Bridav dan anggota tim lainnya khawatir kepadanya.


Mereka berpikir bagaimana Indi menghadapi delapan orang yang sudah siap menembakkannya.


Bridav menyuruh mereka untuk berhenti mencari harta karun dan fokus menyelamatkan Indi.


Ia memerintahkan mereka bergerak perlahan mendekati musuh.


Sementara itu Indi hanya tersenyum tipis saat melihat tujuh orang mengarahkan senapannya kepadanya.


Ia terlihat begitu santai dan tak terlihat gentar sama sekali. Bagi seorang Indira dikepung tujuh orang bukanlah sesuatu yang menakutkan.


Dalam dunia peperangan sesungguhnya bahkan ia pernah hampir mati saat ia dikepung oleh ratusan tentara musuh.


"Baiklah kalau kalian suka main keroyokan, aku juga bisa mengeroyok kalian semua,"


Wanita itu kemudian mengambil senapannya dan mulai memasang kuda-kuda.


Dor, dor, dor!!


Suara tembakan bergemuruh saat anggota tim B melepaskan tembakan mereka kearah Indira. Gadis itu dengan gesit melompat berpindah dari saru dahan ke dahan pohon lainnya untuk menghindari serangan anggota tim lawan. Kecepatan gerakan Indira membuat musuh-musuhnya tercengang.


Bagaimana bisa seorang wanita sepertinya bisa menghindari semua serangan lawan hingga tak satupun peluru lawan yang menyentuh sehelai rambut Indira.


Terdengar suara teriakan ketua Tim yang begitu frustasi saat gagal melumpuhkan Indira.


Semua anggota tim B ketakutan melihat sang ketua yang terlihat begitu kacau saat gagal mengeksekusi seorang Indira.


Kini Mentalnya sangat tidak baik dan membuat anggota timnya perlahan menjauhinya.


Mereka perlahan mundur untuk mengantisipasi amukan sang ketua.


Melihat anggota Timnya tertekan, sang ketua kemudian memerintahkan mereka untuk melanjutkan mencari harta karun.


Karena percuma saja menyerang Indira jika mereka gagal mendapatkan harta karun pasti akan dinyatakan gagal memenangkan pertandingan.


Sementara ia hanya itu yang dipikirkan oleh sang ketua. Ia merasa hanya menyia-nyiakan waktu jika menyerang Indira.


"Waktu kita tidak banyak, jadi aku minta kepada kalian untuk fokus mencari harta karun. Meskipun kita hanya tersisa tujuh orang, aku yakin kita bisa menemukan harta Karun itu dan memenangkan pertandingan ini, are you ready!" seru sang ketua Tim memberikan semangat


"Ready!" jawab anak buahnya serentak


Sementara itu Bridav mempercepat langkahnya mendekati musuh.

__ADS_1


Ia berjalan dibalik semak belukar hingga tak membuat pihak musuh mencurigainya.


Semua anggota tim mengikuti pemuda itu dengan hati was-was.


"Let's Rock!" seru sang ketua Tim membuat anak buahnya langsung membalikkan badannya.


Enam orang anggota tim langsung bergegas pergi sebelum ketua Tim marah padanya


Di tempat berbeda Bridav menyuruh semua orang untuk merunduk saat melihat tim lawan meninggalkan Indira.


"Sepertinya Indi berhasil mengatasi semuanya, sebaiknya kita fokus mencari harta karun lagi," ucap pemuda itu memberikan arahan


"Benar, waktu kita tidak banyak lagi. Menurut ku kita tidak perlu mengkhawatirkan Indi, karena ia pasti bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Lagipula tim lawan juga tidak akan gegabah untuk menghabisinya karena itu sama sekali tak menguntungkan bagi mereka," sahut Dimitri


"Baiklah kalau begitu kita kembali ke rencana awal!"


Bridav mengerahkan semua anggota Tim mengikutinya menuju sebuah tempat yang sudah ia tandai dalam peta.


Semuanya bergegas menuju lokasi.


Akan tetapi Bridav meminta semua anggota timnya berhenti saat mendengar derap langkah kaki mendekati mereka.


Pemuda itu membalikkan badannya dan melihat kebelakang.


Ia membelakakan matanya saat melihat tim lawan mendekat kearahnya. Semua orang tiba-tiba menjadi panik dan segera bersembunyi.


"Apa yang harus kita lakukan?' tanya Dimitri


"Sepertinya mereka akan menuju lokasi yang sama dengan kita. Sebisa mungkin kita harus mengalihkan mereka agar tidak menemukan tempat itu. Berbahaya jika mereka duluan yang sampai ke sana dan menemukan harta Karun itu," ucap Bridav


"Lalu, kita harus bagaimana, apa kau ingin kita menyerangnya??" tanya Mario


"Tidak perlu, kita hanya perlu mengalihkan perhatian mereka," jawab Bridav


Lelaki itu kemudian membagi timnya menjadi dua, empat orang dipimpin oleh Dimitri berlari kearah barat. Sedangkan ia dan dua orang lainnya berlari kearah timur.


Anggota Tim lawan yang mengetahui pergerakan mereka langsung mengejarnya.


Bridav dan yang lainnya mempercepat langkahnya dan langsung bersembunyi saat anggota tim lawan mengejar mereka.


Namun Selena yang begitu ketakutan tiba-tiba tergelincir hingga membuat Tim lawan berhasil menemukannya.


Gadis itu begitu ketakutan saat melihat beberapa orang berdiri di depannya.

__ADS_1


Karena panik ia segera mengambil kantong plastik di sampingnya untuk menutupi kepalanya.


__ADS_2