KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 49


__ADS_3

Bridav segera menghubungi Indira dan memberitahukan rencananya untuk mengunjungi kediaman Hemalia bersamanya.


Namun Ia terkejut saat mendengar jika Indira sudah jalan lebih dulu dan akan segera tiba di vila.


"Ah sial, kenapa aku kalah cepat, apa mungkin guru juga menghubunginya hingga ia langsung menuju ke vilanya??"


Tanpa berpikir panjang Bridav langsung menyambar jaketnya dan bergegas meninggalkan gedung XX Entertainment.


Ia segera meluncurkan mobilnya menuju kediaman Hemalia di kawasan Puncak Bogor.


Setibanya di Villa, Hema langsung menyambutnya dan mengajaknya masuk kedalam.


Hema mengira jika keduanya belum saling mengenal hingga berinsiatif untuk memperkenalkan keduanya.


Melihat kedatangan Bridav membuat Indi langsung menghampirinya dan menyapa pemuda itu.


"Selamat datang adik kedua, apa perjalanan mu lancar?" sapa Indi begitu ramah


Hema terkejut saat mendengar Indi memanggil Bridav dengan sebutan adik kedua.


"Adik kedua, yang benar saja, kau seharusnya memanggil dia senior karena ia lebih dulu menjadi murid ku!" seru Hema


"Oh maaf guru, aku hanya bercanda, lagipula dulu Bridav juga pernah memanggil ku kakak, jadi aku balas dengan memanggilnya adik kedua," jawab Indi mencoba menjelaskan


"Tapi tetap saja kau harus memanggilnya kakak atau senior secara dia juga lebih tua darimu, tidak sopan jika kau hanya memanggil namanya saja," sahut Hemalia


"Baik Guru," jawab Indi menurut


Yang benar saja, bukankah dia yang seharusnya memanggil ku kaka, secara aku sudah hidup selama lebih dari seratus tahun, sedangkan dia paling baru puluhan tahun,


Saat Hema masih memperdebatkan tentang senior dan junior tiba-tiba anak angkat wanita itu datang menghampiri mereka.


Gadis itu tersenyum simpul menatap Bridav namun langsung sinis saat melihat Indira.


Gadis itu segera memberitahukan kepada Bridav bahwa angsa putih kesayangannya sudah hilang dicuri orang.


Mendengar hal itu Indi langsung menundukkan kepalanya.


Tidak lama ponselnya berdering, ia segera menjauh agar lebih leluasa berbicara dengan Ace yang tiba-tiba menghubunginya.


"Ada apa, kenapa kau menelpon ku?" tanya Indira


Ace kemudian memberitahukan gadis itu untuk melakukan siaran live di Instagram jika tidak ada kegiatan lain.

__ADS_1


"Kau harus sering-sering melakukan siaran live atau sekedar menyapa para fansmu untuk mendapatkan popularitas. Dengan begitu popularitas mu akan naik dan followers mu akan semakin bertambah. Bukan hanya itu saja, kau juga akan mendapatkan banyak endors jika memiliki banyak followers, jadi mulailah sekarang," terang Ace


"Ok, aku Akan melakukan live setelah kau selesai menghubungi ku," jawab Indira


"Baik, aku tunggu siaran live mu sekarang," sahut Ace kemudian mengakhiri panggilannya


Indi kemudian berpikir apa yang akan dilakukan untuk melakukan siaran live. Tidak mungkin ia akan bernyanyi karena suaranya yang jelek.


"Aku bingung harus menampilkan apa, sedangkan pemilik tubuh ini sama sekali tidak memiliki kelebihan,"


Ia kemudian bergabung lagi dengan Hema, Bridav dan anak angkat Hema yang masih membicarakan tentang angsa putih kesayangan Bridav.


Indi melihat seekor ayam di depan Vila. Senyumnya mengembang saat melihat ayam itu.


Ia kemudian membisikkan sesuatu kepada Hemalia.


Wanita tua itu awalannya melotot mendengar ucapan Indira, namun setelah Indi menjanjikannya akan membuatkan sup ayam yang lezat wanita itu akhirnya setuju untuk melepaskan ayam miliknya.


Indi segera memulai siaran langsungnya. Bukan menari apalagi menyanyi yang akan ia tunjukkan pada live malam itu, melainkan c membunuh ayam.


Tentu saja semua netizen langsung ramai mengomentarinya begitu mendengar acara live Indira tersebut.


"Wah yang benar saja, kalau cuma membunuh ayam, semua orang bisa melakukannya??"


Banyak juga yang berkomentar jika itu adalah hal yang kejam dan bisa di hujat oleh aktifis pecinta hewan.


Kolom komentar semakin ramai saat para netizen melihat kehadiran Bridav di acara Live tersebut.


Mereka kembali ramai memperbincangkan tentang hubungan Indi dan Bridav. Bagaimanapun juga kebersamaan keduanya selalu memancing gosip tentang hubungan mereka.


Hema kemudian keluar rumah, wanita itu mulai membuka kandang ayamnya. Ia segera melepas tali yang mengikat kaki sang ayam setelah mendapatkan aba-aba dari Indira.


Semua orang langsung berkeliling untuk mengejar ayam. Ayam itu berlari begitu cepat hingga membuat tak seorangpun bisa menangkapnya.


Sang ayam memecahkan vas bunga dan benda-benda lain yang ditabraknya.


Melihat hal itu membuat wanita tua dan yang lainnya semakin geram dan ingin. segera menangkap ayam tersebut.


Berbeda dengan Bridav, Hema dan putrinya yang terus berlari mengejar sang ayam, Indira justru diam sambil mengamati gerak sang ayam.


Indi terus memperhatikan kecepatan dan arah lari ayam. Senyumnya mengembang saat ia berhasil mengetahui semuanya.


Ia kemudian bangun dan berdiri. Ia sengaja meregangkan otot-ototnya sebelum mengejar sang ayam.

__ADS_1


Satu detik kemudian Indi berlari secepat kilat kehadapan ayam dan menabraknya.


Sang ayam terhempas dan menghantam dinding kemudian mati.


Semua orang langsung mengakui kehebatan Indira.


Bukan hanya sangat cepat berlari, Indi bahkan bisa memprediksi arah gerak ayam hingga dengan mudah menyergapnya.


Setelah acara live berakhir, seperti janjinya Indi segera membuatkan sup ayam yang lezat untuk Hemalia. Karena ia sangat bahagia acara livenya begitu ramai Indipun memberi bonus dengan membuatkan ayam panggang yang tidak kalah nikmat untuk mereka.


"Wah hari ini kita benar-benar makan besar!" seru sang anak angkat


Indi tersenyum dan mempersilakan mereka untuk mencicipi masakannya.


Melihat menu makan malam yang begitu lezat membuat Hema begitu Semangat untuk menghabiskan makanannya.


Wanita itu sering melewatkan makan malam beberapa hari terakhir, namun saat melihat sup ayam buatan Indi kenapa nafsu makannya seketika langsung kembali.


Indi begitu senang melihat semua orang menikmati masakannya.


"Karena kau sudah membuatkan sup ayam kesukaan ku, maka aku juga ingin memberikan hadiah untukmu," ucap Hema


Wanita tua itu langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya.


Indi menatap sang putri angkat, namun gadis itu hanya mengangkat bahunya.


Tidak lama Hema kembali ke meja makan membawa sebotol anggur di tangannya.


"Ini adalah arak tua yang langka, aku sengaja menyimpannya dan meminumnya saat ada acara penting saja. Namun hari ini karena hatiku begitu senang maka aku ingin membaginya dengan kalian, kecuali laras Indi dan Bridav bisa menikmati minuman ini," ucap Hema kemudian meletakkan botol araknya ke meja


Ia kemudian mengambil gelas kecil dan menuangkan minumannya.


"Wah arak ini benar-benar nikmat jika dinikmati dengan ayam panggang," ucap Hema setelah meneguk minumannya


Ia kemudian menuangkan arak itu ke gelas lainnya dan memberikannya kepada Bridav.


"Minumlah," ucapnya lirih


"Terimakasih guru," jawab Bridav menerima minuman tersebut dan meneguknya


Melihat Bridav dan Hema begitu menikmati arak tersebut membuat Indi juga ingin mencobanya.


Saat ia hendak meraih botol arak di depannya Bridav langsung menekan tangannya.

__ADS_1


Lelaki itu segera menahannya karena tahu jika Indi dilarang minum minuman beralkohol oleh Ace.


__ADS_2