KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 81


__ADS_3

Rein menghela napas dalam, pemuda itu benar-benar kehilangan semangat untuk syuting.


Berdasarkan kemampuan akting dan sikap profesionalnya, ia tidak seharusnya begitu. Namun pemuda itu sedang memiliki beban pikiran yang membuatnya terus melamun secara tidak sadar.


Meskipun ia sadar apa yang dilakukannya salah, namun ia tak punya pilihan lain selain menerima.


"Hari ini kondisi ku sedang tidak prima, apa boleh jika aku izin tidak syuting hari ini," ujar Rein menghampiri Arnold


Arnold menatap sinis kearahnya,


"Aku janji hanya izin satu hari saja, setelah itu aku akan kembali syuting seperti biasa. Semoga setelah istirahat aku bisa kembali fokus saat syuting," imbuhnya


Bridav melirik sekejap kearah pemuda itu. Ia tak habis pikir bagaimana Rein sempat-sempatnya meminta izin di saat semua orang sudah siap untuk syuting "Ratusan orang sudah bersiap untuk syuting, mana mungkin membatalkan syuting hanya dengan 1 kalimat darimu. Kalau kamu mau izin seharusnya sehari sebelumnya kamu sudah memberitahu, bukan dadakan seperti ini," tutur Bridav ikut kesal dengan sikap plin-plan Rein


"Aku tidak meminta membatalkan syuting, aku hanya mengajukan izin untuk tidak ikut syuting hari ini," tegas Rein


"Sama saja, jika kau tidak syuting hari ini berarti syuting batal hari ini karena seratus persen adegan hari ini adalah tentang protagonis pria dalam drama bukan yang lain," sahut Bridav dengan nada tinggi


Melihat Rein yang dimarahi oleh Bridav, tiba-tiba saja Indi merasa kasihan padanya. Namun ia juga bingung harus melakukan apa untuk melerai keduanya. Gadis itu lalu mengeluarkan mi lidi dari tas kecilnya dan mulai memakannya.


Susan mulai mencium aroma makanan tersebut dan seketika ia menelan salivanya saat melihat Indi yang tengah melahap camilan itu.


Wanita itu jadi teringat masa kecilnya saat masih sekolah yang ngemil diam-diam di bawah panggung. Susan masih ingat betul bagaimana rasanya mi lidi itu. Tiba-tiba ia begitu ingin meminta Camilan itu dari Indira. Namun ia sadar jika Indi tidak mungkin membagi camilan itu padanya mengingat ia selalu membuat masalah dengannya.


Susan pun merasa gelisah karena telah mencari masalah dengan Indira di hari pertama mereka bertemu. Sebenarnya ia merasa jika Indi adalah orang yang baik, hanya saja wanita itu tidak pernah berinisiatif untuk berkomunikasi dengan orang lain. Susan merasa alangkah baiknya jika dapat berteman dengan Indira, ia pun melangkah diam-diam ke arah protagonis wanita.


Saat ia hendak menyampaikan maksudnya tiba-tiba Arkan langsung melirik ke arahnya.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Arkan dengan tatapan sini


"Aku...aku hanya ingin!"


Arkan yang melihat gerakan mulut Indi mengira bahwa wanita ini ingin menyantap Susan.

__ADS_1


Ia kemudian segera mengingatkan Susan untuk berhati-hati dengan Indira.


"Sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan pernah dekat-dekat dengan Indi jika kau tak ingin dimakannya," celetuk pemuda itu memperingatkannya


Melihat Susan masih termangu menatap Indi membuat Arka. langsung menarik lengan gadis itu dan mengajaknya pergi menjauh dari Indira.


Sementara itu Rein sudah hampir putus asa saat Arnold tak memberinya izin syuting.


Saat adegan syuting di mulai, Ia pun langsung melepas tali penggantung dan membuangnya ke tanah. Rein berkata bahwa ia adalah pemeran utama dalam drama, ia bisa saja membatalkan syuting semaunya.


Mendengar ucapan Rein yang begitu arogan membuat Bridav menyarankan kepada Arnold untuk mengganti tokoh utama pria dalam drama. Ia merasa jika Arnold harus mengganti Rein agar dapat menyelesaikan masalah dari akarnya.


Mendengar hal ini, Rein mendengus kesal. Ia benar-benar tidak menyangka jika sepupunya justru memprovokasi sutradara untuk mengganti dirinya dengan orang lain.


Dasar brengsek, bukanya membelaku, kau malah menusukku dari belakang.


Rein yang geram dengan tindakan Bridav langsung membuka suara.


"Aku adalah seorang aktor papan atas, sebuah kehormatan bagi tim kru kalian, karena aku mau bergabung dalam drama ini, jadi tolong hargai aku dan jangan memperlakukan aku seperti seorang terpidana!" tutur Rein dengan penuh emosi


Dasar brengsek, beraninya kau berkata seperti itu,


"Memangnya siapa yang waktu itu mengusulkan diri untuk bergabung dalam drama ini. Kau bersikeras untuk ikut bergabung dalam drama ini dan memohon kepadaku, tapi kau malah meremehkan tim kru sekarang. Kamu benar-benar manusia yang tak tahu diuntung!" cibir Arnold


Bridav mengernyitkan dahinya saat mendengar Jawa Arnold, ia berpikir tidak seharusnya seorang aktor papan atas mengusulkan dirinya untuk bergabung di sini, apa tujuannya?


Sedangkan Susan berjalan pada Indi dan bertanya apakah ia dapat meminta 1 mi lidi pada wanita itu.


"Apa boleh kau membagiku satu bungkus saja," ucap Susan penuh harap


"Maaf tapi, mie nya sudah habis," jawab Indi menolak secara halus.


Seketika wajah Susan berubah gusar, bagaimanapun ia merasa begitu kecewa saat Indi tak mau membagi mienya padahal ia tahu Indi masih memiliki banyak di dalam tasnya.

__ADS_1


Karena Rein, syuting pun dihentikan. Sutradara yang sedang panik di ruang istirahat berjalan mondar-mandir. Wakil sutradara pun memberi usulan agar Bridav memerankan tokoh ini.


"Bagaimana kalau kita mengganti peran utamanya dengan Bridav, alu yakin dia tidak akan menolaknya jika kau yang memintanya," ujar Ricky


Mendengar ini, sutradara terdiam sejenak lalu berkata, "Bridav pasti tidak memiliki waktu, apalagi tim kru juga tidak sanggup membayar pria itu," ujar Arnold pesimis


"Kalau kau setuju kita bisa meminta bantuan Indi untuk membujuknya. Bukankah dia sangat menurut kepada wanita itu," jawab Ricky begitu percaya diri


"Apa kau yakin?" tanya Arnold memastikan


"Tentu saja aku yakin, bukankah kita semua tahu jika Bridav paling menurut dengan Indi. Kita hanya perlu meminta bantuan Indi untuk membujuknya agar mau menggantikan posisi Rein. Untuk bayarannya kita tinggal negosiasikan dengan menajemennya nanti," jawab Ricky


"Kalai begitu atur saja semuanya,"


Malamnya saat pembagian nasi kotak, sutradara meminta Indi untuk memberitahukan hal ini pada Bridav.


"Kali ini tolong bantu aku," bisik Arnold penuh penekanan


Indi menatap lelaki itu dengan tatapan yang tak bisa di tebak.


Melihat tatapan mata Indi, Arnold mengira jika wanita itu menginginkan imbalan untuk melakukan tugas ini.


Ah sial, kenapa kau sama saja dengan artis lainnya.


Arnold kemudian mengambil ponselnya dan segera membuka aplikasi e banking nya.


Ia kemudian mengirimkan 2 juta rupiah pada rekening Indira.


"Apa itu cukup?" ucap Arnold menunjukkan bukti transfer kepada Indira


Seketika senyuman Indi langsung mengembang saat melihat nominal yang dikirim oleh Arnold.


"Aku rasa ini lebih dari cukup," jawab Indi mengedipkan matanya

__ADS_1


__ADS_2