
Tengah malam, Bridav terjaga. Ia baru ingat jika Indi belum pulang. Untuk menjawab rasa penasarannya, pria itu kemudian mengunjungi kamar Indira.
Ia mengetuk pintu kamar tersebut dan memanggil Indira untuk memastikan jika gadis itu sudah pulang.
Sementara itu di tempat yang berbeda Indi membuka matanya dan mendapati dirinya belum pulang. Pas sekali ia mendengar suara ketukan pintu dari luar. Namun itu adalah ketua tim B Yuan Shao.
Melihat yang membuka pintu bukan Indi membuat wajah pria itu langsung cemberut.
Begitupun dengan Indira yang juga kecewa karena pria itu tak menghubunginya apalagi menjemputnya. Ia sangat berharap jika Bridav datang untuk menjemputnya.
Ketua tim B memberitahu Bridav bahwa pemeran pria utama drama telah keluar.
Ia juga berkata dirinya yakin kalau Indira adalah orang yang dicarinya, tanda lahir protagonis wanita dapat membuktikan semua itu.
"Bagaimana kau bisa tahu tanda lahir Indira?" tanya Bridav
"Aku memerintahkan Lee untuk memata-matainya dan Lee berhasil membuktikan jika Indi adalah wanita yang selama ini dicarinya." jawab Yuan Shao
Setelah itu, ketua tim B bercanda dan berkata ia sudah mencari Indi selama beberapa tahun.
"Apa kau yakin Indi benar-benar orang yang kau cari, jika benar apa buktinya?" tantang Bridav
Sebelumnya ia terus menyinggung wanita tersebut, apa mungkin wanita itu akan menyimpan dendam padanya seperti Bridav?.
Melihat cara Yuan Shao menceritakan tentang Indi, dia mengira jika lelaki itu memiliki dendam dengan Indira.
Dulu ada sebuah pelatihan. Skor Bridav berada di bawah ketua tim B. Tengah malamnya, Bridav sengaja mencukur alis ketua tim B. Bridav berkata itu permasalahan saat mereka masih kecil.
"Jangan hubungkan masalah itu dengan sekarang, kejadian itu sudah lama berlalu," ujar Bridav
Ketua tim B tak berhenti dan berkata bahwa Indira adalah kekasih masa kecilnya. Yuan kemudian menceritakan sedikit tentang masa kecilnya dengan Indi. Gadis itu sangat suka menempel padanya.
Kali ini Bridav semakin curiga kepada Yuan, bagaimana mungkin ia bisa mengakui Indi sebagai kekasihnya.
Meskipun Pria itu sudah menyebutkan ciri-ciri kekasihnya, lelaki itu tetap tak percaya.
"Aku tidak percaya, apapun yang kau ceritakan aku tidak yakin kecuali Indi sendiri yang mengatakannya kepadaku. Aku juga tidak perduli dengan tanda yang ada di punggung Indira karena banyak wanita yang memiliki tanda itu." Tutur Bridav
"Aku maklum jika kau tidak mempercayainya. Apalagi kau menyukainya," jawab Yuan Shao
"Bukan kerena itu, aku yakin kau bisa saja salah orang. Karena hal itu mungkin saja terjadi,"
"Semuanya sudah jelas, aku sudah menyelidikinya cukup lama," jawab Yuan Shao bersikeras
__ADS_1
Meskipun Bridav tak mempercayai, ia tetap meyakini jika Indi adalah kekasih masa kecilnya. Jika banyak yang berubah dari Gadis itu itu sudah wajar terjadi mengingat mereka sudah berpisah begitu lama.
Bisa saja Indi mengalami amnesia karena dulu ia sempat jatuh dari jurang sebelum ia benar-benar menghilang.
Di lokasi syuting, semua orang makan dan minum dengan puas, hanya sutradara yang sedang membersihkan lokasi. Wakil sutradara meminta Indira untuk minum.
Ia tahu jika Indi sangat suka minum hingga sengaja mengajak wanita itu untuk minun.
Wanita itu berkata alkohol harus diminum bersama es batu agar lebih enak.
.
Tentu saja wakil sutradara mengikuti apa yang Indi kemukakan. Ia menambahkan beberapa potongan batu es kedalam minumannya.
Saat mencicipinya ia merasakan minumannya jauh lebih nikmat dari sebelumnya.
"Wah kau benar, sebenarnya kau belajar dari mana cara ini?" tanya assisten sutradara
"Aku hanya melihatnya di film," jawab Indira
Kerana melihat di lokasi syuting tidak ada kulkas mereka berdua
Kemudian, mereka pun bersekongkol dan memberi kode pada sutradara untuk membeli kulkas.
Ia kemudian menawarkannya kepada sutradara. Dan lelaki itu setuju kemudian membayari Kulkas itu.
"Bagaimana jika membeli kulkas ku saja, kebetulan aku ingin menjual kulkas yang aku dapatkan dari juara lomba berenang?" tukas Indira
"Kalau kau menjualnya dengan harga murah aku pasti akan membelinya," jawab sutradara
Indi tertawa dan mengatakan jika kulkas miliknya adalah kulkas terbaik dan sangat besar. Ia mengatakan jika sutradara tidak akan menyesal jika membeli kulkas itu darinya.
"Kalau begitu berapa harganya?" tanya sutradara
Indi menyebutkan angka dua digit dibelakang nol enam digit.
"Wah mahal sekali, apa kau tidak bisa menguranginya untukku?" tanya Sang Sutradara
melihat pria itu sudah tertarik untuk membeli kulkas miliknya, Indi pun mengurangi harga kulkas tersebut.
Pria itu kemudian setuju untuk membeli kulkas miliknya membuat semua orang senang karena di lokasi syuting .
Sekarang kulkas tersebut berhasil terjual. Indi sangat bahagia karena ia mendapatkan banyak dari penjual kulkas itu.
__ADS_1
Indi sangat beruntung karena ia bisa memiliki uang lebih banyak dari perlombaan renang.
Tidak lama kemudian Bridav tiba di lokasi syuting. Lelaki itu kemudian memeluk Indira saat pertama kali melihatnya.
Karena benar-benar khawatir ia bahkan berkali-kali menanyakan alasan gadis itu tidak cepat pulang setelah acara selesai.
"Itu karena aku ingin berbincang lebih lama dengan sutradara," jawab Indi
"Memangnya sejak kapan kalian dekat?" selidik Bridav
"Sejak syuting," jawab Indi membuat pria itu tak melanjutkan pertanyaannya
Baginya ia sudah yakin dengan Indira.
Ia tahu jika gadis itu tak memiliki hubungan spesial dengan sutradara.
"Aku percaya kamu, aku harap lain kali kau harus memberi tahu aku jika ada masalah seperti ini lagi," ujar Bridav
"Ok, andai saja aku tak ketiduran. Mungkin aku sudah mengabari mu. maafkan aku jika sudah membuat mu khawatir?" jawab Indira
Bridav kembali memeluknya dan mengusap lembut rambutnya.
Tanpa Indi tahu lelaki itu mencoba membuktikan apa benar Indi memiliki tanda lahir seperti yang diceritakan oleh Yuan Shao kepadanya.
Petugas tim kru berkata bahwa kedua protagonis sangat romantis, "Apakah mereka berpacaran?" tanya seorang tim kru
"Sepertinya tidak, karena manajemen mereka melarang artisnya pacaran,"
Sementara itu Indi langsung menyangkalnya begitu mendengar desas-desus seperti itu. Tak disangka Bridav segera menelepon sutradara pada saat ini.
Tak mau melihat Indi bersedih, ia kemudian menghubungi Sutradara untuk mengatakannya jika ia tak boleh mengatakan hal seperti itu di depan umum.
Saat sutradara tak mendengar ucapannya pria itu menyuruh sang sutradara untuk membuka loudspeaker karena ia ingin berbicara dengan yg lain.
Setelah itu, wanita itu mengetahui kenapa Indi belum pulang.
"Lalu kapan ku akan pulang?" tanya Yuan
"Entah," jawab Indi singkat
"Bagaimana jika sekarang saja?" tanya Bridav
"Tapi sekarang sudah malam, aku tidak mau terjadi sesuatu?" tutur Indira
__ADS_1
"Jangan khawatir aku akan melindungi mu," jawab Bridav