
Indi mengajak semua orang menuju ke Penjara. Meskipun ada beberapa orang yang tidak bersedia datang ke tempat itu, namun setelah Indi menjelaskan ia hanya akan mentraktir makan siang maka tak satupun yang menolak.
Begitupun dengan Bridav, Yulia tahu kalau identitas Bridav tidaklah biasa, jadi menanyakan pendapat pria itu.
Ia takut pria itu tak mau ikut makan siang di penjara. Namun siapa sangka Bridav mengatakan dia bisa makan di penjara.
"Apa kau yakin ikut makan siang di penjara?" tanya Yulia
Bridav pun mengangguk tanpa ragu.
"Tapi yang aku dengar kau sedikit memiliki phobia terhadap penjara. Apa benar tidak masalah jika kau bergabung dengan kami?" tanya Yulia lagi
Kali ini mimik lelaki cantik itu tampak khawatir meskipun Bridav tidak mempermasalahkan.
"Tentu saja tidak akan ada masalah, aku yakin aku tidak masalah jika berada di sana," jawab Bridav
Lalu sekelompok orang itu langsung berjalan masuk ke dalam.
Bridav terlihat duduk tak jauh dari Indira, pria itu terus mengamati Indi yang terlihat sangat dekat dengan Satria.
__ADS_1
Di meja makan, Indi meminta Satria untuk membantunya menyelidiki seseorang. Keduanya terlihat begitu serius saat sedang berbincang, tapi raut wajah Bridav terlihat sangat tidak baik.
Bridav mengira jika Satria adalah pria yang spesial hingga membuat Indi begitu akrab dengannya. Ia bahkan tak menyentuh makanannya karena terlalu sibuk memperhatikan keduanya.
Bridav terus mengamati keduanya hingga semua orang selesai makan siang.
Selesai semua orang makan, Indi memintanya untuk kembali ke tempat masing-masing. Mereka kemudian berjalan ke pintu penjara dan kembali ke tempat semula.
Kini hanya tinggal tiga orang yang tersisa. Indi dan Satria masih menyelesaikan pembicaraan mereka sedang Bridav masih enggan untuk meninggalkan keduanya.
Lalu terlihat beberapa wanita memasuki penjara. Ketiganya tentu saja hal itu langsung membuat ketiga terkejut.
Para wanita itu kemudian mendekati Bridav dan menyerahkan bunga bunga yang dibawanya pada Bridav.
Daei banyaknya wanita yang datang tak satupun yang memberikan bunganya kepada Indira.
Tentu saja itu membuat Indi sedikit kecewa karena ia tak mendapatkan bunga. Ia langsung mundur untuk bersembunyi, merasa malu karena tidak memiliki satu penggemar pun.
Melihat hal itu Satria pun mengikutinya. Pria itu ikut bersembunyi dengan Indira di belakang lemari yang berada di sana.
__ADS_1
Bridav pun terkejut saat melihat Indi dan Satria tiba-tiba menghilang. Ia mengira jika keduanya sengaja pergi dari teman itu karena tidak nyaman.
Namun ia tersenyum saat melihat Indira berdiri dibalik lemari.
IBridav yang menyadari hal ini, langsung mendekatinya dan bertanya ada apa dengan dengannya.
"Kenapa kamu bersembunyi di sini?" tanya Bridav
"Aku malu jika berada di sana,"
"Kenapa harus malu?" tanya Bridav lagi
"Karena tidak ada orang yang menyukaiku," jawab Indira
"Kenapa kau berpikir begitu?" Bridav tampak mengkhawatirkan Indira yang terlihat insecure saat itu
Tidak seperti biasa Indi yang selalu percaya diri tiba-tiba malah merasa minder dengannya.
"Kau lihat saja, semua orang menyukaimu hingga mereka rela datang ke tempat ini dan membawakan bunga untuk mu. Tapi lihat aku, tak ada yang mengenaliku di sini. Jangankan mendapatkan bunga bahkan dikenal pun tidak," jawab Indi
__ADS_1
Pemuda itu hanya menghela nafas mendengar jawaban Indira. Ia akhirnya berkata dengan serius kalau dirinya sangat menyukai protagonis wanita.
"Kata siapa tidak ada seorangpun yang menyukaimu, karena ada aku yang begitu tulus mencintaimu, dan aku sangat mencintaimu lebih dari siapapun," tutur Bridav