KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 59


__ADS_3

"Jadi sebenarnya aku berharap semoga aku bisa memiliki banyak keturunan tanpa harus berkembang biak,_" ucap Indi membuat semua orang terperanjat mendengarnya


Bagaimana tidak, semua orang pasti akan berpikir negatif jika mendengar ucapan seperti itu.


Semua orang langsung riuh membicarakan tentang keinginan Indira.


"Wah sepertinya Indi sedang mabuk hingga berkata seperti itu!" celetuk Dimitri


"Sayang sekali aku tidak sedang mabuk, aku memang benar-benar menginginkan hal itu," jawab Indi membuat semua orang langsung berbisik-bisik membicarakannya


Melihat semua orang berpikir negatif terhadap Indi karena ucapannya tentu saja hal itu sangat mengganggu Bridav.


"Apa yang kamu katakan," bisik pemuda itu


"Aku mengatakan sesuai dengan yang ia inginkan," jawab Indi menatap nanar kearah kerumunan orang didepannya


"Jangan gila deh," jawab Bridav


Pemuda itu kemudian berinisiatif untuk meluruskan semuanya untuk menjaga nama baik gadis itu. Ia meraih lengan Indi dan menggenggamnya erat.


"Sepertinya kalian salah sangka dengan ucapan Indi, sebenarnya yang Indi maksud adalah bagaimana cara memenangkan pertandingan tanpa harus mengeluarkan banyak energi, bukan begitu Indi?" ucap Bridav balik bertanya kepada gadis itu


Indi tersenyum saat melihat seseorang terus mengawasinya tersenyum.


Ia tahu jika orang itu diam-diam hendak mengambil gambarnya saat Bridav menggandeng lengannya.


Ia segera mendorong pemuda itu setelah selesai memberikan klarifikasi.


"Oh!!" seru para wartawan saat melihat pemuda itu sempoyongan


Indi tiba-tiba kehilangan sosok yang diam-diam mengamati gerak-geriknya, netranya terus berputar mencari keberadaan orang itu.


Dengan nafas memburu Bridav berusaha menyeimbangkan tubuhnya.


Indi sengaja mendorong lelaki itu dihadapan wartawan untuk dijadikan sebagai penghalang saat melihat seseorang berusaha mengambil gambarnya ketika lelaki itu menggandeng lengannya.


Indi segera mundur sedikit dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Bridav. Namun sayangnya pemuda itu sama sekali tidak mau melepaskan genggaman tangannya.


*Ceklik!


Gadis itu tertawa tanpa suara lalu menepuk punggung tangan pemuda itu dengan tangan satunya.


Bridav kemudian melepaskan genggaman tangannya. Selena berhasil mengabadikan momen keduanya sedang bergandengan tangan dengan kamera ponselnya.


Gadis itu segera memasukkan ponselnya, dan meninggalkan kerumunan diam-diam.

__ADS_1


Selesai sesi wawancara, Indira dan timnya segera masuk kembali ke area perlombaan.


Kini mereka bersiap untuk mengikuti babak semi final agar bisa lolos ke babak Final.


Kali ini tim mereka akan menghadapi Tim C yang merupakan tim terkuat selama kompetisi.


Para bintang tamu seketika menciut saat melihat lawan mereka yang memiliki postur tubuh tinggi besar.


"Sepertinya kita akan tamat di babak ini," ucap Rico pesimis


"Jangan khawatir aku yakin kita pasti akan memenangkan pertandingan kali ini, aku yakin Indi akan membantai mereka dengan sekali tembakan!" jawab Selena


Indi hanya tersenyum kecut mendengar ucapan gadis itu.


Di babak semi Final mereka harus menuju ke Sebuah Colosseum. Tim pertama yang tiba di Colloseum akan memenangkan pertandingan.


Tentu saja untuk mencapai Colloseum mereka harus melewati banyak rintangan.


Dibutuhkan kekompakan dan juga kerjasama Tim agar semua anggota Tim bisa selamat saat mencapai Colloseum.


Rintangan pertama mereka harus menyebrang jembatan kayu untuk menyebrang sungai. Jembatan kayu sengaja di desain begitu rapuh agar para anggota tim terjatuh ke sungai dan tidak bisa mencapai Colloseum.


Indi berjalan di depan lebih dahulu, ia memerintahkan anggotanya untuk berjalan mengikuti jejaknya agar tidak terjatuh.


Selesai melewati Jembatan, kini mereka harus melewati hutan belantara yang sudah dipasangi ranjau oleh panitia.


Sebagai Dewi Perang Indi sudah tak asing dengan trik ranjau dalam setiap pertempuran, ia dibantu oleh Bridav mendeteksi keberadaan ranjau, agar anggota Tim tidak terkena ranjau tersebut.


Merasa pernah berlatih militer membuat Dimitri begitu percaya diri bisa melewati Ranjau tanpa bantuan Indira. Pria itu hampir mati saat puluhan mata panah mengarah kepadanya ketika ia menginjak sebuah tali yang tersembunyi di balik semak belukar.


Beruntung Indi langsung menyambar tubuh pemuda itu agar tak terkena anak panah. Keduanya berguling-guling jatuh ke dasar bukit.


"Hampir saja aku mati," ucap Dimitri dengan nafas tersengal-sengal


Ia menatap Indira yang masih memeluknya erat.


"Sebaiknya kau harus lebih hati-hati, jangan gegabah karena salah sedikit saja kau bisa mati," ucap Indi


Gadis itu segera bangun dan mencabut anak panah yang mengenai lengannya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Dimitri


"Hmm, hanya sebuah anak panah tidak akan bisa membunuhku," jawab Indi kemudian mengikat lukanya dengan ban di kepalanya.


Selesai melewati hutan Ranjau kini saatnya mereka mengalahkan seekor binatang buas yang menjaga pintu masuk Colloseum.

__ADS_1


Seekor harimau putih terlihat begitu garang menyambut kedatangan mereka.


Indi segera meminta anggota timnya untuk mundur saat melihat tim lawan tiba di Colloseum.


"Kenapa kita harus mundur?" tanya Bridav


"Kita tidak bisa mengalahkan harimau itu jadi sebaiknya kita mundur dulu, biarkan tim lawan yang akan mengalahkannya lebih dulu," jawab Indi


"Bagaimana jika mereka berhasil membunuhnya?" tanya Bridav


"Tentu saja kita pasti kalah," sahut Indi


"Apa kau benar-benar akan menyerah begitu saja?" tanya pemuda itu


"Ada saatnya kita lebih baik mundur saat tidak yakin melakukan sesuatu. Semua anggota tim kita tidak memiliki keahlian untuk menjinakkan binatang buas, bukankah sangat beresiko jika kita tetap memaksakan diri melawan binatang itu?. Aku masih belum mau mati jadi biarkan saja tim lawan menghadapinya lebih dulu," terang Indi Ia kemudian duduk di atas pohon sambil mengamati tim lawan yang mulai menyerang binatang buas tersebut.


Hampir semua anggota tim lawan terluka karena terkena amukan bintang itu. Endingnya semua orang lari tunggang langgang saat senjata mereka tak mampu melumpuhkan sang raja Hutan.


Saat melihat tim lawan kocar-kacir, Indi segera turun dan melesatkan senapannya.


*Dor!!


Ia kemudian melompat dan membawa seekor rusa ditangannya. Ia menghampiri sang Raja hutan.


Ia menyeringai saat sang Raja hutan menatap nyalang kearahnya.


Ia segera berlari saat binatang itu mengejarnya dan melemparkan rusa yang dibawanya, hingga membuat sang harimau langsung mengejar binatang itu.


Semua anggota Timnya langsung bersorak bahagia saat mereka berhasil memasuki Colloseum dan memenangkan pertandingan.


Kini tiba saatnya Indi dan timnya melaju ke babak final.


Di babak final ini, mereka akan mencari harta karun. Kedua tim akan mencari sekotak berlian di hutan yang sangat luas.


Tim yang menemukan berlian lebih dulu akan keluar sebagai pemenangnya. Pemenang kompetisi akan mendapatkan uang sejumlah satu milyar.


Melihat tim lawan yang akan di hadapi oleh Indira dan kawan-kawan membuat para netizen gusar seperti semut di atas panci.


Bahkan acara televisi tersebut mendadak menjadi berita terpanas di Instagram.


Dalam babak final kali ini lawan mereka adalah tim B yang terdiri dari 4 orang wanita dan empat orang pria.


Mereka juga berasal dari negara berbeda-beda. Ketua tim adalah orang Asia, ia selalu berbicara bahasa Mandarin. Tentu saja Indi menebak jika ia berasal dari Tiongkok.


Pertandingan pun dimulai. Tiga tembakan Selena tepat mengenai bok*ng Rico hingga membuat pemuda itu langsung berjongkok kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2