
Asisten tercengang sejenak, "Bukankah seharusnya anda sendiri yang harusnya memberikan obat ini pada Mas Bridav?" tanya sang asisten
Indira tersadar, namun saat ia hendak memberikan obat itu kepada Bridav, kemudian dipanggil oleh sang kakak Yulia.
Wanita iyu memberitahunya agar ia tidak boleh terlalu sadis dalam berakting.
"Sewajarnya saja dan kau harus profesional, jangan sampai membawa Urusan pribadi saat sedang syuting," ucap Yulia memberitahunya
"Baik, nanti aku akan mencoba untuk bersikap lebih lembut," jawab Indi begitu serius
Kemudian syuting untuk adegan ulang tadi telah dimulai
Seorang produser film lain juga datang juga datang untuk melihat, dia adalah Hasan.
Ketika dimulai, Bridav mendekat kepada Indira dan mulai menciumnya dengan kasar. Indi membalikkan posisi mereka, karena gerakan Indi terlalu kuat, membuat sofa langsung terbalik.
__ADS_1
Yulia langsung menepuk dahinya. Ia ingin meneriakkan berhenti, tapi dia melihat Indi tidak ada niatan untuk berhenti. Diam-diam Indi telah menonton banyak film, tapi saat ini dia tertegun tidak tahu harus bagaimana langkah selanjutnya.
Apa yang harus aku lakukan selanjutnya??
Saat Yulia melihat Indi kebingungan, ia kemudian meneriakkan untuk berhenti.
Indi menyalahkan lawan mainnya Bridav yang tidak bekerja sama, bahkan mengatakan dirinya telah menyentuh pria itu, tapi Bridav tidak bersuara sama sekali, jadi dia tidak bisa mendalami peran.
Yulia tidak bisa berkata-kata, lalu menyuruh kedua pemain Bridav dan Indira untuk berdiskusi bagaimana melakukan adegan ini.
Diam-diam Indi bertanya apa Bridav tidak berpengalaman dalam hal berciuman, tentu saja pertanyaan Indi membuat pria tiga puluh tahun itu tidak bisa berkata-kata.
Tak bisa di pungkiri sebagai artis profesional ia harus bisa melakukan melakukan semua adegan termasuk berciuman.
"Karena aku belum punya pacar dan tidak bisa mempraktikkannya secara langsung aku hanya bisa melihatnya di televisi, kalau kamu gimana?" tanyanya
__ADS_1
Bridav hanya tersenyum menanggapi ucapan indira.
Karena tak ada jawaban atau respon darinya lalu indi kembali bertanya "Kalau kau belum bisa dan belum berpengalaman aku maklum kok. Dan aku tidak keberatan jika kau ingin belajar denganku, Apa kamu mau belajar denganku?" tanyanya lagi
Seketika Bridav merasa sakit kepala dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Maaf kepalaku sangat pusing, boleh aku ijin ke toilet?" tanyanya lirih
Tanpa aba-aba perempuan itu langsung mengangguk mengizinkannya.
Indi menunggu cukup lama untuk bisa berlatih dengan Bridav namun hingga syuting selesai, lelaki itu justru menjauh darinya. Alhasil adegan mereka berdua di atas sofa masih belum selesai. Tentu saja hal ini membuat Indi kecewa apalagi Yulia sudah mempercayakan semua kepadanya.
Indi sengaja mengirim pesan pada Bridav dan bertanya apa ia membutuhkan pembelajaran, tap lelaki itu sama sekali tidak membalas pesannya.
Tentu saja hal itu membuat Indi semakin penasaran, apalagi saat Yulia terus mendesaknya untuk melakukan adegan yang lembut dan tidak terlalu kasar saat adegan sofa tersebut.
__ADS_1
"Apa kau tidak apa-apa, kalau kau butuh sesuatu atau ingin belajar kepadaku tinggal bilang saja. Aku akan dengan senang hati membantu mu," ucap Indira dalam pesan singkatnya
Namun lagi-lagi lelaki itu tak menjawab pesan darinya.