
Tatapan mata Indira langsung menyapu wajah protagonis pria, setelah itu pandangannya turun ke dada, perut hingga ke otot sixpack pria itu. Bentuk tubuh Bridav sangat bagus.
Ia tak berkedip memandangi tubuh sexy pria dihadapannya.
Bagaimana bisa ia memiliki tubuh sebagus itu.
Indi buru-buru pergi menghampiri almari pakaian. Wanita itu membuka pintu lemari secepat kilat, lalu mengambil pakaian dan melemparnya ke atas kepala protagonis pria.
"Pakailah cepat, maaf aku tidak sengaja melihat mu!" celetuk Indi
Setelah itu, ia keluar, menutup pintu kamar dan menghirup udara segar.
"Ah kenapa aku harus melihatnya!" celoteh Indi sambil menutupi wajahnya
Sutradara yang sedang melihat dari jauh mengira bahwa jika Indi diusir keluar oleh Bridav.
"Wah kasian sekali Indi, ia pasti merasa malu karena diusir oleh lelaki yang ia sukai. Meskipun begitu aku merasa terharu karena Indi sudah melakukan apa yang aku perintahkan, terima kasih Indi," ujar Arnold terharu merasa sangat terharu karena merasa wanita itu telah berkorban banyak.
Setelah Bridav selesai berpakaian, Indira segera masuk lagi ke kamarnya dan memberitahu perihal sutradara menginginkannya untuk memerankan tokoh utama pria dalam drama.
"Apa kai benar-benar ingin kalau aku menerima peran ini?" tanya Bridav
"Tentu saja kamu harus menerimanya, apalagi aku sudah menerima uang dari Sutradara." jawab Indi
Mendengar jawaban Indi seketika membuat Bridav tertawa. " Kau benar-benar jujur Indi," jawabnya
Seketika Indi langsung membusungkan dadanya " Tentu saja, dulu aku selalu mendapat penghargaan bunga merah setiap tahun saat masih TK," jawab Indi dengan bangganya
Bridav lantas bertanya apakah wanita itu dapat mengingat nama TK-nya dulu. Indira tidak dapat berkata-kata. Ia mengingat dirinya pernah masuk ke TK di dunia itu, ia harus bersembunyi setiap harinya, ia adalah anak paling sulit diatur di sana.
"Oh begitu rupanya. Ngomong-ngomong, mengenai tawaran itu, sebaiknya hubungi Manajerku dan tanyakan saja sama dia. Lagipula aku juga memiliki batas waktu dalam bekerja jadi hanya manajerku yang bisa menentukan aku bisa menerima penawaran itu atau tidak. Kamu bisa memberitahukan Arnold tentang hal itu," ucap Bridav
"Baiklah kalau begitu," jawab Indi kemudian pergi
__ADS_1
Setelah protagonis wanita pergi, Bridav hanya menggelengkan kepalanya dan melihat ke luar jendela.
Ia berpikir, apakah wanita itu tidak pernah memiliki keinginan untuk mencari orang tuanya?. Bagaimana ia bisa bertahan hidup seorang diri
Ketua tim B kembali ke negara dan menghubungi Bridav.
"Ada yang harus aku sampaikan padamu," ujar Yuan
"Katakanlah,"
"Rein sudah mengetahui informasi mengenai dirimu, aku takut ia akan berbuat sesuatu padamu," jawab Yuan
(Yuan adalah adik kandung Rein)
"Apa dia sengaja bergabung dalam tim kru drama ada hubungannya dengan Indira?" tanya Bridav
"Mungkin saja, aku harap kalian berhati-hati. Rein selalu melakukan apapun demi mendapatkan apa yang diinginkannya," jawab Yuan Shao
Sedangkan di sisi lain Rein sedang gelisah sambil melihat seisi ruangan.
Tengah malamnya, Rein segera menghubungi agennya. Agen tersebut berkata ia sudah mendapatkan orangnya. Rein pun bertanya seputar pembunuhan.
Namun sayang sekali lelaki itu tak tahu menahu soal pembunuhan yang dimaksud Rein.
"Maaf aku tidur sedari tadi dan baru terbangun saat menerima panggilan masuk darimu, jadi aku tak mengerti apa yang kau sampaikan. Aku bahkan belum menyentuh ponselnya sama sekali. Dab juga aku tidak tahu menahu soal 1 milyar yang kau sebutkan dari tadi," jawab pria itu mengernyitkan keningnya
Rein semakin geram saat mendengarkan jawaban lelaki itu.
"Bagaimana kau bisa berkata seperti itu setelah kau menerima uang satu milyar dariku!" hardik Rein dengan nada tinggi
"Jangan asal bicara Tuan, kalau kau tidak percaya aku akan mengirimkan nomor rekening ku padamu," lelaki itu kemudian mengirimkan nomor rekening banknya kepada Rein.
Rein seketika terkejut saat melihat nomor rekening sang pembunuh bayaran berbeda dengan nomor rekening yang ia kirimi uang satu milyar
__ADS_1
"Apa kau yakin itu nomor rekening mu?" tanya Rein memastikan
"Tentu saja, kau boleh mengeceknya di bank tersebut,"
"Aku rasa kau pasti punya rekening di bank lain bukan?" tanya Rein lagi
"Sepertinya percuma saja aku menjawab mu, toh pada akhirnya kau tetap tak percaya padaku. Apa mungkin kau sudah di tipu atau nomor ponselmu sudah di retas oleh hacker sehingga kau, kehilangan uang satu milyar mu itu," tutur lelaki itu
"Astaga kenapa aku tidak terpikirkan hal itu," Rein kemudian langsung mengakhiri panggilannya dan membawa ponselnya kepada ahli it untuk diperiksa.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Rein
Sang maintenance mengatakan jika ponselnya sudah dipasang Aplikasi mata-mata yang bisa menyadap semua pesan dan telponnya.
"Arrrrgghhh!!, sial siapa yang berani melakukan ini padaku!" seru Rein langsung menghantamkan tinjunya ke dinding tembok.
(Terekspos bahwa orang yang menginginkan 1 milyar itu adalah Indira. Ia mendapat nomor hp dan suara lelaki itu dari ponsel sang jagal bab*).
Keesokan harinya, Rein mendatangi lokasi syuting. Saat ia mengetahui bahwa perannya dalam drama telah digantikan, ia pun pergi dengan tidak senang.
"Sampai kapanpun aku tidak akan melupakan penghinaan ini, tunggu saja pembalasan ku!" umpat Rein saat meninggalkan lokasi syuting
Karena begitu kesal dengan Arnold yang langsung mengganti posisinya tanpa memberitahunya lebih dulu, ia bahkan sampai lupa tak membawa bagasinya.
Sedangkan Bridav yang sudah setuju menggantikan peran Rein dalam drama, langsung memulai perannya sebagai tokoh utama pria dalam drama tersebut hari itu juga. Pria itu sangat profesional, hanya dengan sekali take saja sudah bisa lewat.
Arnold merasa bangga dengan kinerja Bridav. Ia tak menyesal sudah memberikan uang suap kepada Indi untuk membujuk pemuda itu.
"Dia memang luar biasa, bahkan kemampuan aktingnya tak bisa di ragukan lagi. Meskipun bayarannya sedikit lebih mahal tapi aku yakin akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak jika dramaku dibintangi oleh aktor terkenal seperti dirinya,"
Arnold kemudian mengatur ulang jadwal syuting. Lelaki itu berencana memajukan jadwal syuting agar ia bisa meninggalkan lokasi syuting yang sangat berbahaya itu. Lagipula ia sudah tidak betah tinggal di pegunungan yang jauh dari keluarganya.
"Semoga saja Bridav bisa menyelesaikan syuting secepatnya. Lagipula aku sangat merindukan istriku," ucap Arnold memandangi foto istrinya.
__ADS_1
Syuting Adegan terakhir segera dilakukan. Mereka langsung menuju ke hutan lebat untuk syuting adegan tersebut. Hari itu mereka sepakat akan mengakhiri syuting agar bisa pulang sore harinya. Namun tiba-tiba seekor harimau berlari ke lokasi syuting membuat semua orang lari ketakutan.