KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 78


__ADS_3

Kenapa kalian tak saling hajar saja supaya masalahnya selesai l, daripada adu mulut mendingan kalian baku hantam bukan?" ujar Indi membuat kedua pria itu langsung terkejut mendengarnya


Baru saja Indi menyelesaikan kata-katanya, semua orang langsung terdiam.


Sementara itu, Arkan menganggap bahwa ucapan Indilah yang paling masuk akal. Ia segera mendaratkan tamparan ke wajah Rein saat lelaki itu tengah lengah.


Rein sangat marah dengan perlakuan Arkan tersebut, Iya sengaja membalas tamparan dari Arkan dengan melayangkan sebuah bogem mentah ke hidung pemuda itu.


Melihat hal itu, Arnold segera melerai keduanya. Ia berusaha mendamaikan keduanya dan meminta ini untuk istirahat dan tidak ikut campur dalam pertengkaran mereka berdua.


pada saat itu juga Bridav segera memanggil Indira. menyadari jika Bridav yang datang ke tempat itu dan memanggilnya membuat ini segera menghampiri pemuda itu.


Para petugas tim crew sangat bersemangat ketika mendengar orang besar seperti Bridav datang ke lokasi syuting mereka. Tidak bisa dipungkiri jika mereka sangat senang saat tahu ada orang besar sepertinya datang ke lokasi syuting mereka.


Mereka segera mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar Bridav berkali-kali.


Wajar saja mereka begitu ngefans dengan pemuda itu. Sebagai bintang besar yang sudah terkenal Bridav tampak begitu sederhana dan membumi. Ia tidak pernah mengacuhkan setiap orang yang datang untuk bertanya kepadanya kepadanya.


Melihat banyak orang yang memotretnya membuat pria itu langsung menghentikan aktivitasnya.


Ia kemudian memberitahukan jika semua orang untuk tidak mengambil gambar di lokasi syuting karena itu bisa mengganggu jalannya syuting.


Ia juga menjelaskan jika semua artis memiliki privasi jadi tidak boleh sembarang mengambil gambar mereka tanpa izin.


Manajer Bridav segera maju dan meminta mereka untuk menghapus foto-foto yang sudah mereka ambil.


"Hapus saja fotoku yang mereka ambil seorang diri, jika itu foto bersama aku rasa mereka tidak perlu menghapusnya," ucap Bridav menghampiri manajernya


"Baiklah kalau itu yang kau mau,"


Sang manajer segera meralat ucapannya dan semua orang menyambut gembira keputusan Bridav.


Hari itu Bridav memang terlihat berbeda ia tampak berkharisma dan elegan seperti saat pertama kali Indi bertemu dengannya.


Indi yang melihat Bridav terlihat berbeda hari itu, langsung menghampirinya.


"Bagaimana denganku, apa aku tidak boleh mengambil gambar mu," bisiknya menggoda pria itu


Bridav tersenyum mendengar ucapan Indi, "Tentu saja hal itu tidak berlaku untuk mu, kau bebas mengambil gambar ku kapan pun kau mau," jawab Bridav

__ADS_1


"Yes," jawab Indi begitu senang


Bridav seketika tertawa melihat ekspresi konyol Indira.


Melihat kedekatan Indi dan Bridav membuat Arnold langsung menarik keduanya untuk berfoto bersama.


Keduanya terlihat canggung saat sang sutradara memaksa keduanya untuk berpose akrab. Bridav seketika terlihat kaku dan dingin seperti biasanya. Ia memang mati gaya jika bersama Indi.


Entah kenapa wanita itu selalu saja mematahkan semua kecakapannya.


Melihat Bridav yang tampak grogi, membuat Indi merasa gemas dan langsung mencubit gemas pipi pemuda itu.


Tentu saja Bridav sangat terkejut saat Indi mencubit pipinya. Melihat ekspresi wajah menggemaskan Bridav membuat kameraman langsung mengambil gambar keduanya.


*Ceklik, ceklik!!!


Arnold begitu senang saat melihat pose keduanya.


"Fantastic, kalian benar-benar serasi!" seru Arnold mengacungkan jempol kepada keduanya


Indi yang penasaran dengan hasil jepretan sang kameraman langsung melompat dari tempat duduknya dan mendekati pria itu.


Ia mengambil kamera dari tangan kameraman dan melihat posenya.


Ia segera menghampiri Indi dan meminta kamera itu darinya. Namun Indi menolaknya dan menyembunyikan kamera itu darinya. Bridav yang begitu penasaran dengan hasil fotonya, terus mencoba merebut kamera dari tangan Indi. Indi yang berusaha untuk menyembunyikan kamera itu terpaksa harus menggerakkan tangannya lebih cepat agar Bridav tak bisa merebut kamera itu dari tangannya.


*Grep!!


Bridav akhirnya berhasil mengambil kamera itu dari tangan Indi, melihat Indi masih berusaha untuk merebutnya membuat Bridav terpaksa membekap gadis itu dalam pelukannya agar ia tak merebut kamera itu dari tangannya.


"Cie, cie yang pengin di peluk!" goda sang kameraman saat melihat Indi dalam pelukan Bridav


Melihat momen romantis keduanya Arnold langsung mengambil ponselnya dan langsung mengambil gambar keduanya.


Arkan yang melihat kemesraan keduanya merasa sangat kesal.


"Kau pasti sengaja memamerkan kemesraan kalian didepan ku bukan, sial kenapa aku harus bekerja bareng mereka!" Arkan melampiaskan kemarahannya dengan menendang kursi di depannya


Saat semua orang terkejut dan menoleh kearahnya ia segera kembali ke ruang make up untuk memperbaiki riasannya.

__ADS_1


Indi tersenyum puas saat melihat kemarahan Arkan, bagaimanapun juga ia puas karena pemuda itu tahu jika Ia sekarang jauh lebih bahagia pasca putus dengannya.


Bukan hanya Arkan yang kesal melihat kedekatan Indi dengan Bridav namun juga Rein.


Pria yang berusaha mendekati Indi itu semakin kesal saat tahu ternyata Indi dekat dengan Bridav.


Meskipun mereka masih bersaudara namun keduanya tidak dekat. Persaingan keduanya di dunia hiburan membuat hubungan keluarga antara Btidav dan Rein merenggang. Itulah alasannya kenapa keduanya tidak akrab.


Namun meskipun demikian, Rein tetap menyapa pemuda itu. Ia menghampiri Bridav dan menyapanya, "Lama tak bertemu. apa kabar mu bang?" sapa Rein menghampiri Bridav dan Indi


"Alhamdulillah aku baik, bagaimana ibumu apa dia masih sakit-sakitan?" jawab Bridav balik bertanya


"Ibu masih di rawat di rumah sakit jantung Harapan kasih, doakan saja semoga beliau cepat sembuh," jawab Rein


"Tentu saja, aku pasti akan menjenguknya setelah w syuting hari ini,"


"Ngomong-ngomong, apa kalian pacaran?" tanya Rein mencoba mengulik seberapa dekat hubungan Indi dengan Bridav


Keduanya seketika langsung saling pandang mendengar pertanyaan dari Rein.


"Kami tidak pacaran," jawab keduanya begitu kompak


"Wah kalian tidak pacaran tapi terlihat begitu kompak dan mesra, jangan bilang kalau kalian ini backstreet dan berusaha menyembunyikan hubungan kalian dari media," bisik Rein


"Ah yang benar saja, jangan mengada-ada!" seru Indi kemudian memukul Rein


"Awww!!" Rein berteriak keras saat gadis itu memukulnya


Ia tak menyangka jika pukulan Indi benar sangat keras dan membuatnya kesakitan


"Iya aku percaya Ndi, btw pukulan kamu sangat kuat belajar beladiri dimana sih!" pekik Rein menahan sakit


"Kepo!" jawab Indi kemudian meninggalkan kedua pemuda itu


Sementara itu Agen Ace mendapatkan banyak keuntungan dengan menjual kantong pengusir nyamuk milik indira. Ia tak menyangka jika Indi pandai memanfaatkan peluang bisnis bahkan di lokasi syuting sekalipun.


Ace yang melihat Foto mesra Indi dan Bridav kemudian menghampiri keduanya.


Bridav yang baru saja melihat keberadaan Ace seketika langsung menatap cemas kearah Indira. Apalagi saat lelaki itu terus melihat-lihat foto mesra mereka.

__ADS_1


Ace kemudian menatap lekat kearah Indira.


"Cie cie yang mulai ada benih-benih cinta?" goda Ace membuat Bridav terkejut mendengarnya


__ADS_2