
Baru saja Pertandingan dimulai akan tetapi tiga tembakan Selena tepat mengenai bok*ng Rico.
Pemuda itu berteriak kesakitan sambil terjongkok.
"Arrggh!!" serunya sembari memegangi bok*ngnya
Melihat tingkah lucu Rico membuat para netizen yang menyaksikan pertandingan itu secara live tertawa terbahak-bahak. Begitupun dengan Selena yang langsung menghampirinya dan membantunya berdiri.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja," tukas Selena
"Lain kali kalau gak sengaja cukup sekali saja ya, jangan sampai terulang hingga tiga kali,"
Mendengar jawaban Rico semakin membuat para netizen terkekeh geli begitu pula dengan Selena yang menahan tawa mendengar jawaban pemuda itu.
"Sorry Co, gue ketagihan,"
"Nj*r, lo yang ketagihan gue yang kesakitan," Rico segera bangun dan kembali ke tempat persembunyiannya
Sementara itu Indi langsung berbaring di tanah. Ia kemudian menempelkan telinganya, ia mendengar derap langkah kaki yang begitu ramai berjalan menuju ke arahnya.
Ia segera memberitahukan kepada timnya untuk seger bersiap menyerang karena musuh sudah datang.
Ia segera menaiki pohon untuk melihat sang musuh dari ketinggian.
Sementara itu para bintang tamu sudah bersiap menembakkan senapannya kearah musuh yang akan melintas.
Melihat Tim lawan sudah mendekati tempat persembunyian mereka, ia kemudian memerintahkan Dimitri untuk membawa timnya kearah Barat.
Tujuh orang langsung pergi kearah barat mengikuti Dimitri. Sedangkan Indi sendiri memutuskan untuk pergi kearah Timur .
Ia sengaja memecah konsentrasi lawan agar bisa dengan mudah melumpuhkan mereka.
Baru saja ketujuh bintang tamu melangkah pergi tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Selena lagi-lagi melakukan kesalahan, kali ini gadis itu tiba-tiba menembakkan senapannya keatas langit hingga membuat musuh mengetahui tempat persembunyian mereka.
Mendengar suara Tembakan ketua Tim B juga memecah Timnya menjadi dua kelompok. Sepertinya sang ketua begitu menguasai medan pertempuran, hingga ia mau kek membaca pergerakan lawan.
"Sial, bagaimana dia tahu taktik yang aku pakai," ucap Indi langsung bersembunyi di balik semak belukar
Gadis itu kemudian melepaskan tembakannya kearah anggota tim lawan hingga salah seorang anggota tumbang.
Melihat anggota timnya mati membuat ketua Tim lawan begitu geram dan langsung berlari mencari keberadaan Indira.
Indi memerintahkan kepada Bridav untuk melindungi timnya.
__ADS_1
Saat lelaki itu tak bisa menemukan Indi i kemudian memerintahkan kepada anggot timnya untuk tidak berpencar.
Ia tahu jika timnya berpencar maka akan hanya akan mempermudah tim lawan untuk mengalahkannya.
Karena waktu pertandingan masih cukup lama, gadis itu mencoba menggambar area pertempuran untuk mendeteksi keberadaan harta Karun.
Ia mulai menganalisa semua tempat untuk memastikan apa harta karun karun itu ada di sana atau tidak.
"Semua tempat yang aku anggap vital sudah aku datangi, tapi aku belum juga menemukannya??"
"Dimana sebenarnya harta karun itu??" ucap Indi menatap ke sekelilingnya
Sesekali ia menoleh kearah Tim lawan yang juga masih mencari keberadaan harta Karun itu.
"Sebenarnya aku lebih suka bertarung daripada harus mencari keberadaan harta Karun," gerutu Indira
Sementara itu ketua Tim lawan muli menemukan jejak kaki Indira.
Ia kemudian mengikuti jejak kaki itu untuk menangkap Indira.
Melihat suasana pertandingan tiba-tiba menjadi sepi membuat Indi sedikit bosan.
Ia kemudian kembali menemui anggota timnya. Gadis itu memerintahkan kepada Timnya untuk bergerak mencari harta karun, sedangkan ia sendiri lebih memilih memanjat pohon untuk menghilangkan kejenuhan.
Ia kembali menatap area perlombaan dari atas pohon sambil menikmati kuaci.
"Ah, bagaimana bisa wanita seperti itu bisa mengalahkan semua orang bahkan menjadi pemain terbaik dalam perlombaan ini," ucap lelaki itu terus memperhatikan Indira
"Tubuhnya begitu kecil, ia juga terlihat begitu lemah tapi...dia selalu terlihat keren dan sangat menakjubkan saat mengalahkan musuh-musuhnya. Strategi bertempurnya sangat bagus dan ia begitu percaya diri,"
Lelaki itu berjalan perlahan mendekati pohon tempat indira berada.
Ia menatap keatas memastikan gadis itu masih berada di tempatnya.
Indi tersenyum ketika melihatnya, tentu saja ia langsung bersiaga saat gadis itu menyadari keberadaannya.
Ia mengeluarkan senapannya, lelaki itu takut Indi akan menyerangnya. Namun Indi tak bergeming ia malah menertawakannya dan kembali memakan camilannya.
Lelaki itu terus bersiaga, ia tahu jika Indi bukan wanita biasa. Ia mulai memahami jika gadis itu menyimpan sejuta misteri hingga membuatnya selalu berhati-hati.
Ia memutuskan memanjat pohon dan menghampiri gadis itu.
"Apa dia cari mati!" celetuk Indira menatap lelaki itu
Ketua tim lawan kemudian duduk di dahan pohon tepat di depan Indira.
__ADS_1
"Wah, kau benar-benar punya nyali besar hingga berani menghampiri ku ?" ucap Indira kemudian memasukan makanannya kedalam mulutnya
"Apa kau tidak takut padaku?" jawab lelaki itu balik bertanya
Indi hanya tersenyum, ia kembali mengupas kuaci dan memakannya.
Sikap santai Indi membuat lelaki itu kesal, bagaimana mungkin gadis itu meremehkannya.
Ia sengaja merebut kuaci dari tangan Indira untuk memprovokasinya.
Ia mengambil segenggam kuaci dan kembali melempar camilan itu kepada Indi.
Bukannya terprovokasi dengan tingkah lelaki itu Indi kembali memakan camilannya tanpa menghiraukan lelaki itu.
"Ah sial, ternyata dia mengacuhkan ku!" pekik lelaki itu menggunakan bahasa Mandarin
Ia kembali mengambil kuaci indira dan memakannya.
"Beraninya kau menghampiri singa betina, apa kau tidak takut aku membunuhmu?" tanya Indi dalam bahaya Prancis
"Kenapa harus takut?" jawab lelaki itu dengan sombongnya
Indi tersenyum mendengar jawaban lelaki itu.
"Aku suka gayamu anak muda," jawab Indi membuat lelaki itu terkekeh mendengarnya
Melihat lelaki itu tertawa membuat Indi tertawa terbahak-bahak. Tentu saja hal itu membuat lelaki itu kebingungan, apa yang ditertawakan oleh gadis itu.
"Kenapa kamu tertawa, memangnya ada yang lucu?" tanyanya menyipitkan matanya
"Aku tertawa karena lucu aja saat melihat mata kamu yang sipit tiba-tiba hilang saat kau tertawa," jawab Indi
"Apa maksudmu??" tanya lelaki itu
"Mata sipit mu terlihat menggemaskan saat kau tertawa," jawab Indi membuat lelaki itu geram
Ia memang paling tidak suka jika ada seseorang yang mengatakan matanya sipit.
"Aku paling tidak suka jika ada seseorang yang mengatakan mataku sipit," jawab lelaki itu langsung membuang kuaci di tangannya dan menatap lekat kearah Indira.
Gadis itu mulai mengerti jika lelaki itu adalah tipe orang yang sensitif.
Tentu saja melihat kemarahan pria itu membuat Indi mulai waspada.
"Maaf jika aku menyinggung mu, tapi percayalah aku tidak bermaksud untuk mengolok-olok mata mu yang sipit, aku hanya gemas saja melihatnya," ucap Indi mencoba mencairkan suasana yang tegang diantara keduanya
__ADS_1
Tanpa menjawab permohonan maaf Indi tiba-tiba lelaki itu mengeluarkan senapannya dan mengarahkannya kepada Indira.