KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 124


__ADS_3

Para wanita itu tampak mengagumi keindahan perut sixpack pria itu.


"Baiklah semuanya, Kali ini aku akan memberikan kesempatan kepada kalian untuk berswafoto di pulau eksotis dengan pria tampan ini dengan syarat kalian harus membeli tiket pesawat yang kami sediakan. Bukan hanya berfoto, Bridav juga akan melakukan atraksi pedang yang mengagumkan dan bagi tiga orang pembeli pertama akan diberikan kesempatan untuk memeluknya!"


Seketika semua wanita langsung berebut untuk membeli tiket dari Indi agar bisa memeluk pria itu.


Bridav hanya menggelengkan kepalanya mendengar ide konyol Indira.


Tiket kapal pun habis dalam waktu sekejap. Ia kemudian mempersilakan tiga orang pembeli pertama untuk memeluk Bridav.


Indi tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Bridav saat para wanita itu memeluknya.


Gadis kecil itu sangat senang saat Indi memberikan semua uang hasil penjualan tiket kepada ibunya.


"Terimakasih banyak pahlawan ku, kau selalu membantuku. Jika aku besar nanti aku sangat ingin menjadi seperti dirimu, bukan hanya cantik kau juga sangat baik hati," ujar gadis itu kemudian memeluknya.


Melihat semua orang sudah naik kedalam kapal, Indi kemudian meminta Lee untuk membawakan hadiah mereka ke kapal.


Lelaki itu tercengang saat melihat dua buah kulkas besar di turunkan dari mobil pickup.


"Yang benar saja, apa kalian akan membawa kulkas ini ke pulau?"


Indi dan Bridav seketika mengangguk bersamaan.


"Sulit dipercaya, bagaimana bisa mereka menyuruh ku untuk mengangkutnya!" pekik pria itu begitu enggan menuruti perintah Indira


Indi langsung menggerakkan jarinya membuat Lee langsung mendekatkan telinganya kepada wanita itu.


"Aku akan memberikan apapun yang kau minta jika kau bersedia memindahkan kulkas kami ke kapal," bisik Indira


Mendengar tawaran darinya seketika sang pengawal langsung mengangguk setuju.

__ADS_1


Ia kemudian mengangkat kulkas besar itu di bantu oleh beberapa kuli panggul yang ada di sekitar dermaga.


Setelah ia selesai memindahkan kedua kulkas itu, Lee lalu menagih janji Indira.


"Kalau begitu ikutlah ke pulau, aku janji akan memberikan hadiah mu di sana," jawab Indira kemudian segera naik ke kapal


Pengawal itu segera mengikutinya.


Setibanya di pulau semua penumpang langsung mengejar Bridav yang langsung lari menyelamatkan diri dari para fans wanita yang memburunya.


Indi tertawa terpingkal-pingkal melihat Bridav.


"Kau memang benar-benar kejam Indi!" seru Lee kemudian melompat turun dari kapal.


Setelah turun dari kapal, Sebuah mobil pickup menghampiri Indira, ia segera naik dan bergegas menghampiri Bridav.


"Go!" seru Indi membuka pintu mobil dan menyuruh pria itu duduk di sampingnya.


Mobil melesat meninggalkan para wanita yang terlihat kecewa karena tak bisa menangkap sang raja film.


"Seperti yang kau lihat, kau selalu membuat hidupku kacau!" jawab Bridav mendengus kesal


"Santai saja, setelah acara sesi foto selesai aku akan mengajakmu makan banyak camilan," jawab Indi menunjuk kearah dua buah kulkas besar yang dibawanya


"Kenapa kau membawa keduanya?" tanya Bridav


"Aku ingin menemui Alan dan mengajaknya makan camilan malam sebelum syuting di mulai," jawab Indi


Ia Kemudian mengusir Bridav saat sudah tiba di penginapan.


"Sebaiknya kau istirahat dan persiapkan dirimu untuk berfoto dengan para pengunjung pulau!" seru Indi kemudian melambaikan tangannya

__ADS_1


"Jangan lupa janjimu!" seru Lee berusaha mengejarnya


Lee gagal meminta hadiah dari Indi karena gadis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ia benar-benar kesal karena menganggap bahwa Indi sengaja menunda-nunda memberi hadiah kepadanya.


"Sudah kuduga akan seperti ini. Meskipun begitu kenapa alu tidak bisa marah padanya!" gerutu Lee


Bridav kemudian mengajak pria itu untuk menemaninya melakukan swa foto bersama para penumpang kapal.


"Kalau aku jadi kamu, aku pasti tidak akan mau melakukan pekerjaan konyol ini!" ucap Lee


Setibanya di tempat syuting, bukannya membuka camilan yang dibawanya ia malah meminta camilan malam pada sutradara.


Sutradara berkata bahwa wanita itu harus syuting beberapa adegan terlebih dahulu baru ia akan memberinya camilan malam.


Indi terlihat sungkan dengan sutradara hingga tak berani membantah perintahnya.


Akhirnya mereka syuting selama beberapa jam. Indi sengaja mendekat ke sutradara dan meminta camilan malam setelah menyelesaikan adegannya.


Lelaki itu kemudian mengajak Indi ke ruangan tunggu.


Namun Indi harus kecewa karena tak ada makanan di sana.


"Dimana camilannya?" tanya Indira


Sutradara berkata pesanan delivery nya sudah hampir tiba.


"Kenapa Delivery?" tanya gadis itu terkesiap


"Karena aku belum membelinya. Kau tahu kan di lingkungan syuting bagaimana. Jadi nikmati saja apa yang ada?" jawab pria itu

__ADS_1


Meskipun harus kecewa namun Indi mencoba memahami Alan sang sutradara.


Tidak lama pesanan delivery datang, namun Indi malah meninggalkan makanannya.


__ADS_2