
Felix tidak rela terlihat lemah saat berhadapan dengan Indi. Ia terus berusaha menyerang Indi dengan segenap kemampuannya.
Dengan kemampuan merangkai kata-kata di tambah dengan sedikit bukti fiktif membuat ia berhasil merubah image Indira menjadi buruk.
Felix sangat senang melihat banyak orang di internet yang melontarkan makian pada rivalnya itu. Di saat yang sama Felix kini berada bawah hotel dimana Yuan Shao menginap.
Saat hendak ke restoran Ia melihat Yuan sedang menyalahkan pengawal yang merebut pembelian sehingga muncul masalah seperti ini.
Yuan mengira jika ujaran kebencian yang menimpa Indira ada hubungannya dengan dirinya sehingga ia merasa bersalah dan melampiaskannya kepada Lee.
Lee mengejek Yuan yang terus memakinya. Ia begitu kesal kepadanya karena sudah membantunya dari kejaran pria kepala botak namun Yuan masih saja menyalahkan dirinya..
"Harusnya guru berterima kasih karena aku sudah membantumu terhindar dari godaan pria laknat seperti Nick," tandasnya dengan nada tinggi
Yuan yang tersinggung dengan ucapan Lee tampak kesal. Ia dengan marah mengatakan dirinya tidak akan menyukai pria botak apapun yang terjadi.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan ikut campur lagi jika pria botak itu mendekati mu lagi!" tutur Lee kemudian bergegas pergi
Di saat yang sama, pria botak telah tiba lobby hotel. Yuan yang melihat kedatangannya segera menelepon Indi untuk memberitahu gadis itu yang sedang ada di mobil tak jauh dari hotel.
__ADS_1
Yuan berharap kali ini Indi bisa membantunya mengusir pria menyebalkan itu.
Apalagi saat ia tahu lokasi mobil Indi yang lumayan dekat dari hotel.
Yuan berpikir Indi bisa mengurus pria botak itu lebih cepat dari Lee.
Indi menyuruh Yuan untuk melakukan perintahnya sesuai rencana, "Jangan memukul dengan terlalu keras," ucap Indira.
Kemudian terlihat Felix berjalan keluar dari kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Yuan. Pria botak yang baru saja tiba di sana terkesiap melihat pria itu berdiri memandangi kamar Yuan.
"Siapa lagi dia, apa dia menunggu Yuan keluar untuk merayunya??"
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Pria kepala botak
"Aku menunggu seseorang," jawab Felix
"Jangan bilang kau sedang menunggu Yuan kekasih ku!" sahut pria botak dengan nada cemburuan
Felix hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan pria itu. Saat ia berusaha meninggalkan tempat itu, pria botak malah memukul juga memakinya.
__ADS_1
Ia mengira jika Felix berusaha mendekati Yuan sehingga harus memberinya pelajaran.
Felix yang tidak mengenal Yuan membantah saat di tuduh mendekati Yuan, pria botak mengeluarkan rekam percakapan mereka.
"Jangan berkilah anak muda, aku punya bukti percakapan kalian. Bahkan kau begitu intens merayunya!" hardik pria botak itu
"Tidak mungkin, bagaimana bisa aku merayu seseorang yang belum aku kenal. Aku yakin ada yang memfitnah ku. Ya alu difitnah!" sahut Felix
Untuk membuktikan jika tuduhan itu tidak benar, Felix lalu mengeluarkan ponselnya untuk membuktikan ucapannya .
Tidak disangka, ponselnya telah dihack oleh Indira. Kini Yuan yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka segera keluar dan menghampiri keduanya.
Ia sengaja berdiri di samping Felix. Ia kemudian mengejeknya, "Lebih baik jangan menyinggung Indi jika kau tak mau terkena masalah yang lebih dari ini," bisik Yuan
Ia juga mengancam akan melaporkan tindakan Felix yang sudah merusak nama baik Indi dengan menyebar berita hoax dan ujaran kebencian kepadanya.
"Cih, jadi kau orang suruhan Indi rupanya!" seru Felix
"Sebaiknya kau bersihkan nama Indira dulu sebelum aku melapor polisi!" ancam Yuan
__ADS_1