KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 104


__ADS_3

Reynold kembali meminta Cameraman nya untuk selalu menyorot kemanapun Indi pergi. Ia berpesan untuk tidak melewatkan setiap momen terbaik dari seorang Indira.


Melihat Indi berhasil melumpuhkan bajak laut, sang komandan menyuruh anak buahnya untuk turun membantu Indi mengevakuasi Bridav.


Bagaimanapun juga Bridav adalah sahabatnya jadi ia harus membantu menyelamatkan pria itu.


Saat kedua petugas maritim ingin turun dan membantu Indi, mereka melihat protagonis wanita membuat pingsan seekor ikan corvina kuning lalu menggapai dagu protagonis pria dan menciumnya.


Mereka terkesiap saat melihat gadis itu mencium Bridav


"Oh my God!" seru Reynold langsung menutup kedua matanya


Pria itu langsung membuka matanya saat Indi berhasil mengeluarkan semua air yang diminumnya.


Ia terlihat malu saat mengetahui jika Indi sudah menciumnya.


"Tidak perlu malu, bukankah ini bukan kali pertama aku mencium mu?" ujar Indi membuat pemuda itu seketika memerah


"Wah dia benar-benar mengatakannya," Reynold terlihat gemas melihat kepolosan Indi dan Bridav.


Adegan Indi mencium Bridav berhasil direkam oleh kameramen, dan menjadi trending topik di berbagai media sosial.


Para netizen ramai memperbincangkan sikap berani Indira yang mencium pemuda itu di depan umum.


"Dasar tukang cari sensasi, kenapa ia selalu saja pandai memanfaatkan situasi untuk mendapatkan popularitas,"


Beredarnya foto ciuman Bridav dan Indira mulai membuat dunia infotainment riuh.


Berita tentang kedekatan keduanya mulai ramai dibicarakan membuat pihak manajemen yang sudah melarang Indi berpacaran mulai meradang.


Mereka segera mengklarifikasi tentang hubungan Kedua artinya itu yang tidak lebih dari seorang rekan kerja saja.


Meskipun pihak manajemen sudah berusaha meluruskan hubungan Indi dan Bridav. Tetap saja bara penggemar menginginkan jika keduanya memiliki hubungan yang lebih dari rekan kerja.


Melihat ini, para penggemar mulai riuh, semua orang di lokasi juga terbengong-bengong melihat perdebatan status hubungan Indi dan Bridav.


Syuting pun berlanjut, Indi mulai melakukan napas buatan.


Kali ini Indi berperan sebagai penyelamat Bridav yang tenggelam di laut karena berusaha menyelamatkannya.


Reynold dan para talent lain menyaksikan mereka dari atas kapal.


Akhirnya Bridav siuman setelah Indi berhasil memberikan nafas buatan kepadanya.

__ADS_1


Seperti biasa ia tampak canggung saat melihat gadis itu menciumnya, meskipun kali ini hanya syuting namun tetap saja ia tak bisa mengendalikan perasaannya saat bersama Indira.


Ia kemudian mengambil sebuah Lollipop yang ada di dalam tasnya.


"Terimakasih," ucap pria itu kemudian memberikan lollipop itu kepada Indira


Indi terlihat begitu bahagia saat pemuda itu memberikan permen kesukaannya.


Melihat Gadis itu basah kuyup ia memerintah Indi untuk segera ganti pakaian.


"Aku tidak membawa pakaian, jadi biarkan saja aku seperti ini, lagipula sebentar lagi kita akan kembali," jawab Indi


Bridav kemudian mengeluarkan paket dalam tasnya dan memberikan sebuah gaun yang Indah kepadanya.


"Pakai saja gaun ini," ucap Bridav


Sementara itu Indi tampak mengerutkan keningnya menatap gaun pesta nan cantik itu.


"Tapi aku tak leluasa jika memakai gaun ini, aku jadi tak bebas bergerak saat ada musuh datang menyerang," sahut Indi


"Tidak masalah, lagipula bukankah ada aku yang akan melindungi mu. Jadi pakai saja,"


Indi mengangguk dan segera berbalik untuk mengganti pakaiannya.


"Kamu cantik," ucap Bridav membuat Indi langsung tersipu-sipu mendengarnya


"Udah dari dulu," jawab Indi malu-malu


Ia kemudian mengajak Indi pergi untuk mengikuti sebuah lomba.


"Wah sepertinya penantang ku sudah siap,"


Indi segera duduk di kursi peserta yang sudah dipersiapkan.


Tak lama seorang anak kecil datang dan duduk di sampingnya. Indi terkejut melihat gadis kecil itu, ia tak percaya jika penantangnya adalah seorang anak kecil.


"Apa tidak ada peserta lain selain kami berdua?" tanya Indi


"Tidak ada, hanya tersisa kalian berdua untuk memperebutkan juara satu dalam pertandingan kali ini.


"Wah, bagaimana mungkin aku tega mematahkan semangat anak kecil yang berharap menang dalam pertandingan ini," ucap Indi


"Jangan khawatir Tante, aku sudah terbiasa melawan orang dewasa. Harusnya Tante yang berhati-hati karena aku adalah juara bertahan selama tiga bulan berturut-turut," jawab seorang gadis kecil

__ADS_1


"Wah mengerikan sekali, bagaimana mungkin seorang dewi perang takut dengan anak kecil. Meskipun aku dilarang untuk membunuh anak kecil dan wanita saat berperang tapi dalam pertandingan semuanya di perbolehkan,"


Saat Indi sudah bersiap memasang kuda-kuda, seorang wanita datang membawakan dua baskom besar berisi camilan.


Gadis kecil itu tampak begitu bahagia saat melihat begitu banyak camilan, sedangkan Indi masih kebingungan saat wanita itu meletakkan Camilan diatas mejanya.


"Waktunya sepuluh menit untuk menghabiskan camilan ini, siapa yang lebih dulu menghabiskannya maka ia yang akan jadi pemenang, apa kalian sudah paham?"


Seketika Indi langsung tercengang mendengar wanita itu berbicara.


"Jadi ini adalah lomba makan camilan bukan lomba adu pedang?" tanya Indi tak percaya


"Benar sekali, kali ini anda akan melawan juara bertahan kita,"


Dalam hati Indi terus menggerutu dab mengutuk Reynold yang sudah membohonginya.


Dasar brengsek, beraninya kau menipuku, awas saja aku tidak akan melepaskan mu setelah ini


Indi menyeringai saat melihat Reynold tampak bersorak di kursi penonton.


Lomba pun dimulai, Indi segera menyantap camilan yang ada di depannya. Saat melirik kearah bocah di sampingnya, ia terlihat begitu cepat menghabiskan camilannya hingga tersisa setengahnya saja.


Wah dia benar-benar anak kecil yang rakus, aku tidak yakin bisa mengalahkannya,


Waktu perlombaan tinggal lima menit lagi sementara camilan milik Indi masih sangat banyak sedangkan gadis kecil itu sudah hampir menghabiskan camilannya


"Ayo Indi kamu bisa, jangan sampai kau dikalahkan oleh seorang anak kecil!" seru Bridav memberinya semangat


Mendengar ucapan Bridav membuat wanita itu langsung bersemangat untuk menghabiskan camilannya. Tidak butuh waktu lama ia langsung menghabiskan camilannya dan memenangkan perlombaan itu.


Gadis kecil itu menangis tersedu-sedu saat tahu Indi mengalahkannya. Karena tak tega melihat bocah kecil itu terus menangis membuat Indi memberikan lollipop pemberian dari Bridav.


Gadis kecil itu berhenti menangis dan mulai memakan lollipopnya.


"Terimakasih Tante, lollipopnya enak banget," ucap sang gadis kecil


Meskipun kecewa karena Indi memberikan lollipop pemberiannya kepada anak itu tapi Bridav tetap bangga kepada Indira.


"Wah dia manis sekali, memangnya berapa usianya?" telisik ibu dari Gadis kecil itu


"Berapapun usianya saat ini itu tidaklah penting, karena bagiku dia akan selalu menjadi gadis kecilku yang manis," jawab Bridav


"Gadis kecil bagaimana bukankah dia seorang wanita dewasa?" tanya wanita itu lagi

__ADS_1


"Meskipun ia sudah dewasa di mata ku ia tetap saja menjadi anak usia tiga tahun untuk selamanya," jawab Bridav


__ADS_2