KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 74


__ADS_3

Melihat barang bawaan Indi yang banyak tentu saja membuat Rein ( Pemeran utama pria dalam drama) dan para crew lainnya berinsiatif untuk membantu gadis itu.


Namun siapa sangka Indi menolaknya dengan halus. Ia mengatakan jika ia bisa mengangkat empat koper itu sendiri.


"Wah yang benar saja, bagaimana kau bisa mengangkat koper sebanyak itu seorang diri!" ucap R santai mendaki perbukitan.


Dua jam kemudian mereka akhirnya tiba di camp perkemahan. Semua orang terlihat kelelahan dan langsung meluruskan kakinya untuk melepas penat.


Semua orang merasa tenaganya terkuras habis saat mendaki perbukitan menuju camp perkemahan kecuali Indira yang terlihat sangat segar bugar.


Saat semua orang membaringkan tubuhnya untuk beristirahat justru Indi menggunakan kesempatan itu untuk memakan bekalnya. Saat melihat kedua agennya terbaring lemas di tenda.


Ia menghampiri keduanya dan menawarkan camilannya kepada mereka.


"Aku tahu kalian pasti lapar kan Sekar makanlah, semoga itu bisa mengganjal perut kalian," ucap Indi


Tidak lama beberapa orang lainnya berdatangan ke camp perkemahan.


Setelah semuanya sudah tiba, sutradara kemudian mengajak Indi serta para crew untuk melakukan syuting perdana mereka.


Sebelum memulai syuting mereka bergantian melakukan absen untuk memperlihatkan kehadirannya kepada Sutradara.


Seusai absen beberapa orang crew langsung membagikan nadi kotak kepada para artis dan juga crew lain.


Acara makan malam tak berlangsung lancar karena beberapa alasan artis dan crew tak memakan nasi kotaknya. Tentu saja hal itu membuat Sutradara penasaran, kenapa mereka tak mau memakan nasi kotaknya.


Ia segera membagikan kuisioner kepada para artis dan crew tentang nasi kotak. ia ingin tahu apa alasan para artis dan crew tidak memakan nasi kotak yang sudah dihidangkan olehnya.


Selain kuisioner sutradara juga mengumpulkan mereka setelah makan dan mengajaknya diskusi.


Ternyata ia mengajak diskusi untuk menanyakan apa saran mereka untuk nasi kotaknya.


"Menurut kalian apa yang kurang dari nasi itu?, aku harap kalian bisa memberikan masukan agar aku bisa memberikan nasi kotak yang sesuai dengan permintaan kalian berikutnya." tanya sutradara


"Kau harus menambah daging agar para artis dan crew tidak cepat merasa lelah, mereka tinggal di gunung yang udaranya dingin jadi mereka juga butuh asupan protein lebih agar tetap energik setiap hari,' sahut Indira


"Oh daging, terimakasih Indi aku pasti akan menambahnya," sahut Sutradara


Sutradara langsung mencatatnya. Ia tahu pasti jika dari semua orang yang ada di sana hanya indi yang mau memakan nasi kotaknya dan menghabiskannya tanpa sisa.


"Kalau menurutku sebaiknya kau jangan menambahkan sayur capcay yang tak enak ini, ganti saja dengan lauk lain seperti cumi atau ikan lain yang lebih bergizi!" celetuk Arkan


"Maaf diskusi sudah selesai jadi silakan kalian kembali ke tenda kalian masing-masing, jangan lupa untuk yang akan melakukan syuting agar bersiap-siap!" seru sutradara sengaja menutup diskusinya dan mengabaikan usulan Arkan

__ADS_1


"Ah sial, kalau tahu begini mending aku tidak usah memberikan masukan!" keluh Arkan


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan sayang, meskipun Arnold menolak saran darimu tetap saja usulan mu tetap yang terbaik di bandingkan Indi," hibur Susan


"Benarkah??" tanya Arkan memastikan


Susan mengangguk pelan dan kemudian mengajaknya kembali ke tenda.


Sementara itu Rein diam-diam melirik kearah Indi yang masih duduk sambil menikmati pemandangan alam.


Ia bisa merasakan pandangan dingin dari wanita itu.


"Bagaimana kalau kita belajar dialog untuk syuting besok setelah ini?" tanya Rein


"Tentu saja," jawab Indi tak menolaknya


"Ok kalau gitu,"


Rein segera berdiri dan mengajak Indira menuju hutan kecil tak jauh dari perkemahan mereka.


melihat Indi dan Rein pergi meninggalkan area perkemahan membuat Arkan langsung mengikuti mereka.


"Besok, Arnold akan mengadakan syuting di sini, jadi kita bisa berlatih dialog di sini?" ucap Rein


Indi menatap sekelilingnya dan memperhatikan secara detail hutan itu.


"Sekarang saatnya untuk membalas dendam Indi!" ucap Arkan menyeringai


Saat indi mulai membuka skript naskah dramanya, Rein mendekati indi dan membisikkan sesuatu padanya, "Disini tidak ada seorangpun yang melihat kita, jadi kalau kau lelah kamu bisa berbaring di kakiku," ucap Rein


Lelaki itu berharap jika Indi mau mendengarkan ucapannya dan segera berbaring di pangkuannya.


Namun di saat yang sama ia bisa merasakan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka. Ia segera bergegas mendatangi tempat persembunyian Arkan dan memukul tengkuk Pemuda itu hingga ia pingsan hanya dengan sekali pukul.


*Bruugghhh!!!


Rein segera kembali menemui Indi, ia begitu penasaran apa yang bakal dilakukan oleh Indira jika ia tahu dirinya telah berhasil melumpuhkan seorang penguntit.


Baru saja ia akan menyombongkan diri di depannya, tiba-tiba ia merasakan tengkuknya begitu sakit dan pandangannya mulai gelap.


*Bruugghhh!!!


Rein jatuh pingsan disamping Arkan setelah Indi berhasil memukul tengkuknya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama Indi langsung menyeret tubuh Arkan dan menyatukannya dengan tubuh pemuda itu dengan Rein.


"Sebagai pecundang kalian memang pantas tinggal di hutan ini!" cibir Indira


"Sekarang tamatlah riwayat kalian karena tidak ada seorangpun yang akan menolong kalian. Makanya jangan pernah coba-coba untuk meng. Aku tidak suka cowok brengsek yang sok baik seperti kalian," imbuh Indi sinis


ia kemudian menepuk-nepuk pipi keduanya untuk memastikan mereka benar-benar pingsan sebelum meninggalkan keduanya di hutan dan kembali ke perkemahan.


Malam harinya saat acara makan malam, Arnold yang tidak melihat Arkan dan Rein mulai kebingungan.


Lelaki itu kemudian bertanya kepada artis lain apa ada yang melihat mereka berdua?. Namun tak seorangpun yang mengetahui keberadaan keduanya.


"Siapa teman satu tenda Arkan dan Rein?" tanya Arnold lagi


"Saya pak," ucap seorang pemuda mengangkat tangannya


"Kapan terakhir kau melihat mereka?" selidik Arnold


"Terakhir kali aku melihat Rein adalah saat makan siang, setelah itu aku melihatnya ia menuju hutan kecil di kaki bukit bersama Indira," jawab pemuda itu


Arnold segera menoleh kearah Indi yang duduk di belakangnya.


"Apa itu benar?" tanya Arnold


Indi langsung mengangguk mengiyakan pertanyaan Arnold.


"Lalu dimana dia, kenapa kalian tak kembali bersama?" tanya Arnold


"Mungkin ia masih penasaran di sana sehingga tak mau pulang denganku," jawab Indi


"Lalu bagaimana dengan Arkan, siapa yang terakhir melihatnya!" seru Arnold


Susan segera melirik kearah Indira.


Aku yakin Arkan menghilang karena dia,


Seketika Susan mengangkat tangannya,


" Terakhir kali aku melihat Arkan adalah setelah makan siang, setelah itu aku melihatnya mengejar Indi dan Rein menuju ke hutan di kaki bukit," ujar Susan


"Apa mereka tersesat di hutan??" Arnold mencoba menebak keadaan kedua artisnya


"Bisa saja pak, atau kalau tidak Indi pasti sudah melakukan sesuatu kepada mereka hingga keduanya tak kembali!" sahut Susan

__ADS_1


"Jangan asal tuduh, sebaiknya kita cari mereka agar tahu kenapa mereka belum kembali," jawab Arnold


"Sepertinya tidak perlu, aku yakin mereka baik-baik saja, jadi sebaiknya kita lanjutkan saja makan malamnya!" celetuk Indira"


__ADS_2