KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 175


__ADS_3

bertanya pukul berapa transaksi Selesai membantai semua anak buah sang distributor Indi terlihat kelelahan.


Ia kemudian menyuruh sang distributor untuk mengipasinya.


"Uh, rasanya sejuk sekali," ucap Indira


Dengan wajah sendu sang distributor duduk bersimpuh di depannya.


"Maaf nona super hero sebentar lagi aku harus melakukan transaksi penting jadi bisakah kau lepaskan aku sebentar saj. Aku janji akan kembali lagi untuk menemui mu setelah urusan ku selesai," ucap sang distributor


"Memangnya jam berapa transaksinya akan dilakukan?" tanya Indira


"Jam empat sore nona, sekarang tinggal sepuluh menit lagi,"


"Memangnya kalian akan bertransaksi apa sih sampai melibatkan banyak gengster?" tanya Indi lagi


" Sebenarnya transaksi kali ini kami akan membeli...." sang distributor tampak ragu saat hendak membocorkan transaksinya kepada Indira.


Namun melihat mata Indira yang langsung melotot kearahnya membuat pria itu tak berani merahasiakan lagi darinya.

__ADS_1


"Sebenarnya kali ini, kami ingin membeli sebuah kotak rahasia yang berhubungan dengan keamanan nasional. Kotak itu telah dienkripsi dan hingga saat ini belum ada yang bisa memecahkannya, "Sebenarnya aku hanya membantu Noel ( pria botak) untuk membantu meretas kotak itu," terang Sang Distributor


"Memangnya kau bisa?" tanya Indi


"Kebetulan aku punya kenalan seorang peretas hebat yang akan membuka kotak itu," jawab sang distributor


Indi tersenyum sinis mendengar ucapan pria itu.


"Kalau hanya meretas kotak keamanan Nasional saja aku juga bisa, kau tidak perlu memanggil seorang hacker. Biar aku saja yang akan meretasnya,"


"Tidak bisa nona, selama ini belum ada yang bisa meretas kotak itu dan hanya seorang hacker terbaik saja yang bisa membukanya. Aku yakin kau tidak akan bisa," jawab Pria itu membuat Indi marah dan menggebrak pintu ruangan itu.


Pria itu ketakutan saat melihat wajah bengis Indira, apalagi saat gadis itu menarik rambutnya dan menyalakan korek apinya.


"Tolong maafkan aku kali ini nona, aku tak bisa mengambil resiko dengan membiarkan mu meretas kotak itu. Resikonya sangat besar kita semua bisa mati," pungkasnya


"Hmm, apa kah semengerikan itu??"


"Sebenarnya mudah saja untuk mendapatkan kotak itu, tapi seperti yang aku bilang meskipun kau mendapatkan kotak itu tapi kau tidak akan bisa membukanya. Untuk itulah aku sudah menghubungi seorang peretas terhebat yang akan membantu membuka kotak itu," jawab sang distributor

__ADS_1


Ia bahkan menyebutkan sebuah nama rahasia yang berhubungan dengan keamanan nasional.


Kotak itu telah dienkripsi dan hingga saat ini belum ada yang bisa memecahkannya, kebetulan si distributor mengenal seorang peretas hebat dan menurutnya hanya dia yang bisa membukanya.


Distributor mengira jika Indi dan Yuan juga menginginkan kotak itu, jadi mengendurkan kewaspadaannya.


Kemudian memberitahu bahwa pria berbaju macan tutul juga pembeli, bahkan totalnya ada tiga orang pembeli.


"Bagaimana dengan pria botak itu!" tunjuk Indira


"Noel adalah orang yang akan membeli kotak itu, dan ia meminta bantuan ku untuk melancarkan transaksinya serta membuka pengaman kotak itu tentunya," jawab Sang Distributor


"Kalau begitu aku akan ikut bersamamu, aku juga mau tahu apa isi kotak itu," jawab Indi


kembali sang distributor berusaha menahan Indira agar tidak mengikutinya ia takut jika Indira benar-benar menginginkan kontak itu dan merebutnya darinya.


Untuk itulah dia kembali menegaskan percuma saja Indira memiliki kotak itu jika tidak nisa membukanya.


Karena ia tak akan membantunya membuka kotak itu.

__ADS_1


__ADS_2