
"Kenapa kalian semua masih berkumpul disini?" Teriak Rania lagi mengedarkan pandangannya ke semua orang yang masih berdiri menatapnya.
"Cepat pergi dari sini! atau kalian semua aku pecat sekarang juga!" Rania masih berteriak untuk membubarkan semua orang.
Erfan melebarkan senyum sinisnya menatap Rania, semakin mengembangkan senyumnya menjadi tawa, tawa kebahagiaan sebagai bentuk ejekannya kepada wanita yang sudah dia lucuti harga dirinya di depan umum.
"Kamu benar-benar gila Fan! Br*ngsek kamu!" teriak Rania di sela-sela tangisannya.
"Sssssssttt," Erfan meletakkan telunjuknya di depan bibir, sebelum mengarahkan tangan kanannya ke depan, menekan kasar kedua pipi Rania dengan kilatan mata penuh emosi.
"Jangan pernah kamu berani mengusik kebahagiaan rumah tanggaku! karena aku bukan type laki-laki yang akan tetap diam melihat kelakuan busukmu!" ucap Erfan dengan matanya yang mendelik menatap Rania.
"Erfan cukup!" sentak Pak Subrata membuat Erfan mendorong kasar wajah Rania hingga terlempar ke kanan, membuat nafas Rania semakin memburu menahan amarah menatapnya.
Flasback selesai.
"Br*ngsek kamu Fan! laki-laki gila!" Teriak Rania memukul-mukul stir mobilnya semakin mempercepat laju mobilnya menembus jalanan yang terlihat lenggang menuju rumah wanita yang sangat di bencinya.
Tiga puluh menit berlalu, Rania menghentikan Honda Civicnya tepat di depan pintu pagar rumah Dara.
Melepaskan sabuk pengamannya dengan kasar sebelum turun dari dalam mobil untuk menekan bel rumah Dara dengan sangat kasar.
Hanya beberapa saat menunggu, Terlihat Dara keluar dari dalam rumah mendekati Rania yang sedang berdiri menatapnya dengan kilatan mata penuh dendam dan amarah.
"Kenapa kamu?" tanya Dara setelah membuka pintu pagar, menatap wajah Rania yang penuh dengan air mata.
Rania segera masuk melewati pagar untuk berdiri tepat di depan Dara.
Plakkkkkk Rania menampar Dara, meluapkan rasa marahnya kepada istri laki-laki yang sudah berani melucutinya di depan umum.
"Apa kamu gila?" sentak Dara memegang pipinya yang memerah.
"Ya....aku sudah gila! aku gila karena suami kamu! laki-laki yang sudah membuat harga diriku hancur berantakan hingga aku sendiri tidak mampu untuk mengumpulkannya kembali!" Jawab Rania dengan emosinya yang memuncak menjambak rambut Dara hingga membuat Dara merintih kesakitan.
Dengan sekuat tenaga Dara berusaha melepaskan tangan Rania yang sedang mencengkeram kasar rambut lurusnya, "Lepaskan Rania....dasar kamu ya wanita gila...wanita barbar!" Teriak Dara semakin memancing kemarahan Rania.
"Aku akan membuat kalian menyesal karena sudah berani berurusan dengan wanita barbar sepertiku!" Jawab Rania semakin kuat menarik rambut Dara.
"Aaaaa....Ibu......" Teriak Dara saat tubuhnya tak mampu mengimbangi kekuatan Rania yang terlihat kalap, berteriak kembali di sela-sela tangisnya untuk memanggil ibunya.
"Hei..apa yang kamu lakukan dengan anakku?" teriak Bu Selfi yang baru keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Ayah....anak kita Yah..tolongin Anak kita Yah...." Teriak Bu Selfi memanggil suaminya, menghampiri Rania yang tak bergeming dengan kedatangannya.
Rania semakin menarik rambut Dara sebelum mendorongnya kuat-kuat hingga jatuh di atas paving halaman, "Aaaahhhh," Pekik Dara menyentuh perutnya yang terasa sakit.
"Dara...Ya Allah Nak...." Tangis Bu Selfi berjongkok di depan Dara yang sedang merintih menahan rasa sakit di perutnya.
"Apa yang kamu lakukan? Anakku sedang hamil! tega sekali kamu mendorongnya seperti ini!" Teriak Bu Selfi menatap Rania yang masih berdiri di depannya.
"Dara..." Pekik Pak Herman yang baru keluar dari dalam rumah, membuat Rania mengalihkan pandangan ke arahnya sebelum berlari pergi menaiki kembali mobilnya meninggalkan rumah orang tua Dara.
"Aaaahhhh sakit Bu..Yah..." Teriak Dara menyentuh perutnya yang masih Rata.
"Bagaimana ini Yah?" ucap Bu Selfi panik menatap suaminya yang sudah berjongkok di seberangnya.
"Kita bawa Dara ke rumah sakit Bu..." Ucap Pak Herman segera membopong tubuh anaknya yang masih merintih kesakitan.
***
Dokter tolong Dokter...teriak Pak Herman panik membopong anaknya masuk mendekati IGD Rumah Sakit, di ikuti Bu Selfi yang berlari di sebelahnya, ikut berteriak memanggil suster yang berjaga untuk membantu anaknya.
Dua suster menghampiri kedua orang tua Dara yang terlihat panik sambil mendorong brankar mendekati mereka.
"Sabar ya Ra....kalian akan baik-baik saja." ucap Pak Herman menidurkan Dara di atas ranjang.
Suster mengangguk tanda mengerti, tetap mendorong brankar hingga masuk ke dalam ruang perawatan IGD, "Ditunggu disini dulu ya Bu..Pak.." Ucap Suster menghentikan langkah Pak Herman dan Bu Selfi, sebelum menutup pintu ruangannya.
"Bagaimana ini Yah...." Tanya Bu Selfi panik dengan tubuhnya yang gemetar menatap Pak Herman yang sedang meraup wajahnya sendiri karena panik.
"Ayah juga nggak tahu Bu...Ayah sangat takut terjadi sesuatu sama calon cucu kita!" Jawab Pak Herman beradu pandang dengan istrinya.
"Telepon Erfan Yah...cepat Yah.... suaminya harus tahu kondisi Dara!" ucap Bu Selfi lagi membuat Pak Herman menganggukkan kepalanya cepat, dan segera mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya.
Beberapa saat kemudian...
"Yah...Bu...gimana kondisi Dara?" tanya Erfan panik mendekati mertuanya yang baru berdiri dari kursi tunggu.
"Apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Dara bisa terjatuh?" tanya Erfan lagi tak memberi kesempatan mertuanya untuk menjawab.
Belum sempat Bu Selfi membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Erfan, tiba tiba pintu ruang perawatan Dara terbuka, menampilkan seorang dokter perempuan dari balik pintu, berjalan keluar untuk menghampiri keluarga pasiennya.
"Bagaimana kondisi istri saya Dok?" tanya Erfan segera melangkah cepat mendekati Dokter.
__ADS_1
"Kondisi pasien dan kandungannya baik-baik saja, beruntung Ibu dan calon anak anda sangat kuat, jadi tidak sampai mempengaruhi kandungannya." jawab Dokter runtut membuat Semua orang yang ada di depannya bernafas lega.
"Tapi kenapa anak saya kesakitan Dok?" tanya Pak Herman.
"Karena shock Pak, tapi nggak papa, nggak ada masalah." Jawab Dokter yang di jawab dengan anggukan kepala Pak Herman.
"Apa saya bisa melihat istri saya Dok?" tanya Erfan mengalihkan pandangan Dokter menatapnya.
"Anda bisa membawanya pulang, tapi anda harus benar benar memastikan kalau pasien bisa istirahat dengan baik, dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali."
"Baik Dok, terimakasih," jawab Erfan melihat kepergian Dokter yang menangani istrinya.
Erfan setengah berlari masuk ke dalam ruangan, mendekati istrinya yang masih berbaring di atas ranjang pasien dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
Dengan bibirnya yang bergetar tak bisa menahan tangisnya Dara menatap Erfan yang sudah berdiri di depannya.
Erfan membantu istrinya bangun sebelum memeluk erat tubuh istrinya yang terlihat gemetar.
"Kamu dan anak kita baik-baik saja sayang..., jangan menangis lagi! aku minta maaf karena belum bisa menjaga kalian dengan baik!" ucap Erfan membelai lembut punggung dan puncak kepala istrinya.
"Apa kamu mengenal wanita yang menyerangmu Nak?" tanya Bu Selfi membuat Erfan tersentak melepaskan pelukannya.
"Menyerang?" tanya Erfan lirih menatap istrinya sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Bu Selfi yang sudah berdiri di dekatnya.
"Iya Nak, tadi ibu lihat Dara di Jambak kasar sebelum di dorong dan terjatuh." Jawab Bu Selfi membuat jantung Erfan berdetak dengan kencang membulatkan matanya.
"Siapa yang melakukannya Ra?" tanya Erfan mengalihkan pandangannya menatap Dara yang masih menangis.
"Rania Mas!" jawab Dara semakin memecahkan tangisanya, memancing kembali emosi Erfan yang sempat mereda.
"Kamu di tampar Ra?" tanya Erfan menyentuh pipi istrinya yang masih memerah.
Dara hanya mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan suaminya
Erfan mengepalkan tangan kanan kirinya dengan nafasnya yang semakin memburu, begitupun dengan rahang tegasnya yang semakin menegang menahan emosi, sebelum kembali memeluk istrinya yang semakin menangis, terus berusaha mengontrol amarah yang sudah menguasai dirinya.
"Kita pulang sekarang ya? lupakan semuanya! aku janji kepada kamu Ra, aku nggak akan pernah membiarkan dia kembali menyentuh kulitmu meskipun hanya se senti," ucap Erfan masih memeluk istrinya.
Bersambung.
________________________
__ADS_1
Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.
Dan...silahkan mampir ke karya author yang ke dua ya...... "AIR MATA PERNIKAHAN SIRI"