
Dara membuka matanya perlahan saat merasakan pegal pada lengannya.
"Auuu," rintih Dara pelan berusaha menarik tangannya dari bawah kepala Erfan.
"Ahhhh," ucap Dara lagi setelah berhasil mengeluarkan tangannya, meregangkannya sebentar sebelum menatap suaminya yang masih terlelap.
"Berat sekali kepala kamu Mas," bisik Dara pelan dengan seulas senyumnya menatap Erfan, membelai lembut rambut Erfan sebelum memberikan kecupan lembut didahi suaminya.
Dara segera turun dari ranjang, melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah selesai dengan sholat shubuhnya Dara segera keluar kamar, menuruni anak tangga sebelum melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Selamat pagi Bi," sapa Dara kepada Bi Minah yang sedang bersiap untuk memasak.
"Selamat Pagi Non," jawab Bi Minah tersenyum menoleh ke arah Dara.
"Masak apa Bi?
"Masak rendang daging Non, Non Dara ingin dimasakin apa?"
"Samain aja sama yang lainnya Bi," Ucap Dara sebelum mengambil panci serbaguna yang ada dirak susun.
"Mau masak apa Non? Bibi aja yang masakin." ucap Bi Minah menghampiri Dara.
"Bi Minah lanjutin aja masaknya, aku mau buatin bubur ayam buat Mas Erfan." ucap Dara sebelum mencuci beras yang sudah dia taruh didalam panci.
Bi Minah menganggukkan kepalanya pelan sebelum kembali menyiapkan bahan-bahan untuknya memasak.
Satu jam sudah Dara berkutat dengan bubur ayam yang dia buat, setelah merasa buburnya matang, Dara segera mematikan kompornya dan berbalik mendekati Bi Minah.
"Bi nanti tolong siapkan bubur ini dimeja makan ya?" ucap Dara melangkahkan kakinya menuju wastafel.
"Baik Non," jawab Bi Minah sopan menoleh ke arah Dara.
"Aku tinggal ke atas dulu ya Bi?" ucap Dara lagi sebelum melangkahkan kakinya keluar dari dapur sambil membawa segelas air putih hangat yang dia taruh diatas nampan.
Cklek Dara membuka pintu kamarnya sebelum masuk mendekati Erfan yang sudah duduk bersandar diatas ranjang.
"Selamat pagi Mas..." ucap Dara tersenyum meletakkan nampan yang dia bawa diatas nakas.
"Pagi Sayang...." Jawab Erfan tersenyum tetap memegang poselnya.
"Minum obatnya dulu Mas," ucap Dara masih berdiri memberikan obat dan air yang baru saja dia bawa, setelah mengambil alih ponsel Erfan untuk diletakkannya diatas nakas.
"Bagaimana perutnya Mas? masih sakit?" Tanya Dara setelah duduk ditepi ranjang disamping Erfan.
Erfan menggelengkan kepalanya pelan sebelum memberikan gelas yang sudah kosong kepada Dara. "Sudah mendingan Ra,"
"Kita ke dokter Ya?" ucap Dara menatap Erfan.
Erfan menggelengkan kepalanya pelan, "Itu sudah obat resep dari Dokter Iwan Ra, Dokter Pribadi Papa." Ucap Erfan kembali menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
"Jam berapa kita kerumah orang tua kamu?"
"Mas Erfan kan lagi sakit?"
__ADS_1
"Ya nggak Papa, kita minta antar supirnya Papa."
"Yakin nggak papa?" tanya Dara memastikan.
Erfan menganggukkan kepala sebagai jawabannya.
***
Tepat pukul sembilan pagi setelah sarapan bersama Pak Subrata, Dara dan Erfan segera melangkahkan kakinya keluar rumah menuju mobil.
"Selamat Pagi Tuan, Non," sapa Pak Anton membukakan pintu belakang mobil Erfan.
"Pagi Pak," ucap Dara tersenyum sebelum masuk ke dalam mobil, diikuti dengan Erfan yang akan duduk disebelah Dara.
Pak Anton segera menutup pintu mobil, setengah berlari masuk kedalam mobil sebelum melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Pak Subrata menuju kediaman orang tua Dara.
***
Dikediaman Pak Herman
Pak Anton menghentikan mobilnya tepat didepan dinding pagar rumah Pak Herman.
"Ayo mampir dulu Pak." Ucap Dara ke Pak Anton.
"Terimakasih Non, saya langsung balik aja," Ucap Pak Anton menoleh ke belakang menatap Dara.
"Ini ongkos buat naik taksinya Pak, mobilnya ditinggal disini aja," ucap Erfan meberikan beberapa lembar uang warna merah ke Pak Anton.
"Terimakasih Tuan," ucap Pak Anton menerima pemberian Erfan.
"Assalamualaikum.." Ucap Dara setengah berteriak memasuki pagar rumah Pak Herman yang tidak terkunci.
Waalaikum salam.." Jawab Bu Selfi yang keluar dari dalam rumah.
Dara dan Erfan tersenyum sebelum mencium tangan Bu Selfi.
"Ya Allah Nak,..... lama sekali kamu nggak kesini, Ibu kangen sekali." ucap Bu Selfi memeluk Dara.
"Aku juga kangen Bu.." Ucap Dara membalas pelukan ibunya.
"Dara terlalu bahagia disana Bu, jadi lupa sama kita semua yang ada disini." Ucap Pak Herman tiba-tiba datang dari dalam rumah bersama Dira.
"Kok gitu Yah? nggak mungkin lah aku lupa sama Ayah, sama Ibu," ucap Dara melepaskan pelukan Bu Selfi sebelum mencium tangan ayahnya diikuti dengan Erfan yang daritadi berdiri dibelakangnya.
"Sama aku lupa nggak Mbak?" ucap Dira tersenyum menatap Dara.
"Sedikit lupa, hahaha," goda Dara membuat Dira memanyunkan bibirnya sebelum mencium tangan Dara dan Erfan.
"Ayo masuk Nak, ibu masak banyak buat kalian." Ucap Bu Selfi sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah diikuti dengan Dara dan lainnya.
"Dek Nanti tolong belikan bubur ayam buat Mas Erfan ya?" ucap Dara tetap melangkahkan kakinya menoleh ke arah Dira.
"Ibu sudah masak banyak Lo Ra," Protes Bu Selfi.
"Maag Mas Erfan kambuh Bu, jadi makan bubur ayam dulu." ucap Dara menjelaskan.
__ADS_1
Bu Selfi menganggukkan kepala tanda mengerti, "Sekarang bagaimana kondisi kamu Fan?" tanya Bu Selfi sebelum duduk disofa ruang tamu.
"Sudah sehat kok Bu, Dara aja yang berlebihan." ucap Erfan tersenyum ikut duduk disofa disamping Dara.
"Dara memang begitu Fan, kalau khawatir suka berlebihan," timpal Pak Herman yang duduk diseberang Dara, "benar nggak Dir?" ucap Pak Herman lagi menatap Dira yang sudah duduk disebelah Bu Selfi.
"Namanya juga cinta Yah, ya pasti khawatirnya berlebihan, nanti kalau nggak khawatir dibilangnya nggak perhatian." Ucap Dira membela Dara.
"Betul." ucap Dara tersenyum penuh kemenangan sambil menjentikkan jarinya ke arah Dira.
"Kamu memang Adikku yang paling pintar sedunia Dek.." Ucap Dara lagi memuji Dira.
"Lebai kamu Mbak," Ucap Dira tertawa diikuti tawa dari yang lainnya.
"Minggu depan jam berapa acaranya Ra?" tanya Pak Herman.
"Jam sepuluh pagi Yah, nggak ada acara apa-apa Yah, hanya kumpul bersama keluarga dan teman-teman aja." Jawab Dara menatap Pak Herman.
"Nanti kita bicara lagi Ra, bawa suami kamu dulu kekamar, biar bisa istirahat." Ucap Bu Selfi menatap Dara.
Dara menganggukkan kepala sebelum berdiri dari duduknya, "Ayo Mas," ucap Dara menatap Erfan yang masih duduk.
"Saya tinggal ke kamar dulu ya Yah? Bu?," ucap Erfan setelah berdiri, menatap Mertuanya bergantian sebelum tersenyum ke arah Dira, kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mengikuti Dara yang sudah berjalan didepannya.
"Aku bosan Ra makan bubur terus," Protes Erfan setelah memasuki kamar Dara.
"Ya kan cuma sementara Mas," ucap Dara membantu melepaskan jaket Erfan sebelum menggantungnya dibelakang pintu kamarnya.
"Makanya Mas, Mas Erfan harus banyak istirahat biar cepat sehat." Ucap Dara lagi menghampiri Erfan yang sudah duduk diatas ranjang.
"Aku tinggal ke depan dulu ya Mas? nggak papa kan sendirian disini?" tanya Dara menatap Erfan.
Erfan menganggukkan kepalanya pelan sebelum membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
"Selamat istirahat Sayang...." Ucap Dara membenarkan selimut Erfan, mengecup lembut kening suaminya sebelum melangkahkan kakinya keluar kamar.
"Ra?" panggil Erfan menghentikan langkah Dara.
"Iya Mas?" jawab Dara membalikkan badannya lagi menatap Erfan.
"Coba panggil Sayang lagi Ra?"
"Ihh, tadi kan sudah."
"Lagi.."
"Sayang," ucap Dara lagi genit sambil mengedipkan salah satu matanya,membuat Erfan tertawa.
"Aku tinggal ya Mas," ucap Dara menahan tawanya sebelum keluar dari kamar.
"Sayang perutku sakit Ra, kalau nggak sudah habis kamu," gumam Erfan pelan disisa tawanya.
____________________
Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.
__ADS_1