Kisah Kasih Dara

Kisah Kasih Dara
BAB 8. Pingsan


__ADS_3

Dikamar Dara


Dara duduk di tepi ranjang dan mendengar jelas suara jalannya akad nikah, entah kenapa setelah mendengar kata sah tiba tiba mata Dara terasa gelap.


Brukkk Dara pingsan di atas kasur, Bu Selfi menoleh dan terlihat panik saat melihat kondisi anaknya.


“Dara, Dara bangun sayang, bangun Nak,“  ucap Bu Selfi panik menepuk-nepuk pipi Dara pelan.


“Mbak Dara kenapa Bu?" Tanya Dira adik Dara yang berusia 13 tahun, dan masih duduk di kelas dua SMP.


“Mbakmu pingsan Dir,“ jawab Bu Selfi tanpa menoleh.


“Kamu panggilkan Ayah ya, bisikin Ayahmu, bilang kalau Mbakmu pingsan,” lanjut Bu Selfi memberi titah.


"Iya Bu," jawab Dira, dan segera berlari keluar kamar menuju ruang tamu, menghampiri Pak Herman kemudian berbisik pelan di telinga ayahnya.


"Mas Subrata saya masuk dulu ya," ucap Pak Herman panik dan segera masuk ke dalam rumah.


Dira berniat mengikuti ayahnya, tapi ketika Dira hendak berdiri, "Ada apa Dir? " tanya Pak Subrata pelan.


“Mbak Dara pingsan Om,“ jawab Dira sedikit berbisik.


Pak subrata membelalakkan mata karena kaget mendengar kondisi perempuan yang baru saja sah menjadi menantunya.


“Silahkan dinikmati makanannya,“ ucap Pak Subrata berinisiatif mempersilahkan tamunya makan agar kondisi tetap kondusif. Setelah memastikan semua tamu menikmati makanan Pak Subrata mengkode Erfan yang yang masih duduk di tempatnya untuk berdiri.

__ADS_1


Erfan hanya menganggukkan kepala ke atas sebagai kode pertanyaan ada apa?


“Istrimu pingsan,” bisik Pak Subrata pelan ke telingan Erfan. "Ayo kita lihat,“ lanjut  pak Subrata menarik salah satu tangan Erfan.


****


Dikamar, Dara dibaringkan di atas ranjang, Bu Selfi duduk di tepi ranjang dengan raut wajah khawatir sambil mengoleskan minyak angin ke tangan kaki perut dan hidung anaknya.


Disamping ranjangpun sudah berdiri Pak Herman, Pak Subrata, Dira dan suaminya Erfan.


Dara mulai membuka matanya pelan dan merasa bingung ketika melihat semua orang tengah berada di dalam kamarnya.


“Ada apa ini Bu?“ tanya Dara lirih berusaha bangun.


“Kenapa semua orang disini?"


“Kamu pingsan Nak,“ jawab Bu Selfi.


“Pingsan?“ tanyanya pelan mengingat - ngingat apa yang membuatnya pingsan.


“Aku sudah menikah Bu?" tanyanya pelan dengan air mata yang mulai mengalir dari mata indahnya.


Bu Selfi menganggukkan kepalanya pelan, memeluk erat tubuh Dara, diusapnya lembut punggung anak kesayangannya itu seakan mengisyaratkan kata nggak papa sayang kamu akan bahagia, selama ibu masih hidup, ibu akan memastikan kalau semua doa-


doa ibu di setiap sujud ibu untuk mendoakan kebahagiaanmu.

__ADS_1


“Ternyata tadi bukan mimpi ya Allah…,” batin Dara sedih.


“Kamu istirahat ya, kami semua keluar dulu, kalau perlu apa-apa kamu panggil ibu. Kamu tidak perlu memikirkan acara pernikahanmu karena semua tamu sudah pulang,” ucap Bu Selfi membelai lembut kepala Dara.


Dara hanya mengangguk pelan, menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang sebelum menutup mata indahnya, dia masih berusaha mencerna semuanya, mencerna pernikahannya, status barunya, dan suaminya.


Semua orang berjalan melangkah keluar dari kamar Dara termasuk Erfan.


“Mau kemana kamu?“ Tanya Pak Subrata mencegah langkah Erfan.


“Keluarlah“ jawab Erfan enteng.


“Kamu kan suaminya, ngapain kamu ikut keluar?” kata Pak Subrata berbisik penuh penekanan.


“Tante Selfi tadi kan bilang kami semua keluar dulu, artinya termasuk Erfan lah Pa,“ Erfan balas berbisik.


Ctak  “auuuu“ pekik Erfan setelah dahinya di sentil Pak Subrata.


“Kamu disini aja jangan kemana-mana, temenin istri kamu,“ lanjut Pak Subrata dengan mata yang dibuat mendelik sebelum melangkahkan kakinya keluar.


“Hiiisssssssss,“ dengus kesal Erfan  menatap ayahnya.


_____________________________


Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.

__ADS_1


__ADS_2