Kisah Kasih Dara

Kisah Kasih Dara
BAB 29. Terbongkarnya Perasaan Nathan


__ADS_3

Setelah membayar di kasir, Erfan meletakkan kembali semua barang belanjaannya ke dalam troli, kemudian mendorong troli menghampiri Clara.


"Sama siapa kamu disini?" tanya Erfan setelah berada di depan Clara.


"Sendiri Kak," jawab Clara tersenyum


Clara menatap Dara yang dari tadi diam di samping Erfan.


"Oh iya Cla ini kenalin istri aku Dara."


"Dan ini Clara Ra adiknya Nathan, dia seumuran sama kamu," ucap Erfan memperkenalkan Clara dan Dara.


Dara tersenyum sebelum mengulurkan tangannya di depan Clara, "Dara."


"Clara," ucap Clara tersenyum menyambut uluran tangan Dara.


"Apa kita udah pernah ketemu ya Ra?" tanya Clara mengingat-ingat, karena merasa nggak asing dengan Dara.


Dara menggeleng, "Sepertinya belum Cla."


"Oh ya? mungkin cuma perasaanku," ucap Clara tersenyum.


"Bagaimana kalau kita duduk disana?" ucap Erfan sambil menunjuk tempat makan yang ada di dekat Supermarket.


Dara dan Clara menganggukkan kepalanya.


"Sekalian kita makan ya? Kak Erfan yang traktir."


"Oke," ucap Erfan sambil mengangkat tangannya memberikan kode ok.


"Kita makan dulu ya Ra? nggak papa kan?" tanya Erfan menatap istrinya.


"Ayo Mas aku juga lapar."


"Letakkan di troli aja Cla belanjaan kamu," ucap Erfan sambil menunjuk kantong plastik yang di bawa Clara.


"Oh My God, Kak Erfan benar-benar baik deh," ucap Clara sambil meletakkan belanjaannya ditroli.


Erfan menggelengkan kepala dan tersenyum melihat tingkah Clara.


"Ayo," ucap Dara menggandeng lengan Erfan.


Mereka bertiga berjalan menuju tempat makan yang ditunjuk Erfan.


Clara dan Dara duduk berhadapan, sedangkan Erfan masuk ke dalam tempat makan untuk memesan.


"Kapan kalian nikah Ra? aku kok nggak di undang sih?" ucap Clara membuka obrolan.


"Belum satu bulan Cla, memang kita nggak pake undangan, maaf ya?"


"Nggak pake resepsi?"


Dara menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Clara.


Clara menggelengkan kepala pelan, "Nggak bisa di percaya, Seorang Erfan Pratama CEO tampan dan kaya menikah tanpa resepsi.


"Mungkin sudah menjadi nasib kami Cla," ucap Dara terkekeh.


"Lagi ngomongin apa sih?" tanya Erfan tiba- tiba menghampiri Clara dan Dara, kemudian duduk di sebelah Dara.


"Lagi ngomongin nasib CEO tampan dan kaya hahahaha," ucap Clara tertawa.


"Siapa? aku?" tanya Erfan menoleh ke arah Dara sambil menunjuk wajahnya.


Dara mengangguk dan tertawa.


"Kenapa nasibku?" tanya Erfan menatap Clara.


"Buruk, hahahaha," jawab Clara semakin tertawa.


Ctakk, Erfan sedikit berdiri dan menyentil dahi Clara pelan, "Nggak sopan tau mengejek orang tua."

__ADS_1


Clara memanyunkan bibirnya sambil mengelus pelan dahi yang di sentil Erfan, membuat Erfan dan Dara tertawa.


"Permisi," ucap pelayan meletakkan semua pesanan Erfan diatas meja sebelum pergi meninggalkan mereka.


"Terimakasih," ucap Clara dan Dara kompak.


Dua porsi mie goreng Jawa dan seporsi nasi+ sate ayam ditambah tiga es jeruk sudah tertata rapi diatas meja.


"Ini siapa yang makan mi gorengnya?" tanya Clara menatap mi yang ada didepannya.


"Kamu sama aku," jawab Erfan.


"Kalau ini?" tanya Clara lagi menunjuk sepiring sate.


"Istriku lah, dia suka sate," jawab Erfan memeluk pundak Dara.


"Kok tadi kak Erfan nggak pakai tanya aku sukanya apa?" protes Clara.


"Aku lupa, hahahaha" jawab Erfan tertawa.


Clara mendegus kesal sambil mencebikkan bibirnya.


"Mau aku pesankan lagi?"


"Nggak, dosa buang-buang makanan."


"Kamu makan satenya aja Cla, biar aku yang makan mienya," ucap Dara menyodorkan sate ke depan Clara.


Clara terkekeh, "Jangan Ra, ini bentuk perhatian suami kamu," ucap Clara menyodorkan kembali sate ke arah Dara.


"Sudah ayo makan," ucap Erfan.


"Kamu kapan mulai kerja?" tanya Erfan setelah menelan makanannya.


"Besok," jawab Clara sebelum memasukkan mie ke dalam mulutnya.


"Kamu kerja di mana Cla?" tanya Dara.


"Oh ya? syukur deh aku jadi punya temen ngobrol dikantor," ucap Dara antusias.


"Kamu kerja juga di perusahaan kak Erfan Ra?"


Dara mengangguk.


"Sebentar-sebentar," ucap Clara sebelum menyedot es jeruknya.


"Kamu Sekretarisnya Kak Erfan bukan?"


Dara mengangguk.


"Hahahaha aku ingat sekarang, ternyata benar aku pernah lihat kamu."


"Dimana?" tanya Dara penasaran.


"Diwallpaper ponselnya kak Nathan, hahaha," Clara semakin tertawa.


Dara terdiam menatap Clara sebelum menoleh ke arah Erfan.


"Apa maksud kamu?" tanya Erfan menatap tajam Clara.


"Ups" Clara menutup mulutnya dengan telapak tangan, "maaf kak keceplosan."


"Jelaskan apa maksud kamu tadi Cla?" tanya Erfan lagi.


Clara menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Erfan, "Sepertinya Kak Nathan suka sama Dara, aku pernah lihat foto Dara diwallpaper ponselnya. Saat aku tanya siapa, Kak Nathan bilang Secretarisnya Kak Erfan. Apa Kak Nathan nggak tahu status kalian?" tanya Clara menatap Erfan dan Dara bergantian.


"Nggak tau," jawab Erfan setelah meminum habis minumannya.


"Kalau gitu jangan salahin Kak Nathan, wajar dia suka sama Dara karena dia fikir Dara itu masih lajang."


"Bagaimana ini Mas? aku nggak enak sama Pak Nathan." Ucap Dara menatap Erfan.

__ADS_1


"Besok aku akan bicara sama Nathan," ucap Erfan menggenggam tangan kanan Dara.


Trrrtttttt suara ponsel Clara yang ada didalam tasnya berdering dan bergetar.


"Yang diomongin panjang umur Kak," ucap Clara setelah mengambil ponsel dan menunjukkan nama Nathan dilayar ponselnya kepada Erfan.


"Sebentar ya Kak, Ra. Halo Kak," ucap Clara mengangkat ponselnya sambil berdiri dan berjalan menjauhi Erfan dan Dara


"Gak usah di fikirkan Ra!" ucap Erfan menggenggam lembut tangan Dara saat melihat istrinya melamun.


Dara mengalihkan pandangannya menatap Erfan, "Aku nggak enak sama Pak Nathan Mas, besok kalau bicara sama Pak Nathan jangan pakai emosi ya?"


Erfan menganggukkan kepala, "ini hanya kesalahpahaman Ra, jangan terlalu difikirkan," ucap Erfan membelai lembut pipi Dara.


"Aku balik dulu ya Kak," ucap Clara menghampiri Erfan dan Dara.


"Kenapa buru-buru?" tanya Erfan.


"Ada urusan sama Kak Nathan," ucap Clara sambil mengambil belanjaannya di troli Erfan. "Aku balik dulu ya Ra, sampai jumpa besok dikantor," ucap Clara lagi melambaikan tangan dan bergegas pergi meninggalkan Erfan dan Dara.


"Hati-hati Cla," ucap Dara melambaikan tangan pelan, "kita balik juga Mas?"


"Kenapa buru-buru? ini habiskan dulu sate kamu," ucap Erfan menyodorkan sate ke mulut Dara.


Dara membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya.


"Belepotan," ucap Erfan terkekeh sambil mengelap bumbu yang menempel dibibir Dara dengan jempolnya.


Setelah menghabiskan makanan mereka, Dara dan Erfan bergegas meninggalkan tempat makan untuk pulang ke apartemennya.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Dara masih duduk bersandar di atas ranjang, masih sibuk berselancar didunia Maya menggunakan ponselnya.


Cklek suara pintu kamar Dara terbuka, terlihat Erfan dari balik pintu sebelum berjalan masuk ke dalam kamar.


"Belum tidur kamu Ra?" tanya Erfan menghampiri istrinya.


"Belum Mas, Mas Erfan butuh sesuatu?" Jawab Dara mengalihkan pandangannya ke arah Erfan sebelum meletakkan ponselnya diatas nakas.


Erfan menggelengkan kepalanya pelan, kemudian naik ke atas ranjang untuk duduk di sebelah Dara. "Aku tidur sini ya Ra?"


"Ha?"


"Aku sudah terlanjur nyaman tidur disebelah kamu," ucap Erfan sambil berbaring menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Tapi kan Mas..."


"Kamu tenang saja, aku hanya tidur nggak akan ngapa-ngapain kamu. Kamu juga jangan macam-macam Ra, aku masih ingin menjaga keperjakaanku," ucap Erfan santai memejamkan matanya.


"Ihhhh," dengus Dara memukul pelan lengan suaminya, membuat Erfan terkekeh tetap menutup matanya.


Trrrttt trrrttt ponsel Dara bergetar diatas nakas.


Dara segera mengambil ponselnya, sebuah panggilan masuk dari nomer yang nggak dikenal.


"Siapa Ra?" tanya Erfan membuka matanya.


"Nggak tau Mas," ucap Dara menunjukkan layar ponsel ke suaminya.


"Angkat saja Ra, siapa tau penting."


Dara menganggukkan kepalanya pelan sebelum menggeser gambar telepon warna hijau untuk menerima panggilan.


"Halo," jawab Dara mengangkat telepon.


Dara mengerutkan Dahinya saat mendengar suara laki-laki dari dalam ponselnya.


"Siapa ini?" tanya Dara.


"Ada apa ya Pak Nathan?" tanya Dara lagi membuat Erfan bergegas bangun dari tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2