
Setelah merasa puas dengan pelukan dan tangisannya, Dara segera menarik tubuhnya dari pelukan Bu Selfi.
"Doain Dara semoga cepat hamil ya Bu? biar Ayah sama Ibu bisa cepat gendong cucu," Ucap Dara menyeka air matanya menatap Bu Selfi.
"Ibu akan terus berdoa untuk Kamu Ra," ucap Bu Selfi membelai lembut kepala Dara, "Disetiap sujud Ibu, disepertiga malam Ibu, hanya untuk meminta kebaikan untuk kamu dan adik kamu."
"Terimakasih Bu, Aku percaya kekuatan doa Ibu akan selalu mengikutiku, dan akan membuatku selalu bahagia Bu," ucap Dara menatap lekat wajah wanita yang masih terlihat cantik tak dimakan usianya.
Trrrrttt trrrttt Ponsel Dara yang ada diranjang samping Erfan berbunyi, membuat Dara menoleh sebelum menyeka air matanya. "Siapa Mas?" tanya Dara berdiri menatap Erfan yang sudah mengambil ponselnya.
"Nomor nggak dikenal Ra!" Jawab Erfan setelah melihat layar ponsel Dara.
Dara kembali menyeka air matanya sebelum duduk ditepi ranjang disamping Erfan, mengambil alih ponsel dari tangan suaminya sebelum menggeser tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.
"Halo." Ucap Dara mengangkat panggilan.
"Halo Ra, aku Aditya, apa aku mengganggu kamu Ra?"
"Ada apa ya Kak?" ucap Dara ragu menatap Ibu dan suaminya bergantian.
"Apa kamu mau menemui El Ra? dia terus menangis memanggil Mamanya,"
"Aku izin sama suamiku dulu ya Kak?" jawab Dara membuat Erfan semakin penasaran.
"Kamu sudah menikah?"
"Sudah Kak."
"Apa kamu butuh bantuanku untuk meminta izin Ra? aku nggak tega melihat El terus menangis, setelah bertemu kamu di mall kemarin dia jadi susah makan dan tidur, semakin sering mencari Mamanya." Ucap Aditya membuat hati lembut Dara menjadi Iba.
"Kalau memang suami kamu merasa nggak nyaman denganku, Eliana bisa ditemani Mega, tanpa aku." Ucap Aditya lagi memohon.
"Aku bicara ke suamiku dulu ya Kak? nanti aku share lokasi alamatku ke Ponsel Kak Aditya."
Kalimat terakhir Dara cukup membuat rasa penasaran Erfan menghilang, tergantikan dengan perasaan kesal yang coba dia tahan karena ada Bu Selfi yang ada didepannya.
"Siapa Ra?" tanya Bu Selfi setelah Dara menutup panggilan.
"Kak Aditya Bu, suaminya Mitha," ucap Dara sebelum menaruh ponselnya diatas ranjang, melirik wajah suaminya yang mulai berubah mimiknya.
"Mitha teman kuliah kamu itu? yang hamil saat masih kuliah dan ngidam minta digorengin sosis sama Ibu?" tanya Bu Selfi saat mengingat kenangannya bersama Mitha.
"Bagaimana kabar dia sekarang? umur berapa anaknya sekarang? tanya Bu Selfi lagi.
"Setahun lalu Mitha kecelakaan Bu, hingga membuatnya meninggal." Jawab Dara sendu.
"innalillahi wa innailaihi rojiun," ucap Bu Selfi membekap mulutnya yang menganga kaget.
"Meninggalkan anaknya yang masih kecil, masih usia dua tahun,"
"Ya Allah...kasihan sekali anaknya." ucap Bu Selfi iba.
"Mas....," ucap Dara menatap Erfan, menghela nafasnya sebentar berusaha merangkai kata untuk menyentuh hati suaminya, supaya mengijinkannya bertemu dengan Eliana.
"Apa aku boleh menemui El Mas? El hanya akan datang dengan baby sitternya." Ucap Dara memelas.
"Suruh kesini aja Ra, Ibu juga ingin bertemu anaknya Mitha." Ucap Bu Selfi membuat Dara mengalihkan pandangannya dari Erfan.
"Apa boleh Mas? ibu sudah mengijinkannya." Tanya Dara lagi menatap Erfan, berharap harap cemas dengan jawaban suaminya.
__ADS_1
Senyum Dara seketika mengembang saat melihat anggukan kecil dari kepala suaminya. "Terimakasih Mas....." Ucap Dara tersenyum menatap Erfan.
Dara segera mengambil kembali ponsel yang ada diatas ranjangnya, menggeser layarnya sebelum mengirim lokasi alamat rumah orang tuanya ke ponsel Aditya.
Erfan tersenyum kecil saat melihat rona bahagia diwajah istrinya, bertemu dengan Eliana cukup bisa membuat Dara melupakan kesedihan yang tadi dirasakannya.
***
Jam dinding ruang tamu Pak Herman sudah menunjukkan pukul tiga sore, Dara terlihat mondar mandir di teras rumah sambil beberapa kali menengok keluar pagar menunggu kedatangan mobil Aditya.
"Duduk sini lo Ra...." Ucap Bu Selfi yang sedang duduk dikursi teras rumah.
Dara menoleh ke arah Bu Selfi sebelum berjalan mendekati ibunya.
Belum sempat Dara duduk dikursi, Dara segera melangkahkan kakinya lagi mendekati pagar, saat melihat sebuah sedan mewah warna hitam berhenti didepan pintu pagarnya.
"Mama....." Teriak El dengan cadelnya saat melihat Dara menghampirinya.
"El apa kabar sayang....kangen Mama ya?" tanya Dara setelah mengambil alih El dari gendongan Mega.
"Titip Eliana Ya Ra? nanti habis magrib aku jemput." Ucap Aditya saat turun dari Mobil menghampiri Dara.
"Iya Kak," ucap Dara tersenyum menatap Aditya.
"Itu Ibu kamu kan? boleh aku masuk sebentar?" tanya Aditya setelah tersenyum menyapa Bu Selfi yang sedang berdiri diteras rumah.
"Silahkan Kak, ucap Dara menatap Aditya.
"Ayo masuk Meg," ucap Dara lagi kepada Mega.
"Assalamualaikum Bu," Ucap Aditya ramah mencium tangan Bu Selfi.
"Waalaikum salam," Ucap Bu Selfi tersenyum menyambut Aditya.
"Nggak Papa, dari hamil Mitha juga sudah sering ngrepotin Ibu," Ucap Bu Selfi bercanda, diikuti tawa Aditya dan Dara.
"Ya Allah...cantiknya...., mirip sekali sama Mitha." Ucap Bu Selfi lagi mencubit gemas pipi El yang ada di gendongan Dara.
"Mas...." Panggil Dara tersenyum saat melihat suaminya berjalan mendekatinya.
"Kenalin ini si cantik Eliana Om....," ucap Dara memperkenalkan Eliana ke Erfan, yang hanya dijawab dengan seulas senyum sambil mencubit pelan pipi tembem Eliana.
"Kamu suaminya Dara ya? kenalin aku Aditya." Ucap Aditya mengulurkan tangannya tersenyum menatap Erfan.
"Erfan." Jawab Erfan datar menjabat tangan Aditya.
"Makasih ya, sudah izinin Eliana main sama Dara." Ucap Aditya menatap Erfan.
Erfan hanya menjawab dengan anggukan kepalanya pelan.
"Saya pamit dulu ya Tante, titip Eliana sebentar," pamit Aditya menatap Bu Selfi.
"Hati-hati ya Dit," Jawab Bu Selfi.
Aditya menganggukkan kepalanya sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Dara, "Aku tinggal ya Ra?" Ucap Aditya lagi menatap Dara sebelum menganggukkan kepalanya pelan menatap Erfan.
"Hati-hati Kak," ucap Dara melihat kepergian Aditya.
Dara segera membawa masuk El ke dalam rumah diikuti dengan Erfan disampingnya, Bu Selfi dan Mega dibelakangnya.
__ADS_1
"Ibu tinggal mandi dulu ya Ra?" ucap Bu Selfi sebelum melangkahkan kaki kedalam rumah, meninggalkan Dara, Erfan dan Mega diruang tamu.
Setengah jam sudah Erfan lalui hanya dengan melihat Dara bermain dengan Eliana dilantai ruang tamu yang sudah dialasi kasur lantai. memainkan banyak mainan yang Mega bawa dari rumah Eliana.
"Ra..." panggil Erfan memelas disamping Dara.
"Kamu jangan main sama dia terus dong...akunya dilupain." Bisik Erfan ditelinga Dara, membuat Mega menahan tawanya.
"Biar Non El sama saya aja Ra," ucap Mega menatap Dara.
"Mungkin suami kamu sedang butuh sesuatu." Ucap Mega lagi membuat Dara tersenyum kikuk.
"Sebentar dong Mas, jarang jarang kan aku main sama El," Bujuk Dara berbisik ditelinga Erfan.
"Eliana sayang....ini Nenek bawain es krim buat kamu.." Ucap Bu Selfi tiba-tiba keluar dari dalam rumah sambil membawa es krim yang ada ditangannya, membuat Eliana tertawa kegirangan.
"Massss mass mana ponsel Mas Erfan?" Ucap Dara buru- buru sambil memukul pelan dan cepat kaki Erfan yang ada disebelahnya,
karena ingin segera mengambil gambar Eliana.
"Buat apa?" tanya Erfan sambil mengambil ponselnya yang ada diatas sofa.
"Ayo cepet Mas..." ucap Dara buru-buru sebelum menerima ponsel dari Erfan.
Ckrek crek Dara memotret El yang sedang makan Es krim sendiri hingga membuat wajahnya belepotan kena Es krim,"
"Ya Allah lucunya...." Ucap Dara gemas memandangi wajah El yang ada dilayar ponsel.
"Kamu nggak ingin motret aku Ra? aku juga nggak kalah gemesin lo dari dia." Bisik Erfan lagi ditelinga Dara, membuat Bu Selfi dan Mega tertawa.
"Suami kamu cemburu itu Ra, dari tadi nggak kamu pedulikan," ucap Bu Selfi disela-sela tawanya.
"Pesonaku kalah sama pesonanya Eliana Bu, aku daritadi aku duduk disini sama sekali nggak dilirik sama Dara," Sindir Erfan menahan senyumnya.
"Sabar dong Mas...tunggu El pulang ya? nanti Mas Erfan aku lirik lagi," Ucap Dara sambil menyuapkan es krim ke Eliana.
"Cih," Dengus Erfan sebelum tersenyum menatap kebahagiaan yang terpancar diwajah istrinya, hatinya menghangat saat melihat ketelatenan Dara menyuapi dan menjaga balita kecil yang sudah merebut perhatian Dara darinya.
***
Seperti janjinya tadi, Aditya datang untuk menjemput Eliana dan Mega sehabis Maghrib.
"Papa...." Teriak Eliana dengan cadelnya berlari menghampiri Aditya yang baru masuk kedalam ruang tamu rumah Pak Herman.
"Sayangnya Papa...." Ucap Aditya berjongkok mengulurkan kedua tangannya kedepan bersiap memeluk El.
"Tadi El nakal nggak disini?" tanya Aditya setelah menggendong Eliana, dijawab dengan gelengan kepala kuat oleh Eliana.
"Pinter sekali anak Papa," ucap Aditya mencium pipi tembem anaknya sebelum melangkahkan kakinya mendekati Bu Selfi dan Pak Herman yang duduk disofa ruang tamu.
"Terimakasih Tante sudah mau direpotin El hari ini," Ucap Aditya mencium tangan Bu Selfi dan Pak Herman bergantian sebelum ikut duduk di sofa yang bersebrangan dengan Dara, Erfan dan Mega.
"Tante seneng El ada disini Dit, rumah Tante jadi rame.
Mama...." ucap El berusaha turun dari pangkuan Aditya dan berlari menghampiri Dara.
"Papa...Mama Eskim( Es krim)," ucap Eliana setelah berada dipangkuan Dara.
Membuat Aditya tersenyum menatap Eliana, "Tadi El dikasih Mama Dara Es krim ya?" tanya Aditya menatap Eliana saat mengerti maksud ucapan anaknya, membuat wajah Erfan yang dari tadi datar mulai mengerucutkan bibirnya menatap sinis Aditya yang sedang duduk didepan Dara, menahan rasa kesal saat mendengar panggilan Eliana dan Aditya kepada Istrinya.
__ADS_1
__________________
Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up..