
Dara menganggukan kepala menatap Erfan, "Beri aku satu kesempatan lagi Mas," ucap Dara sebelum memeluk Erfan. "Aku ingin menjadi istri kamu, sekarang dan selamanya. Bukan hanya dalam satu tahun kedepan."
Erfan terdiam, membalikkan tubuhnya menghadap Dara, berusaha mencerna kalimat istrinya.
"Kenapa diam Mas?" tanya Dara mendongak masih memeluk suaminya.
" Bagaimana dengan Dewa?" tanya Erfan menatap Dara.
Dara mengangkat kedua bahunya, "Kita lupain Dewa ya Mas! aku hanya ingin kamu. Erfan Pratama, bukan Dewa ataupun yang lainnya."
Erfan tersenyum membalas pelukan Dara, "Terimakasih sudah memilihku Ra."
Dara mengeratkan pelukannya, "Aku siap menjadi istri Mas Erfan sepenuhnya." Ucapnya lirih.
Erfan menarik tubuh Dara dari pelukannya, "Termasuk....," ucap Erfan menggantung kalimat menatap Dara.
Dara menganggukkan pelan kepalanya, mengerti apa yang dimaksud suaminya.
"Aku mandi dulu ya Mas, tadi langsung kesini belum sempat mandi," ucap Dara mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ayo, aku ikut."
"Lha, Mas Erfan kan baru selesai mandi?"
"Nggak papa mandi lagi, tadi kan mandi sendiri." Ucap Erfan memeluk pinggang Dara.
"Sekarang dimandiin kamu," goda Erfan lirih ditelinga Dara hingga membuat pipi istrinya merona.
"Masss," pekik Dara tekejut saat Erfan tiba-tiba membopongnya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Erfan Menurunkan Dara didalam bathup, "Bolehkah aku mandi sendiri Mas?"
"Apa hati kamu kembali ragu Ra?" tanya Erfan jongkok di depan Dara.
"Dara menggeleng, "Aku gugup," ucap Dara sedikit menunduk berusaha mengendalikan detak jantungnya yang sudah melewati batas normal.
Erfan tersenyum melihat pipi Dara yang memerah. Energi dalam tubuhnya semakin terpancing untuk keluar, membuat rasa ingin memiliki Dara sepenuhnya semakin besar.
Erfan mengangkat lembut dagu Dara, mensejajarkan wajah istrinya dengan wajahnya sebelum mendekatkan b*birnya untuk bertemu dengan b*bir istrinya.
Dara memejamkan matanya saat Erfan memulai c*umannya, menikmati setiap pergerakan b*bir Erfan, sambil berusaha mengikuti irama permainan suaminya.
Crrrrssssssss tangan Erfan tiba-tiba menyalakan shower yang berada diatas bathup, membuat air jatuh membasahi tubuh mereka.
Dara melepaskan c*umannya dibawah guyuran air, mencoba untuk bernafas saat merasa sesak karena aksi suaminya.
Erfan menatap wajah istrinya, wajah basah Dara karena guyuran air sungguh membuat g*irahnya semakin memuncak, "Ra?" ucap Erfan dengan suara beratnya.
Dara menganggukkan kepala seakan mengerti maksud dari suaminya.
Erfan kembali menarik tengkuk istrinya, m*nciumnya dengan lembut dan dalam semakin dalam. Hingga menyusuri leher putih istrinya dan meninggalkan bekas berwarna merah yang sangat kontras dengan warna kulit Dara.
__ADS_1
Tangan Erfan mulai menyusup ke dalam baju Dara, bergerilnya menyentuh setiap inci tubuh istrinya sebelum menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami. Menyatukan aku dan kamu menjadi kita.
***
"Aaa," pekik Dara saat ingin bangun dari bathup.
"Kenapa Ra?" tanya Erfan panik setelah memakai jubah handuknya.
"Perih Mas, sakit," jawab Dara meringis menunjuk dengan mata area s*nsitifnya.
"Ayo, aku bantu kamu ke kamar," ucap Erfan membopong istrinya, keluar kamar mandi dan menurunkan istrinya diatas ranjang.
Wajah Dara memerah menahan malu, dan segera menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut, membuat Erfan terkekeh melihatnya.
"Kenapa malu? aku kan sudah melihat semuanya," goda Erfan duduk ditepi ranjang.
"Isss," ucap Dara memukul pelan lengan suaminya.
Erfan terkekeh sebelum mencakup kedua pipi Dara, "Terimakasih," ucap Erfan menatap lembut istrinya sebelum mendaratkan kecupannya didahi Dara.
Erfan mulai memiringkan wajahnya mendekati bibir Dara, tinggal setengah Cm lagi, tapi.....
Tok tok tok suara ketukan pintu kamarnya membuyarkan semuanya.
Erfan Menghela nafas sambil membanting kepalanya menunduk.
"Buka dulu Mas," ucap Dara tersenyum kikuk sebelum menutupi tubuhnya dibawah selimut.
Erfan berdiri dan melangkahkan kaki gontai untuk membuka pintu kamar.
Erfan mengambil alih nampan yang berisi makanan untuk dirinya dan Dara yang sedang dibawa Bi Minah.
"Terimakasih Bi," ucap Erfan sebelum menutup pintu.
"Siapa Mas?"
"Bi Minah, nganterin makan malam buat kita," Ucap Erfan menghampiri Dara.
Dara menganggukan kepalanya pelan, "Tolong ambilin bajuku didalam koper dong Mas."
"Lho? sudah mau pakai baju?" Goda Erfan setelah meletakkan nampan dalam nakas.
"Dingin tau Mas!"
"Sini aku peluk." Ucap Erfan membuka tangannya memeluk Dara.
"Aku lapar Mas, aku butuh makan, beri aku makanan," ucap Dara memelas dipelukan Erfan.
"Hahahaha ayo makan dulu," Erfan tertawa melepaskan pelukan.
"Ambillkan bajuku dulu ya?"
__ADS_1
"Iya Sayang..." Ucap Erfan berdiri untuk mengambil koper Dara.
Dara tersenyum dengan pipinya yang memerah karena mendengar kata sayang dari Suaminya.
"Ini, kamu cari aja , aku nggak tau," ucap Erfan memberikan koper dan meletakkannya diatas ranjang.
"Terimakasih," ucap Dara sambil membuka koper untuk mengambil salah satu piyama rok yang berwarna pink.
"Nggak ada yang lebih seksi ya," batin Erfan saat melihat beberapa setelan piyama Dara yang ada di dalam koper.
"Aaaa." Rintih Dara lagi saat ingin turun Dari Ranjang.
"Mau apa Ra?" tanya Erfan terkejut.
"Mau makan."
"Kamu disini aja ya, duduk manis," ucap Erfan membantu Dara duduk bersandar sebelum mengambil sepiring nasi diatas nakas dan duduk didepan Dara.
"Aku makan sendiri aja Mas," ucap Dara berusaha mengambil alih piring makanannya dari tangan Erfan.
"Nggak papa, aku ingin menyuapimu," ucap Erfan menyodorkan sesendok nasi, "ayo buka mulutnya."
Dara membuka mulutnya, menerima suapan dari Erfan. "Mas Erfan juga makan." Ucap Dara mengambil alih sendok dari tangan Erfan untuk menyuapi balik suaminya.
***
Sinar mentari pagi menyusup menembus jendela kaca kamar Erfan yang besar, Dara membuka matanya perlahan sebelum menguceknya pelan.
"Selamat pagi Sayang," ucap Erfan memiringkan tubuhnya menghadap Dara, dan menggunakan salah satu tangan sebagai tumpuan kepalanya. Menatap penuh cinta muka bantal istrinya.
"Pagi Mas," ucap Dara Tersipu malu memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya didada Erfan.
Erfan terkekeh, "Sudah jam tujuh, Kamu nggak mandi?" ucap Erfan membelai rambut Dara.
"Ha? sudah jam tujuh?" tanya Dara terkejut menatap suaminya.
Erfan menganggukkan kepalanya, "Maaf ya sudah membuat kamu kelelahan," goda Erfan setengah berbisik ditelinga Dara.
"Kamu keterlaluan Mas," Dara memanyunkan bibirnya." Hari ini aku izin nggak masuk kerja ya?"
"Oke, kamu istirahat aja, persiapkan diri kamu untuk nanti malam," ucap Erfan mengedipkan salah satu matanya.
"Ha? lagi? aku pingsan aja Mas," ucap Dara pura-pura pingsan.
"Hahahaha jangan pingsan dong," Erfan segera duduk dan berusaha membangunkan tubuh istrinya untuk duduk. "ayo cepat mandi, kita sarapan dibawah sama Papa."
Dara menganggukkan kepalanya pelan sebelum turun dari ranjang.
"Mas Erfan mau kemana?" tanya Dara saat melihat suaminya ikut turun dari ranjang.
"Mandi lah..." Ucap Erfan tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya ke atas dan ke bawah.
__ADS_1
"Astaga....Mas..." Pekik Dara terkejut saat suaminya kembali membopong tubuhnya tanpa aba-aba, membawanya kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up