
Sekitar tiga puluh menit waktu yang Erfan dan Dara butuhkan untuk sampai diperumahan XXY.
Setelah memasuki pintu gerbang Perumahan dengan tulisan XXY RESIDENCE yang sangat besar diatas gapura, Erfan terus melajukan mobilnya melewati deretan rumah berlantai dua dengan macam-macam arsitektur yang terlihat mewah dan berkelas.
Dara duduk bersandar sambil melihat jajaran rumah lewat kaca mobil yang ada disebelahnya, fikirannya kembali mengenang masa lalunya, dimana dia dulu sangat sering main ke kawasan ini selepas pulang kuliah.
"Masih jauh Mas rumahnya?" tanya Dara mengalihkan pandangannya menatap Erfan.
"Sebentar lagi sampai Ra, itu didepan sana, belok kiri dipersimpangan jalan itu," ucap Erfan sambil menunjuk persimpangan yang ada didepannya.
Dara menganggukkan kepala pelan sebelum menyandarkan kembali kepalanya ke sandaran mobil.
"Sudah sampai Mas?" tanya Dara saat Erfan menghentikan mobilnya didepan rumah dengan pagar besi minimalis berwarna putih.
Erfan menganggukkan kepalanya pelan, "Ini rumahnya Ra."
"Kita turun sekarang?" tanya Dara.
"Sebentar aku telepon Aldi dulu."
Erfan Mengambil ponsel yang ada didalam saku jaketnya, menggeser layar ponselnya sebelum menelepon Aldi, teman yang ingin menjual rumah kepadanya.
"Ayo Ra, dia ada didalam." Ucap Erfan setelah menelepon.
Erfan dan Dara segera turun dari mobil, melangkahkan kaki mereka mendekati pagar sebelum memencet bel yang ada didinding pagar.
Beberapa saat menunggu keluar seorang laki- laki seumuran dengan Erfan dari balik pintu utama, melangkahkan kakinya ke arah pagar mendekati Erfan dan Dara.
"Macet nggak perjalananya Fan?" Ucap Aldi setelah membuka pintu pagar.
"Lumayan lancar Al."
"Ini istri kamu?"
"Iya, ini Dara istriku," ucap Erfan memperkenalkan Dara.
"Aldi," ucap Aldi mengulurkan tangannya didepan Dara.
Dara tersenyum sebelum menyambut uluran tangan Aldi, "Dara."
"Ayo silahkan masuk," ucap Aldi sebelum masuk kedalam rumah, diikuti dengan Erfan dan Dara dibelakangnya.
Dara mengedarkan pandangannya ke setiap sudut halaman, "Bagus Mas," ucap Dara tetap mengedarkan pandangannya, matanya seakan tersihir saat melihat keindahan arsitektur yang ada didepan rumah Aldi, halaman dengan ubin marmer yang dihiasi dengan tanaman rumput beserta beberapa jenis bunga seperti tulip dan lavender diarea pinggir halaman, ditambah bunga anggrek yang tersusun rapi di dinding pagar sungguh terlihat sangat asri Dimata Dara.
"Kamu suka?" bisik Erfan tetap melangkah.
Dara menganggukkan kepalanya, "Suka Mas." Ucap Dara menatap Erfan.
"Ayo Fan, Ra silahkan duduk," Ucap Aldi setelah memasuki Ruang tamu.
"Apa kita bisa langsung melihat isi rumahnya Al?" ucap Erfan menatap Aldi.
"Langsung aja ni? nggak pake duduk dulu?" ucap Aldi memastikan.
Erfan menganggukkan kepala sebagai jawabannya.
__ADS_1
"Ya udah ayo." Ucap Aldi mengajak Erfan dan Dara berkeliling rumah, dari lantai satu sampai lantai dua, dari kamar sampai dapur, melihat semua ruangan yang ada didalam rumah, termasuk garasi yang cukup untuk menampung empat mobil.
Trrrttt trrrrt ponsel Aldi yang sejak tadi dia pegang berbunyi.
"Sebentar ya, aku tinggal angkat telepon, kalian silahkan duduk dulu," ucap Aldi sebelum meninggalkan Dara dan Erfan.
"Gimana Ra?" tanya Erfan duduk disofa ruang tamu.
"Bagus Mas, aku suka, tapi...." Ucap Dara menggantung kalimat sebelum duduk disebelah Erfan.
"Tapi apa?" tanya Erfan menatap Dara.
"Apa nggak terlalu besar jika hanya kita yang menempati?"
"Rumah Papa jauh lebih besar Ra, buktinya Papa bisa tinggal sendiri disana, ya bareng Bi Minah sama yang lainnya sih." Ucap Erfan meyakinkan Dara.
"Nanti aku akan cari ART untuk membantu pekerjaanmu dirumah."
Dara menganggukkan kepala pelan, "Terserah Mas Erfan aja deh."
"Jangan terserah aku dong, ini kan aku beli buat kamu, kalau kamu nggak suka kita bisa cari yang lain."
"Aku suka Mas."
Erfan tersenyum dengan jawaban istrinya. "Yaudah kita pamit sekarang aja ya? sudah jam sepuluh," ucap Erfan setelah melihat jam tangannya.
"Sorry ya Fan, Ra, tadi ada telepon dari istriku." Ucap Aldi sebelum duduk disofa seberang Erfan dan Dara.
"Gimana? cocok?"
"Alhamdulillah," ucap Aldi sumringah.
"Kita balik dulu ya Al?" ucap Erfan berdiri dari duduknya diikuti dengan Dara yang ada disampingnya.
"Terimakasih ya Fan,Ra," ucap Aldi sambil menjabat tangan Erfan dan Dara bergantian.
"Sama-sama," ucap Erfan sebelum menggandeng tangan Dara, dan melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Hati hati Fan," ucap Aldi sebelum masuk kedalam rumah.
Erfan menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Erfan dan Dara segera melangkahkan kakinya menuju mobil, baru saja ingin membuka pintu mobil, tiba-tiba terdengar suara yang menghentikan langkah mereka.
"Dara," terdengar suara perempuan memanggil Dara, membuat Erfan dan Dara kompak untuk menoleh ke arah suara.
"Mama," ucap Dara saat melihat seorang wanita paruh baya baru keluar dari mobil, dan berjalan menghampirinya
"Mama?" ucap Erfan lirih, merasa terkejut dengan panggilan istrinya.
Dara segera menghampiri wanita yang baru saja dia sebut Mama, mencium tangannya sebelum memeluk erat wanita yang ada didepannya.
Sedangkan Erfan hanya diam, memperhatikan istrinya dengan benak yang penuh dengan pertanyaan.
"Apa kabar kamu Ra, mama kangen sekali sama kamu, kenapa lama sekali kamu nggak main kerumah Mama?" Ucap mama mencakup pipi Dara setelah melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Maaf Ma, aku belum sempat main ke rumah Mama, aku baru saja diterima kerja, jadi masih sibuk dengan pekerjaaku Ma," ucap Dara berusaha menjelaskan.
"Oh ya? kamu sudah bekerja sekarang? dimana? kok Dewa belum cerita ke Mama?" ucap Mama sambil menggenggam kedua tangan Dara.
"Dewa?" ucap lirih Erfan semakin terkejut, walaupun jarak Dara agak jauh Dari tempatnya berdiri, tapi percakapan Dara dan wanita yang dipanggilnya Mama masih sangat jelas terdengar ditelinga Erfan.
Erfan memutuskan untuk menghampiri Dara,
"Siapa Ra?" tanya Erfan saat berada disamping Dara.
Dara menelan salivanya kasar, terlihat ragu untuk memperkenalkan wanita yang ada didepannya kepada Erfan.
"Siapa dia Ra? Dewa mana? kamu nggak lagi jalan sama Dewa?"
"Apa Dewa belum menceritakan masalah pernikahanku ke Mama ya?" tanya Dara dalam hati.
"Siapa Ra? kenapa kamu diam?" tanya Erfan lagi semakin penasaran.
"Ini Mama Eri Mas......." Ucap Dara menggantung. "Mamanya Dewa."
Erfan mengerutkan keningnya menatap Dara. "Kamu memanggil mamanya Dewa Mama?" tanya Erfan menatap Dara.
"Kenapa? ada masalah kalau calon menantuku memanggilku Mama?" Ucap Mama Eri seakan nggak suka dengan ucapan Erfan.
"Calon menantu?" Ucap Erfan semakin mengerutkan keningnya.
"Apa Dewa belum cerita ke Tante kalau Dara Sudah menjadi istri orang?" Ucap Erfan menatap Mama Eri.
"Apa maksudnya Ra? apa kamu sudah menikah?" tanya Mama Eri bingung menatap Dara.
"Iya Ma, Aku sudah menikah, ini Mas Erfan Ma...su..suamiku.." Ucap Dara terbata.
"Suami?" ucap Mama Eri terkejut.
"Bagaimana kamu bisa menikah saat kamu menjalin hubungan sama Dewa Ra?" ucap Mama Eri mulai emosi.
"Aku sudah nggak ada hubungan lagi sama Dewa Ma, kami sudah putus." ucap Dara berusaha menjelaskan.
"Putus? kapan kalian putus? kenapa nggak ada satupun dari kalian yang menceritakannya ke Mama?"
"Maaf Ma," ucap Dara mulai menangis, hatinya sakit, rasa bersalahnya semakin besar saat melihat wanita yang selama ini sangat menyayanginya dan begitu dekat dengannya terlihat begitu marah dan kecewa.
Mama Eri terdiam, berusaha menerima kenyataan yang membuat perasaannya terluka, rasanya begitu kecewa saat tau bahwa gadis yang akan dilamarnya untuk anaknya Dewa ternyata sudah menjadi milik orang lain.
"Apa kamu tahu Ra? Mama sama Papanya Dewa sudah ada rencana melamar kamu bulan depan." Ucap Mama Eri mulai menangis.
Dara sangat terkejut mendengar ucapan Mama Eri. "Apa Dewa tahu Ma?" tanya Dara dengan air mata yang semakin mengalir.
Mama Eri menggelengkan kepalanya pelan, "Kami ingin memberi tahu kalian sehari sebelum acara, sebagai bentuk kejutan untuk kalian, tapi ternyata sikap diam kalian yang lebih mengejutkan Mama." Ucap Mama Eri menangis, berusaha menahan tubuhnya yang mulai lemas.
"Maaaa," pekik Dara berusaha menahan tubuh Mama Eri, dibantu dengan Erfan yang dari tadi berdiri disampingnya.
_________________
HAI READERS JANGAN LUPA LIKE, KOMEN FAVORIT DAN VOTENYA YA....BIAR AUTHORNYA LEBIH SEMANGAT UNTUK UP
__ADS_1