Kisah Kasih Dara

Kisah Kasih Dara
BAB 72. Negosiasi


__ADS_3

"Kenapa bukan sekretaris Erfan yang menghubungiku Ra?"


"Aku sekretarisnya Kak," jawab Dara terkekeh.


Terdengar tawa Aditya dari dalam ponsel Dara, "Apa kamu nggak bosen tiap hari disuguhi tampang juteknya Erfan Ra?" nggak hanya di rumah tapi juga di kantor." Ucap Aditya di sela-sela tawanya.


Kak Aditya perlu mengenal Mas Erfan lebih dekat lagi agar bisa tahu kelembutan hatinya." Bela Dara.


"Oke oke, bilang sama dia aku tunggu di kantorku hari ini.


"Iya Kak, akan aku sampaikan ke Mas Erfan. Terima kasih ya Kak," ucap Dara sebelum mengakhiri panggilannya.


Dara meletakkan kembali ponselnya di atas meja. "Sebentar ya Cin, aku tinggal ke dalam dulu." ucap Dara sebelum berdiri dari duduknya.


Cindy hanya menganggukkan kepalanya pelan, menatap Dara yang sedang mengetuk pintu ruangan Erfan.


Dara segera masuk ke dalam ruangan Erfan setelah dipersilahkan masuk sama si pemilik ruangan.


"Ada apa Ra?" tanya Erfan melihat Dara yang berjalan mendekatinya.


"Kak Aditya minta kita ke kantornya hari ini Mas, setelah jam makan siang." Jawab Dara sebelum duduk di kursi seberang Erfan.


Erfan menganggukkan kepalanya pelan menatap Dara, "Kosong kan jadwalku?"


"Kosong Mas," jawab Dara balik menatap Erfan.


"Baguslah, pukul 12.30 kita berangkat ya?"


"Iya Mas," jawab Dara sebelum berdiri dari duduknya dan keluar meninggalkan ruangan Erfan.


***


Jarum jam tangan Erfan sudah menunjuk ke angka dua belas siang, seakan tidak tahu waktu, Erfan terlihat masih fokus dengan pekerjan. yang ada di layar laptopnya.


Tok tok tok terdengar suara ketukan pintu ruangan Erfan.


"Masuk," jawab Erfan tanpa memalingkan pandangannya dari layar laptop.


Pintu ruangan Erfan terbuka, memperlihatkan Cindy yang berdiri dari balik pintu sambil membawa nampan yang berisi teh hangat dan sebungkus makan siang untuk atasannya.


"Permisi Pak, saya mau mengantarkan makan siang untuk Pak Erfan." Ucap Cindy setelah berdiri di depan meja Erfan.


"Dara mana?' tanya Erfan melihat Cindy yang sedang meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja.


"Dara lagi memfotocopi laporan Pak, jadi saya yang dimintai tolong untuk mengantarkan makan siang Bapak."


Erfan menganggukkan kepalanya pelan," Kamu boleh keluar," ucap Erfan datar kembali mengalihkan pandangannya ke layar laptop.


"Saya permisi Pak," pamit Cindy sebelum keluar dari ruangan Erfan.

__ADS_1


Setengah jam berlalu, Dara masuk ke dalam ruangan Erfan, ingin mengingatkan suaminya tentang rencana mereka pergi ke perusahaan Aditya.


"Kok makanannya belum di makan Mas?" tanya Dara menghampiri Erfan, saat melihat makan siang suaminya masih utuh belum dijamah si pemiliknya.


"Aku nungguin kamu Ra, biasanya kan kita makan bersama disini " jawab Erfan mengalihkan pandangannya ke arah Dara.


"Aku sudah makan siang sama Cindy di kantin perusahaan Mas," ucap Dara setelah berdiri di samping Erfan.


"Kok gitu?" ucap Erfan dengan wajah kecewanya melihat Dara yang sedang sibuk membuka makanannya.


"Ya masak aku harus ninggalin Cindy makan sendirian Mas? dia kan baru disini," jawab Dara lagi sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulut suaminya.


"Di biarin sendiri dong aku sekarang?" tanya Erfan sambil mengunyah makanannya.


"Aku hanya nggak enak Mas sama Cindy kalau harus ninggalin dia sendiri untuk makan berdua sama Mas Erfan." Jawab Dara membuat Erfan mencebikkan bibirnya.


"Nggak enak aja terus Ra, lupain aku,"


"Iya iya Mas, besok aku makan siang disini lagi," ucap Dara kembali menyuapkan sesendok nasi ke mulut suaminya.


"Ayo Mas, cepat habiskan makanannya, sudah jam setengah satu," ucap Dara menyerahkan makanannya ke tangan Erfan.


"Aku tunggu di luar ya?" ucap Dara lagi sebelum melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Setelah menghabiskan makan siangnya, Erfan segera berdiri dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja sebelum melangkahkan kakinya keluar ruangan untuk menemui Dara yang sudah menunggunya.


"Iya Pak," ucap Dara sebelum mengambil tasnya yang sudah siap diatas meja.


"Kami tinggal dulu ya Cin? nanti kalau ada telepon yang mencari Pak Erfan bilang aja masih meeting, jangan lupa tanyain nama sama nomor poselnya, biar bisa ditelepon balik." Ucap Dara menatap Cindy yang sudah berdiri di depannya.


"Iya Ra," jawab Cindy.


***


Tepat pukul satu lebih lima belas menit, terlihat mobil Erfan sudah memasuki area parkir yang ada di halaman perusahaan Aditya, sebuah gedung besar yang menjulang tinggi hampir sama besarnya dengan perusahaan Erfan.


Erfan dan Dara segera turun dari mobil sebelum melangkahkan kaki mereka masuk kedalam loby dan mendekati meja resepsionis.


Selamat siang Pak, Bu, ada yang bisa saya bantu?" ucap staf resepsionis ramah.


"Kami dari Pratama group sudah ada janji bertemu dengan Pak Aditya." Ucap Dara kepada staf resepsionis.


"Ditunggu ya Pak, Bu," ucap staff recepsionis lagi sebelum mengangkat gagang telepon yang ada di meja kerjanya untuk melakukan panggilan.


"Ditunggu sebentar ya Pak? Bu? Sebentar lagi ada asisten Pak Aditya yang akan mengantarkan bapak dan ibu ke ruangan Pak Aditya." Ucap staf resepsionis lagi setelah menyelesaikan panggilannya dan meletakkan gagang telepon pada tempatnya sebelum menatap Dara dan Erfan bergantian.


Beberapa menit Dara dan Erfan menunggu, terlihat seorang laki-laki berkacamata dengan jas formal yang membalut tubuh tegapnya berjalan menghampiri Dara dan Erfan.


"Dengan Bu Dara dan Pak Erfan?" tanya laki-laki itu setelah berdiri di depan Dara.

__ADS_1


"Benar," jawab Dara menganggukkan kepalanya.


"Saya Aldi asisten Pak Aditya, silakan masuk, saya akan mengantar Anda ke ruangan Pak Aditya." Ucap Aldi yang dijawab dengan anggukan kepala Dara.


Dara dan Erfan segera melangkahkan kaki mereka mengikuti langkah Aldi yang sudah berjalan di depan mereka, menaiki lift ke lantai tiga sebelum sampai ke ruang pimpinan tertinggi di Permana Group.


"Silakan masuk Pak," ucap Aldi setelah membuka pintu ruangan Aditya, hingga menampakkan Aditya yang sedang duduk tegak di kursi kebesarannya.


"Selamat siang Dara...Erfan," Ucap Aditya berdiri dari kursinya.


"Silahkan duduk," ucap Aditya lagi sambil menunjuk sofa panjang yang ada di ruangannya.


Dara segera melangkahkan kakinya menuju sofa, diikuti dengan Erfan di belakangnya untuk duduk disebelah Dara.


"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Aditya memulai pembicaraannya setelah duduk di sofa dekat Erfan.


"Aku ingin membeli tanah sengketa yang kamu menangkan kemarin," jawab Erfan tanpa basa-basi.


"Kenapa kamu ingin membelinya?" jawab Aditya datar menatap Erfan.


"Karena perusahaanku membutuhkan tanah itu, perusahaan sudah membangun outlet di sana dan progres bangunannya sudah mencapai 70%.


"Perusahaanku juga membutuhkannya untuk pembangunan salah satu gudang perusahaan."


"Perusahaan kamu belum memulai pembangunannya, kalaupun kamu menjualnya kepada kami, perusahaan kamu tidak akan mengalami kerugian, kamu tinggal mencari tanah baru untuk pembangunan gudang kamu." ucap Erfan mencoba untuk membuat Aditya mengerti posisinya.


Aditya menatap lekat manik mata Erfan sebelum menyandarkan punggungnya disandaran sofa dan menyilangkan kaki kanannya diatas kaki kirinya," kamu benar, tapi aku pengusaha, aku nggak akan melepaskan barang ku begitu saja kalau tidak ada keuntungannya buatku.


"Aku akan membelinya lebih dari harga pasar, berapa yang kamu minta?" ucap Erfan dengan sorot mata dinginnya, karena tidak suka dengan tampang soknya Aditya.


Aditya nampak berfikir sebelum mengeluarkan kalimatnya. "Aku bisa memberi kan tanah itu dengan separuh harga," ucap Aditya setelah menegakkan duduknya.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Erfan dingin seakan tahu bahwa ada maksud tersembunyi dari kalimat Aditya.


Aditya memberikan seulas senyum nya menatap Erfan, "ternyata kamu sangat pintar Fan, kamu sudah mengerti maksudku sebelum aku menjelaskannya."


"Jangan bertele-tele syarat apa yang akan kamu berikan agar aku bisa mendapatkan tanah itu?"


"Mama untuk Eliana." ucap Aditya kembali tersenyum menatap Erfan sebelum berganti menatap Dara.


"Apa maksud kamu Kak?" tanya Dara terkejut balik menatap Aditya.


Bersambung.


- - -


**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN FAVORIT YA .....


BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPNYA**

__ADS_1


__ADS_2