Kisah Kasih Dara

Kisah Kasih Dara
BAB 38. Dinner Romantis


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Dara keluar kamar mandi setelah selesai dengan mandi sorenya.


Berendam dengan air hangat yang diberi aromaterapi sangat membantu membuang rasa jenuhnya karena seharian berada dirumah.


Tok tok tok, terdengar suara ketukan dipintu kamar Dara.


Dara berjalan menuju pintu masih memakai jubah handuknya.


"Buat saya ya Bi?" ucap Dara setelah membuka pintu.


"Iya Non," ucap Bi minah memberikan kotak besar berwarna pink dengan hiasan mawar diatasnya.


"Terimakasih Bi," ucap Dara mengambil alih kotak dari tangan Bi Minah.


Dara menutup pintu kamar, berjalan masuk dan meletakkan kotak diatas ranjang.


"Wah...." ucap Dara terpesona setelah membuka kotak. Terlihat sebuah gaun berwarna merah maroon yang terlipat rapi beserta high heels berwarna senada didalam kotak.


"Ada suratnya," ucap Dara lirih mengambil kertas yang ada diatas gaun.


*Semoga kamu suka dengan bajunya, pukul 18.30 kamu akan diantar Pak Anton supir pribadi Papa untuk menemuiku.


Erfan*.


Dara meletakkan surat diatas ranjang, sebelum mengambil gaun yang ada di


dalam kotak.


"Cantik sekali Mas, aku suka." Ucap Dara lirih sambil mengangkat gaun hingga menjuntai indah ke bawah. Sebuah midi dress dengan kombinasi brukat.


***


Setelah sholat Magrib Dara bersiap-siap dimeja rias, menyapukan fondation ke setiap wajahnya sebelum memoles make up lengkap dari alis hingga bibirnya.


Setelah menyisir rambut dan membuat sedikit kepangan kecil disisi kanan rambut, Dara segera memakai midi dress dan high heels pemberian Erfan dan segera keluar kamar.


Dara berjalan menuruni tangga sebelum melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, tempat dimana Pak Subrata sedang menonton TV.


"Pa, Dara diajak Mas Erfan makan malam diluar, Papa nggak papa makan sendiri dirumah? atau Papa mau ikut?" ucap Dara duduk disebelah mertuanya.


"Papa juga biasanya makan sendiri Ra, kamu berangkat aja, sudah ditunggu Anton diluar."


Dara menganggukkan kepala, berdiri dari duduknya dan mencium tangan Pak Subrata sebelum melangkahkan kakinya keluar menuju pintu utama.


"Silahkan Non." Ucap laki-laki sekitar umur 40 tahunan menyambut Dara sambil membukakan pintu belakang mobil sedan mewah yang berwarna hitam.


"Terimakasih Pak," ucap Dara sebelum masuk ke dalam mobil.


Pak Anton masuk ke dalam mobil, dan segera melajukan mobil keluar meninggalkan kediaman Pak Subrata.

__ADS_1


Butuh sekitar tiga puluh menit perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. Sebuah restoran mewah yang terkesan romantis.


Dara segera keluar dari mobil, bediri menatap penuh kagum restoran yang ada didepannya.


"Mas Erfan disini Pak?" tanya Dara kepada Pak Anton yang berdiri disebelahnya.


"Iya Non, sebelah sini." Ucap Pak Anton mengarahkan Dara ke arah tangga yang ada disebelah kanan restoran.


"Non Dara naik saja ke atas, Tuan Erfan sudah menunggu diatas.


"Terimakasih Pak," ucap Dara sebelum berjalan menaiki anak tangga yang dipenuhi dengan hiasan lampu warna warni, berjalan terus hingga sampai disebuah restorant rooftop.


Dara berjalan melewati hiasan lilin yang berjajar menyala seakan sedang menyambut kedatangannya.


melangkahkan kakinya mengikuti arah hiasan lilin, hingga matanya menemukan sosok laki- laki tampan dan gagah sedang berdiri didepan meja yang sudah dihias dengan sangat indah dan romantis.


Dara menutupi mulutnya yang menganga terkejut dengan kedua telapak tangannya sebelum berjalan lagi menghampiri Erfan.


"Selamat datang Sayang," ucap Erfan mengulurkan tangannya menyambut Dara.


Dara tersenyum sebelum meraih uluran tangan Erfan untuk menuntunnya duduk dikursi yang sudah dipersiapkan.


Sudah ada hidangan steik dimeja dengan minuman pendamping, dan ditemani rangkaian bunga mawar putih dan merah sebagai hiasan disampingnya.


Pemandangan kota dimalam hari yang terlihat disekeliling restoran sungguh sangat indah dipandang mata.


"Apa kamu suka Ra?" tanya Erfan berjongkok didepan Dara.


"Hei, harusnya kamu bahagia sayang, bukan menangis," ucap Erfan membelai lembut pipi istrinya.


"Dara menyeka air matanya." Aku bahagia Mas." Ucap Dara memeluk Erfan.


"Terimakasih," ucap Dara lirih ditelinga suaminya.


Erfan membalas pelukan Dara sebelum mendorong pelan tubuh istrinya , "Aku punya sesuatu buat kamu," ucap Erfan sebelum berdiri dan mengambil barang yang ada didalam saku jasnya.


"Buat kamu," ucap Erfan sambil memberikan sebuah kotak kecil berwarna navy.


"Apa ini Mas?" tanya Dara setelah mengambil alih kotak dari tangan Erfan.


"Buka aja," ucap Erfan tersenyum.


Dara membuka perlahan kotak yang diberikan suaminya, sebuah kalung emas putih dengan liontin bunga mawar yang dibubuhi berlian.


"Apa kamu suka?" ucap Erfan sedikit membungkuk dengan tangan terbuka memegang sandaran kursi dan meja menatap Dara.


Dara menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban.


"Aku bantu pakaikan ya?" ucap Erfan menegakkan badannya dan mengambil kalung dari dalam kotak untuk dipasangkan dileher Dara.

__ADS_1


"Cantik," Ucap Erfan berdiri menatap Dara.


Dara berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Erfan, tersenyum dan menatap dalam manik mata suaminya sebelum mendaratkan kecupan ke bibir suaminya.


Erfan tersenyum menatap Dara. "Apa kamu sedang menggodaku sekarang Ra?"


Dara menunduk tersipu malu mendengar kalimat suaminya.


Erfan mengangkat lembut dagu Dara sebelum mendekatkan wajahnya pada wajah Dara untuk mendaratkan bibirnya menyentuh bibir istrinya, memulai c*uman lembut ditengah- tengah suasana yang romantis.


Erfan melepaskan c*umannya dan menatap Dara dengan senyum bahagianya, mendaratkan satu kecupan lagi didahi Dara sebelum merengkuh tubuh istrinya untuk dibawa dalam pelukannya." Terimakasih sudah bersedia menjadi istriku." Ucapnya lembut memeluk dan membelai belakang kepala Dara.


Dara membalas pelukan Erfan, melingkarkan tangannya pada perut sixpack Erfan sebelum membenamkan wajahnya pada bahu suaminya.


"Ayo makan dulu," Ucap Erfan setelah menarik tubuhnya untuk melepaskan pelukan.


Dara menganggukkan kepala pelan sebelum duduk dikursi, sedangkan Erfan melangkahkan kakinya untuk duduk dikursi seberang Dara.


Erfan memotong kecil-kecil steik yang ada didepannya hingga menjadi beberapa bagian sebelum memberikannya ke Dara.


"Kamu makan ini!" ucapnya memberikan steik dan menukarnya dengan steik yang ada didepan Dara .


"Terimakasih." Ucap Dara tersenyum


Apa kamu nggak bosan menghabiskan waktu hanya dirumah?" Tanya Erfan sambil memotong steik.


"Bosan sekali Mas."


Erfan tersenyum sebelum memasukan potongan steik kedalam mulutnya, "Lusa ada undangan acara ulang tahun Perusahaan Om Setya."


Dara terdiam mendengar kalimat Erfan,menghentikan tangannya yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Kalau kamu nggak ingin kita datang juga nggak papa, aku bisa mengirim Nathan sebagai perwakilan."


Dara menggelengkan kepala pelan, "Mas Erfan harus datang, nggak baik menolak undangan hanya karena masa lalu." Ucap Dara kembali makan.


"Kamu,?"


"Aku kan Secretaris Mas Erfan, jadi aku harus datang."


"Kamu nggak ingin datang sebagai istriku?"


"Aku akan datang sebagai istri dan Secretaris." Ucap Dara tersenyum.


Erfan tersenyum mendengar jawaban Dara, kemudian melanjutkan makan malam romantis dengan sedikit obrolan yang membuat mereka tertawa bersama.


________________


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, VOTE, DAN KOMEN YA READERS

__ADS_1


UNTUK MENAMBAH SEMANGAT AUTHOR.


TERIMAKASIH


__ADS_2