Kisah Kasih Dara

Kisah Kasih Dara
BAB 56. Lingerie Merah 2


__ADS_3

"Mas...." Panggil Dara menghampiri Erfan yang sedang duduk dikursi depan rumahnya Mama Eri.


"Mas Erfan ngapain disini?" tanya Dara berdiri didepan Erfan.


"Nungguin kamu sambil mendengar kicauan burung." Ucap Erfan tersenyum menyentuh tangan Dara yang menggantung didepannya.


"Tante Eri Mana?"


"Mama Eri masih ke kamar mandi,"


Erfan menganggukkan kepala sebelum mengedarkan pandangannya ke arah deretan sangkar burung yang menggantung diatas atap. "Banyak sekali burungnya," gumam Erfan pelan.


"Suami Tante Eri suka sama burung ya Ra?" tanya Erfan mendongakkan kepalanya menatap Dara.


"Bukan Om Ghani, tapi Dewa yang suka." Ucap Dara dengan seulas senyum dibibirnya ikut melihat ke arah deretan burung.


"Kamu tau itu Mas," ucap Dara menunjuk burung love bird yang berwarna hijau dengan sedikit warna orange kemerahan yang ada dileher dan puncak kepala. "Itu burung paling mahal dibanding dengan burung yang lainnya, Dewa sampai rela ngeluarin uang dua puluh juta buat beli burung itu, hanya karena alasan jam terbangnya tinggi, sampai rumah kena omel deh sama Mama Eri, hahaha" ucap Dara tertawa mengingat kembali kenangan masa lalunya.


"Memang bodoh sekali dia," ucap Dara terkekeh tidak memperhatikan Ekspresi Erfan yang sudah berubah datar.


"Ayo pulang," ucap Erfan berdiri dari duduknya.


"Sekarang? tapi Mama Eri masih dikamar mandi,"


"Kita tunggu didalam, setelah Tante Eri selesai kita langsung pulang," ucap Erfan sebelum masuk keruang tamu.


Dara menatap punggung suaminya dengan perasaan bingung, "Apa ada yang salah ya dengan ucapanku?" gumam Dara sebelum ikut masuk ke dalam ruang Tamu.


"Ma, kami pamit dulu ya?" ucap Dara berdiri saat melihat Mama Eri keluar dari dalam rumah.


"Kok buru-buru Ra? nggak sekalian makan malam disini aja nanti? Mama sendirian, Papanya Dewa hari ini ada lembur."


"Ini kan masih sore Ma, masak makan malam disini?" ucap Dara terkekeh


"Ya nggak papa dong Ra, biar lama disininya."


"Kapan-kapan deh Ma aku main kesini lagi."


"Janji ya? Mama tunggu lo, mungkin sekalian kita bisa shoping shoping dimall," ucap Mama Eri tersenyum.


"Mama kangen tahu belanja sama kamu," tambah Mama Eri.


"Nanti bisa diatur Ma.... nanti aku telepon ya Ma?" ucap Dara antusias.


"Oke," ucap Mama Eri tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya ke arah Dara.


"Ehem," Erfan berdehem untuk menyadarkan Dara dan Mama Eri kalau masih ada dia disana.


"Kami pamit pulang dulu Tante," ucap Erfan menjabat tangan Mama Eri.


"Kamu jagain Dara, buat Dara bahagia ya," Pesan Mama Eri ke Erfan.


Erfan hanya menganggukkan kepalanya pelan dengan seulas senyum dibibirnya.


"Aku pamit ya Ma, Mama jaga kesehatan," ucap Dara mencium tangan dan memeluk Mama Eri.


Mama Eri mengangguk setelah melepaskan pelukannya, "Hati-hati Ra," Ucap Mama Eri menatap punggung Dara hingga hilang dari pandangan matanya.


***


"Kenapa Mas? kok diam aja dari tadi?" tanya Dara didalam mobil.


Erfan hanya menggelengkan kepalanya pelan tetap fokus melihat jalan yang ada didepannya. "Aku capek Ra."


"Kok tiba-tiba capek? tadi kan nggak papa?" tanya Dara penasaran.


"Ya memang capeknya datangnya tiba-tiba Ra," ucap Erfan datar tetap fokus mengemudi.

__ADS_1


Dara memilih diam, menyandarkan kepalanya disandaran kursi sambil menatap jalanan dari balik kaca pintu mobil.


***


"Assalamualaikum," ucap Dara dan Erfan kompak sebelum masuk kedalam rumah.


Dara dan Erfan saling tatap saat mendengar suara tawa Pak Subrata yang ada diruang keluarga.


"Ngetawain apa sih Pa? sampai terdengar dari luar." Ucap Erfan setelah masuk kedalam ruang keluarga diikuti dengan Dara disampingnya.


"Kalian sudah pulang?" ucap Pak Subrata menoleh ke arah Erfan, "ini Lo acara lawaknya lucu sekali." Ucap Pak Subrata masih dengan sisa tawanya.


"Aku ke kamar dulu ya Mas,Pa? ucap Dara mengambil alih tas kerja Erfan Yang ada dibahu suaminya.


Erfan menganggukkan kepala sambil melepaskan jas kerjanya untuk diberikan kepada Dara. "Terimakasih Ra."


Dara menganggukkan kepala sebelum melangkahkan kakinya menuju kamar, sedangkan Erfan memilih duduk menemani Pak Subrata diruang keluarga.


"Papa sudah memesan catering untuk acara syukuran rumah kamu Fan."


"Bagus deh Pa, aku nggak ngerti masalah catering-catering gitu," ucap Erfan sambil menyomot keripik pisang yang ada diatas meja.


"Kamu mau undang siapa aja nanti?"


"Ya keluarga aja Pa, sama teman." Jawab Erfan sambil mengunyah makanannya.


"Om Setya nggak kamu undang?" tanya Pak Subrata.


"Aku malas sih Pa kalau ada Rania, resek orangnya, tapi kalau Papa mau undang ya nggak papa, Papa undang sahabat Papa yang lain juga nggak papa, biar sekalian reunian.


"Reunian gundulmu," ucap Pak Subrata membuat Erfan terkekeh.


***


Dara masuk kedalam kamar, menggantung tas kerja miliknya dan Erfan sebelum meletakkan jas kerja suaminya dikeranjang khusus pakaian kotor.


Dua puluh menit berlalu.


Cklek pintu kamar mandi terbuka, Dara keluar dari dalam kamar mandi sebelum melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.


"Aku lupa kalau kemarin sudah beli ini." gumam Dara setelah membuka pintu almari, saat manik matanya melihat lingerie merah yang baru saja dia beli sedang menggantung indah didalam almari.


"Coba ah....mumpung nggak ada Mas Erfan." ucap Dara terkekeh geli sendiri saat membayangkan tubuhnya terbungkus baju kurang bahan itu.


"Ya Allah Ya Tuhanku...baju apa ini?" gumam Dara setelah memakai lingerienya dan melihat dirinya dari pantulan kaca almari yang ada didalam ruang ganti.


"Bagaimana bisa aku tidur pakai baju begini Mas? sekalian aja t*lanjang...." gumam Dara bicara sendiri seraya terus melihat pantulan dirinya didalam kaca.


Trrrtttttttt ponsel Dara yang ada diatas nakas berbunyi.


Dara segera melangkahkan kakinya menuju nakas untuk mengambil ponsel.


"Clara?" ucap Dara saat melihat nama yang ada dilayar ponsel. Belum sempat Dara menggeser warna hijau untuk mengangangkat panggilan Clara....


Cklek tiba-tiba terdengar pintu kamar Dara terbuka, membuat Dara terkejut dan segera berlari masuk kedalam kamar mandi sambil membawa ponselnya.


Braaakk Dara menutup pintu kamar mandi dengan keras, nafasnya memburu akibat dari rasa terkejutnya. "Kenapa Mas Erfan masuk sekarang sih?"gerutu Dara sambil menyandarkan punggungnya yang masih terbalut dengan lingeri ke dinding kamar mandi


Tok tok tok "Ra?" ucap Erfan mengetuk kamar mandi.


"Kenapa kamu?" tanya Erfan bingung.


"Iya Mas?" jawab Dara setengah berteriak dari dalam kamar mandi sambil berusaha mengontrol detak jantungnya.


"Kamu kenapa?"


"Nggak papa Mas..," jawab Dara lagi masih setengah berteriak.

__ADS_1


Erfan segera membalikkan badannya untuk melangkahkan kakinya menuju ranjang, dan langkahnya tiba-tiba berhenti saat gendang telinganya menangkap bunyi ponsel dari dalam kamar mandi.


Tok tok tok "Kamu ngapain sih Ra? kok bawa ponsel ke kamar mandi?" tanya Erfan lagi mengetuk pintu.


"Sebentar Mas," ucap Dara setengah berteriak sambil berusaha mematikan ponselnya.


"Kamu ngapain didalam?"


"Sebentar Mas, masih ada perlu," Teriak Dara lagi. "aduh bodoh banget sih jawabanku." gerutu Dara memukul pelan bibirnya.


"Ada perlu apa kamu dikamar mandi? ayo buka sekarang Ra!" Ucap Erfan mulai kesal.


"Iya Mas....iya, sebentar lagi aku keluar" Teriak Dara mengambil nafas dalam-dalam sebelum memberanikan diri untuk keluar dari dalam kamar mandi.


Ra...." Teriak Erfan ingin mengetuk pintu kamar mandi lagi, belum sempat tangannya mengetuk, pintu kamar mandi mulai terbuka dengan pelan, terlihat Dara dari balik pintu dengan sikap malunya.


"Dara....," gumam Erfan pelan membulatkan matanya, saat manik matanya menatap lekat penampilan istrinya dari kepala hingga ke ujung kaki.


lingerie merah menyala yang sangat cocok dipadukan dengan kulit putih Dara, dengan bahan transparan yang hampir memperlihatkan semua lekuk tubuh istrinya mampu membuat Erfan terpana hingga membuat tubuhnya terpaku tak mampu bersuara.


"Mas..jangan ngeliatin aku seperti itu..." Protes Dara tapi tak ada tanggapan dari Erfan.


"Mas," ucap Dara lagi memukul pelan lengan Erfan, membuat Erfan tersadar.


"Aneh ya Mas?" ucap Dara ragu.


Erfan hanya menggelengkan kepala dengan tatapan terus ke tubuh istrinya, menelan salivanya kasar hingga membuat barang yang dia punya menegang.


"Mas...ihhh," Dengus Dara kesal ingin berlalu meninggalkan Erfan.


"Ra," ucap Erfan menahan pergelangan tangan Dara.


"Mau kemana?" tanya Erfan dengan suara beratnya.


"Ganti baju Mas,"


"Kok ganti baju sih....," ucap Erfan sebelum melingkarkan tangannya ke pinggang Dara, memeluk istrinya dari belakang.


"Jangan ganti baju, kamu cantik pakai baju ini," Bisik Erfan ditelinga Dara.


"Mas Erfan suka?" tanya Dara menyentuh tangan Erfan yang melingkar diperutnya.


Erfan menganggukan kepalanya dibahu Dara.


"Tapi aku malu, nggak percaya diri," ucap Dara lagi.


"Kan yang melihat cuma aku," ucap Erfan mengecup lembut leher Dara berusaha mengontrol g*irah yang sudah menguasai dirinya.


"Mas...." ucap Dara menggerakkan kepalanya menahan geli sambil berusaha melepaskan pelukan Erfan.


"Mandi dulu Mas," ucap Dara setelah membalikkan tubuhnya menatap Erfan.


"Nanti aja deh mandinya, kamu nggak ingin buat dedek kecil?" ucap Erfan melingkarkan kembali tangannya pada pinggang Dara.


"Nanti aja buat dedeknya, mandi dulu sana...." Ucap Dara melepaskan kembali pelukan Erfan sebelum mendorong pelan suaminya masuk ke dalam kamar mandi.


"Iya iya Ra, aku mandi, tapi jangan ganti baju ya? tunggu aku jangan kemana-mana." ucap Erfan menatap Dara.


"Iya Mas...iya..." ucap Dara tersenyum.


Erfan segera masuk kedalam kamar mandi, baru sedetik dia menutup pintu Erfan sudah membukanya kembali. "Tunggu ya Ra? jangan kemana-mana." Ucap Erfan memperingatkan.


"Astaghfirullahaladzim...." ucap Dara terkekeh melihat kelakuan suaminya.


_________________________


Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.

__ADS_1


__ADS_2