
Sinar mentari pagi sedikit menyusup melewati celah jendela kamar Dara dan Erfan yang masih tertutup gorden warna biru muda senada dengan warna cat dinding kamarnya yang berwarna putih.
Dara dan Erfan masih tertidur di atas ranjang saling memeluk satu sama lain di bawah selimut akibat rasa lelah mereka setelah melakukan pertempuran yang membuat mereka tidur lebih malam.
"Ra....kamu nggak bangun? sepertinya sudah pagi." Ucap Erfan lirih tetap memejamkan matanya memeluk Dara.
"hemmmm," jawab Dara tak mampu membuka matanya masih di dalam pelukan suaminya.
Erfan membuka matanya perlahan, meengerjap-ngerjapkannya, memaksa kelopak matanya agar lebih terbuka.
"Sudah Jam delapan Ra," ucap Erfan lirih setelah membalikkan sedikit badannya untuk melihat jam dinding yang menggantung di kamarnya, membuat Dara terkejut hingga membuka lebar matanya ikut melihat ke arah jam dinding.
"Aku belum masak Mas," ucap Dara segera bangun dari tidurnya.
"Aaaa," pekik Dara terkejut saat Erfan menarik tangannya tiba-tiba hingga membuatnya jatuh kembali ke dalam pelukan suaminya.
"Beli online saja Sayang, hari ini kan hari Minggu, kita nikmati saja kebersamaan kita di dalam kamar," ucap Erfan semakin mengeratkan pelukannya dengan mata yang kembali terpejam menempelkan dagunnya di puncak kepala Dara.
"Bagaimana dengan Cindy? dia masih ada di rumah kita Lo Mas," ucap Dara membalas pelukan suaminya.
"Dia sudah besar, sudah bisa mengurus dirinya sendiri." jawab Erfan datar tanpa membuka matanya.
"Tapi dia kan tamu Mas, nggak sopan kalau di biarin begitu saja," ucap Dara menarik kepalanya keluar dari pelukan Erfan membuat Erfan membuka mata menatapnya.
"Aku tinggal masak dulu ya? Mas Erfan tidur aja lagi, nanti kalau sudah waktunya makan aku bangunin,"
Erfan menganggukkan kepala melepaskan pelukannya.
"Mas Erfan mau aku masakin apa?" tanya Dara setelah duduk dan merapikan kuncirannya.
"Masak apa aja Ra, asal kamu yang masak," goda Erfan mengembangkan senyumannya menatap Dara, Membuat Dara tersenyum membelai lembut dahinya.
"Aku tinggal ke bawah ya Mas?"
Erfan menganggukkan kepalanya lagi melihat Dara yang sedang turun dari ranjang.
Dara melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajah bantalnya sebelum melangkahkan kakinya keluar kamar menuju dapur.
"Kamu yang masak ini semua Cin?" tanya Dara mendekati Cindy yang sedang menata makanan di atas meja, sebelum menjatuhkan pandangannya melihat menu ayam bakar yang sudah tersedia di atas meja.
"Memangnya aku punya stok ayam ya di kulkas?" ucap Dara dalam hati.
"Iya Ra, maaf ya aku pakai dapur kamu tanpa izin, aku nggak berani mengetuk kamar kamu Ra," ucap Cindy beralasan masih berdiri di dekat meja makan.
"Kamu sudah sehat?" tanya Dara menatap Cindy.
"Sudah mendingan Ra," jawab Cindy dengan seulas senyumnya.
"Kamu mending panggil Pak Erfan untuk turun Ra, kita sarapan bersama," ucap Cindy lagi menatap Dara.
__ADS_1
Dara menganggukkan kepalanya pelan sebelum berbalik kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar.
"Pak Erfan pasti terkesan dengan kelezatan masakanku ini," Gumam Cindy penuh percaya diri menatap makanan yang sudah dia siapkan.
Cklek Dara membuka pintu kamarnya, berjalan masuk mendekati Erfan yang kembali tidur sambil mendekap guling di atas ranjang.
"Mas....." panggil Dara mengelus lembut lengan Erfan.
"Ayo makan dulu Mas, makanannya sudah siap." Ucap Dara lagi mencoba membangunkan suaminya.
Erfan menggeliatkan tubuhnya, menikmati setiap tarikan ototnya yang terasa nyaman sebelum membalikkan tubuhnya untuk menatap Dara, "Kok cepet Ra?" tanya Erfan lirih dengan muka bantalnya.
"Cindy yang masak Mas, saat aku turun tadi dia sudah menyiapkan makanannya di atas meja makan. Ayo makan dulu?"
Erfan menganggukkan kepalanya pelan, "Bangunin aku Ra?" ucap Erfan manja mengulurkan kedua tangannya ke depan Dara.
Dara segera berdiri untuk menyambut uluran tangan suaminya.
"Aaaa astaga Mas....berat sekali," ucap Dara berusaha menarik tubuh kekar Erfan, membuat Erfan terkekeh saat melihat ekspresi istrinya yang terlihat lucu.
"Aaaaa," pekik Dara saat Erfan menarik tangannya tanpa aba-aba hingga membuatnya terjatuh ke atas dada suaminya.
"Ihhhhh," dengus Dara memukul pelan lengan suaminya berusaha untuk bangun dari atas tubuh Erfan.
Erfan semakin tertawa dan melingkarkan tangannya di tubuh istrinya, mengunci tubuh Dara agar tetap berada di dalam pelukannya.
"Morning Kiss dulu baru lepas."
Cup Dara mengecup singkat bibir Erfan, "Sudah kan? ayo cepat lepasin Mas,"
Erfan menyunggingkan senyum kemenangannya sebelum melonggarkan pelukannya agar Dara bisa kembali berdiri.
"Aku ke kamar mandi dulu ya?" ucap Erfan saat bangun dan turun dari ranjang.
Dara menganggukkan kepalanya pelan, "Aku tunggu di bawah ya Mas?" ucap Dara menatap suaminya yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya," jawab Erfan sebelum menutup pintu kamar mandinya.
***
Dara dan Cindy sudah duduk bersebrangan di atas kursi meja makan, belum menikmati makanannya karena masih menunggu Erfan yang belum turun dari kamar.
Lima menit berlalu,
"Selamat pagi Pak," sapa Cindy memberikan senyum termanisnya menyapa Erfan yang sedang berjalan mendekati meja makan.
Erfan hanya menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab sapaan Sekretarisnya itu sebelum memposisikan dirinya untuk duduk di sebelah Dara.
"Silahkan di nikmati Pak, saya memasaknya sendiri, khusus buat Pak Erfan dan Dara karena sudah membantu saya kemarin," ucap Cindy lagi menatap Erfan.
__ADS_1
Dara segera berdiri dari duduknya, mengambil piring kosong yang tengkurap di depan meja Erfan sebelum mengisinya dengan nasi, satu potong ayam bakar beserta sambalnya untuk diberikan kepada suaminya.
"Mau lalapan Mas?" tanya Dara menatap suaminya.
"Nggak usah Ra," jawab Erfan menggelengkan kepalanya.
"Makasih Sayang," ucap Erfan lagi setelah mengambil alih sepiring nasi yang di berikan istrinya.
"Bagaimana Pak? Enak? tanya Cindy antusias, mencondongkan badannya ke depan menatap Erfan yang sudah memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
Erfan menurunkan alisnya, menciptakan suatu ekspresi di wajahnya sebelum mengambil sebuah tisu untuk melepeh makanan yang baru saja dia makan, membuat senyum Cindy yang tadinya mengembang menjadi hilang.
"Kenapa Mas?" tanya Dara yang sedang menikmati makanannya menjadi bingung.
Erfan segera meneguk segelas air yang ada di sebelahnya, sebelum mengalihkan pandangannya menatap Cindy, "Ini ayam bakar madu Bu Denok ya?" ucap Erfan membuat Cindy menelan salivanya kasar.
"Mati aku, Bagaimana dia bisa tahu?" gerutu Cindy dalam hati menatap Erfan sebelum berganti menatap Dara yang sudah memberikan ekspresi yang penuh tanya.
"Ini Cindy masak sendiri Mas," Bela Dara.
"Aku hafal sama rasa ini Ra, Papa sering sekali pesan makanan di restoran ini, karena ini menu favorit Papa, ayam bakar madu, jadi aku sering mencicipinya dan langsung membuat kulitku memerah karena aku alergi sama madu." Ucap Erfan membuat Dara mengalihkan pandangannya menatap Cindy yang diam membisu menundukkan kepalanya.
"Aku gorengin telur ya Mas?" tanya Dara kembali menatap Erfan.
"Iya Ra, mata sapi saja biar cepat."
Dara segera berdiri dan mlangkahkan kakinya menuju dapur.
Cindy masih terdiam tak berani bersuara, hatinya tengah sibuk mengumpat, entah umpatan untuk kebodohannya atau umpatan untuk kepintaran Erfan yang membuatnya malu karena ketahuan membual.
"Telurnya Mas," ucap Dara sebelum mengganti ayam bakar yang ada di atas piring Erfan dengan telur mata sapi yang baru saja dia goreng.
Mereka bertiga makan dalam diam, menikmati tiap suap makanan yang masuk ke dalam mulut mereka.
Dara dan Cindy hanyut dengan pemikiran mereka masing-masing. Cindy yang masih terpaku dengan rasa malunya, sedangkan Dara masih terpaku dengan rasa tidak percayanya dengan kebohongan Cindy.
"Kenapa dia harus berbohong? bukankah nggak akan ada masalah walaupun dia jujur bilang kalau ayam bakar ini beli?" ucap Dara dalam hati melirik Cindy yang terlihat menunduk menikmati makanannya.
"Kamu akan pulang jam berapa?" tanya Erfan tiba-tiba menatap Cindy, membuat wanita yang ditanya sedikit mendongakkan kepalanya menatap Erfan.
"Sebentar lagi Pak, habis ini saya akan pesan taksi online." jawab Cindy.
Erfan menganggukkan kepalanya sebelum menikmati kembali makanannya.
Bersambung.
_____________________
Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.
__ADS_1