Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 101


__ADS_3

Susan membantu Sofi untuk mengerjakan tugasnya. Susan sempat keceplosan memarahi Sofi karena Sofi tidak mengerti dengan apa yang ia jelaskan dari tadi. Namun untung saja Susan berhasil membujuk Sofi kembali sehingga membuat Sofi tidak menangis.


Tian yang melihat bahwa Susan benar-benar sudah berubah itu membuat laki-laki itu tersanjung akan perubahan istrinya itu.


"Ya ampun ternyata susah benar-benar sudah berubah. Ia sudah begitu sabar menghadapi Sofi saat ini" Batin Tian yang sedari tadi memperhatikan kedua wanita yang dekat dengannya itu dari balik pintu kamar Sofi.


"Susan" Tegur Tian masuk ke dalam kamar putri nya itu.


"Eh iya sayang" Ucap Susan.


"Dari tadi di cariin ternyata kamu di sini" Ujar Tian lagi.


"Iya, aku lagi bantuin Sofi untuk mengerjakan tugas nya. Kenapa kamu mencari ku?"


"Aku mau tanya masalah rumah kamu yang mau kamu jual itu. Apa aku boleh meminta sertifikat nya?"


"Oh masalah itu, ya boleh dong sayang. Kebetulan sertifikat nya sudah ada bersama ku. Aku meminta mama membawa nya kemaren. Oh ya sayang, apa boleh nanti mamaku tinggal di rumah kita? Soalnya mama sudah tidak ada tempat tinggal lagi jika rumah itu jadi digadaikan. Secara rumah lamanya mama sudah mama kontrakan kepada orang lain" Ujar Susan mencoba untuk meminta izin kepada Tian agar mamanya bisa tinggal bersama mereka di rumah mewah itu.


"Boleh dong, Bilang sama mamamu besok ia sudah harus tinggal di rumah kita karena beberapa hari ke depan rumah itu sudah harus dikosongkan. Ada para pembeli yang akan melihat keadaan rumah itu nantinya" Ucap Tian kepada Susan.


"Oke aku akan katakan sama mama besok bahwa besok dia sudah harus mengosongkan rumah itu"


"Terima kasih ya Susan karena kamu sudah mau membantuku dalam mengatasi masalah yang aku hadapi saat ini. Aku janji sama kamu, Jika nanti proyekku ini berhasil dan aku memenangkan proyek-proyek yang lain maka aku akan membelikan rumah yang lebih besar dan lebih bagus dari yang kamu miliki saat ini. Serta aku akan membelikan kamu mobil juga yang mewah" Ujar Tian meyakini Susan.


"Iya sayang, aku akan mendoakan semoga proyekmu ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala lagi"


"Aamiin, makasih ya sayang" Ujar Tian tersenyum senang mendengar ucapan dari Susan itu.


"Tante, ini sudah selesai coba di periksa deh" Ucap Susan memberikan buku tugas nya kepada Susan.


Susan pun mengambil buku tugas putri sambungnya itu dan memulai untuk memeriksa hasil dari tugas rumah yang dibuat oleh Sofi tadi.


"Nah ini sudah benar, pinter anak mama" Ujar Susan memuji kinerja putri sambung nya itu.


"Ya sudah karena hari sudah larut, kamu tidur dulu ya sayang. Besok kan mau ke sekolah. Nanti malah kesiangan" Ujar Sofi.


"Iya tante" Jawab Sofi pergi ke tempat tidur nya untuk beristirahat.


"Sebentar ya sayang aku ambilin dulu sertifikat rumah nya" Ujar Susan keluar duluan dari kamar putri sambung nya itu.


"Selamat malam ya sayang, mimpi yang indah" Ujar Tian saat melihat Susan sudah keluar dari kamar putri nya itu. Tak lupa Tian mencium puncak kepala putri nya dengan penuh kasih sayang.


"Pa" Tegur Sofi.


"Iya sayang, ada apa?"


"Sofi kangen sama mama Fitri. Apa Sofi boleh menginap di sana?" Tanya Sofi kepada papa nya penuh dengan harapan.


Tian tampak berpikir untuk menjawab permintaan putri nya itu. Yah dia sudah berjanji kepada Susan untuk membiarkan terlebih dahulu Sofi bersama mereka dan tidak memberikan izin kepada Sofi untuk menginap di rumahku untuk beberapa saat karena Susan mau mendekatkan diri lagi kepada putrinya itu.


"Pa, sudah lama aku gak ketemu sama mama Fitri. Aku kangen sama mama pa" Rengek gadis kecil itu lagi.


Tian menghela napas berat nya. Laki-laki itu tampak serba salah di buat nya. Yah di satu sisi dia tidak ingin mengecewakan putri nya itu. Dan di sisi lain dia sudah berjanji kepada istri nya untuk tidak membiarkan Sofi untuk beberapa saat bertemu dengan ku karena Susan ingin mengambil kembali hati Sofi yang pernah ia lukai itu.


"Pa" Ucap gadis itu lagi dengan lirih.


"Sayang, papa akan membawa Sofi untuk bertemu dengan mama Fitri. Tapi hanya untuk bertemu ya sayang. Tidak untuk menginap di sana" Ujar Tian.

__ADS_1


"Lo, kenapa pa? Bukan kah papa sudah berjanji bahwa Sofi boleh menginap di rumah mama secara bergantian"


"Iya sayang, tapi saat ini mama Fitri sibuk mengurusi pernikahan nya dengan om Rendi. Alangkah baik nya jika kita jangan menganggu mereka dulu ya sayang" Pujuk Tian.


"Tapi mama Fitri dan papa Rendi tidak keberatan kok jika Sofi bersama mereka. Malahan mereka berdua senang jika Sofi bersama mereka" Jawab Sofi.


"Iya papa tahu sayang. Tapi apa salah nya kita memberikan waktu untuk mereka ya sayang. Kasihan mama Fitri nya nanti. Apa Sofi gak kasihan melihat mama Fitri" Ujar Tian lagi mencoba menghasut Sofi.


Gadis kecil itu tampak berpikir dengan perkataan papa nya itu.


"Iya sih pa, selama ini mama Fitri sudah banyak menderita. Mama Fitri harus bahagia Sofi gak mau melihat mama sedih lagi" Jawab putri nya itu.


"Nah begitu dong sayang. Anak papa ini memang pengertian. Papa bangga sama kamu sayang" Ucap Tian mencium puncak kepala putri nya.


"Ku akui kamu memang hebat dalam mendidik anak Fitri. Terbukti Sofi tumbuh menjadi gadis yang kuat, penuh pengertian dan juga kasih sayang. Kamu memang mama yang luar biasa" Puji Tian lagi kepada ku di dalam hati nya.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya" Ujar Tian lagi keluar dari kamar putri nya itu.


***


"Mama.... " Teriak Sofi kepada ku saat aku berada di cafe ku.


"Eh sayang anak mama. Akhir nya datang juga. Mama kangen sama kamu sayang" Ucap ku memeluk erat putri kecilku itu untuk menghilangkan kerinduan yang sangat dalam yang selama ini aku pendam.


"Iya ma, Sofi juga kangen sama mama" Ucap Sofi membalas pelukan ku itu.


"Apa kabar sayang? Sehat kan nak?" Tanya ku sambil mencium seluruh wajah putri ku itu.


"Sofi sehat kok ma, mama apa kabar?" Balas nya lagi.


"Ini sayang cemilan nya" Ujar ku setelah beberapa menit mengambil makanan dan minuman.


"Terima kasih mama" Ucap Sofi langsung menyodorkan makanan yang kubawa tadi ke dalam mulutnya.


"Fitri ada yang mau aku bicarakan sama kamu" Ujar Tian.


"Mau bicara. Tentang apa? Ngomong aja"


"Tapi sebaik nya kita bicarakan masalah ini di sebelah sana deh" Ucap Tian mengajak ku untuk keluar dari cafe ku itu agar Sofi tidak bisa mendengar apa yang kami bicarakan itu. Aku mengikuti jejak langkah Tian dari belakang.


"Tian, terima kasih ya sudah mengantar Sofi kepada ku. Aku kangen sama putri ku ini" Ucap ku setelah kami berada di luar cafe ku itu.


"Iya sama-sama. Sofi kelihatan nya juga kangen sama kamu. Aku hanya memberikan izin sebentar kepada Sofi untuk bertemu dengan mu"


Aku mengerutkan kening ku mendengar ucapan Tian tadi.


"Maksud kamu apa Tian?" Tanya ku heran.


"Yah, Sofi tidak akan menginap di rumah mu Fit. Sofi hanya bertemu dengan mu sebentar saja hanya untuk melepaskan rindu nya sama kamu"


"Kenapa begitu Tian? Bukan kah kamu sudah berjanji bahwa Sofi boleh menginap di rumah ku secara bergantian" Ujar ku.


"Iya, itu dulu Fit. Tapi sekarang aku dan Susan bisa kok untuk mengurus Sofi di rumah kami. Lagian kelihatannya Sofi juga sudah mulai dekat kembali bersama Susan. Dan keadaan susah juga sudah mulai membaik. Saat ini Susan ingin menghabiskan waktunya bersama Sofi" Jelas Tian kepada ku. Sontak hal itu membuat aku menjadi sedih. Yah jelas saja aku sedih karena berpisah dengan putri ku itu. Aku tidak bisa lagi tidur bersama putri kecil ku itu. Dunia ku pasti terasa sunyi dan sepi karena tidak ada lagi penawarnya.


Aku terdiam dan melamun mendengar penjelasan dari Tian tadi. Aku tidak habis pikir bahwa Tian tega melakukan hal itu memisahkan aku dengan putrinya itu.


"Aku minta maaf Fitri. Aku tahu keputusanku ini memang tidak adil bagimu. Tapi Sofi adalah putriku aku berhak sepenuhnya terhadap dia" Jelas Tian lagi kini membuat hati ku semakin hancur.

__ADS_1


"Aku akan meninggalkan Sofi di sini sebentar. Dan nanti sore aku akan kembali untuk menjemput nya pulang" Ujar Tian lagi langsung pergi meninggalkan ku yang masih belum percaya dengan perubahan Tian saat ini kepadaku.


Aku hanya bisa menatap kepergian Tian dengan tatapan kosong seakan-akan masih tidak percaya dengan apa yang ia katakan kepadaku.


"Sungguh tega kamu Tian. Kamu tidak bisa memegang janji mu. Kamu sendiri yang berjanji tapi sekarang kamu yang mengingkari. Kamu mencari ku di saat kamu butuh saja, sedangkan setelah kamu bisa mengatasi masalah mu dengan gampang kamu membuang ku seperti sampah" Ujar ku dalam hati. Tak terasa beberapa air bening kini mengalir di pipi ku.


Yah, Tian bener-bener tega kepadaku saat itu. Di saat Susan sakit dan tidak ada yang menjaga Sofi, dia datang kepadaku dan meminta bantuan untuk menjaga dan merawat Sofi.


Terlebih saat Susan bersikap kasar kepada Sofi waktu itu dia pun memintaku untuk menjaga Sofi. Namun, setelah keadaan mulai membaik dia malah memisahkan aku dengan putriku itu. Yah tentu saja aku sangat berat untuk menerima semua keputusan Tian seperti ini. Karena hati ini sudah mulai lekat dan sangat menyayangi Sofi melebihi dari diriku sendiri.


Namun apa lah daya ku karena Sofi hanya putri sambung ku dan aku tidak berhak sepenuh nya kepada putri ku itu. Jadi aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.


Dengan langkah tertatih aku masuk ke dalam ke dalam cafe ku untuk bertemu dengan putri sambung ku itu.


"Ma" Tegur Sofi sambil tersenyum melihat ku datang dan duduk di samping nya.


"Iya sayang, enak cemilan nya?" Tanya ku kepada putri ku itu berusaha mengikir senyuman di bibir ini meski terasa sulit sekali.


"Enak kok ma" Ujar Sofi. Sofi menatap ku dengan seksama.


"Ma kenapa? Kok terlihat sedih seperti itu sih?" Tanya gadis kecil ku itu.


"Gak apa-apa kok sayang. Mama hanya lelah saja" Ucap ku berbohong kepada putri ku itu.


"Tapi sekarang lelah mama jadi hilang karena kehadiran putri mama yang paling mama sayangi ini" Ujar ku tersenyum dan mencubit pipi tembam putri ku itu.


Sofi tersenyum senang mendengar ku berkata seperti itu.


"Mama sayang sekali sama Sofi. Apa pun yang terjadi Sofi tetap anak mama" Ujar ku mencoba meyakini putri kecilku itu bawa aku sangat menyayanginya.


"Iya mama, Sofi juga sayang sama mama. Tapi kata papa Sofi hanya sebentar bersama mama. Dan Sofi akan pulang sore ini ma" Ujar Sofi dengan sedih.


"Kata papa mama lagi sibuk karena mengurusi pernikahan mama dan papa Rendi. Jadi Sofi gak boleh ganggu" Ujar gadis itu dengan jujur.


Deg....


Sontak aku semakin kaget mendengar ucapan Sofi barusan. Yah secara Aku sama sekali tidak merasa terganggu dengan kehadiran putri kecilku itu. Meskipun benar aku sedang sibuk mengurus persiapan pertunanganku dan juga pernikahanku. Tapi dengan kehadiran Sofi tidak mengubah semuanya malahan aku semakin semangat karena mendapat dukungan dari putri kecilku itu. Bukan malah sebaliknya seperti apa yang dikatakan oleh Tian kepada putri kecilku itu.


"Kamu benar-benar tega Tian.. Kamu menuduh bahwa aku merasa terganggu dengan kehadiran Sofi seperti yang kamu katakan hanya untuk membuat Sofi mengerti dan memenuhi keinginan kamu agar Sofi tidak menginap di rumahku" Batin ku semakin kecewa dengan sikap. Tian itu.


"Emang benar ya ma Sofi menganggu mama selama ini?" Tanya gadis itu lagi meminta penjelasan kepada ku.


"Sayang mama, sejak kapan sih Sofi itu mengganggu kehidupan mama? Sofi tidak pernah mengganggu kehidupan mama sayang, malahan mama senang banget kalau Sofi bisa menginap di rumah mama. Tapi mungkin ada sesuatu hal yang membuat papa tidak mengizinkan Sofi untuk ini rumah mama. Jadi Sofi harap mengerti dan maklumin aja ya sayang" Ucap ku memberi pengertian kepada putri ku itu.


"Atau mungkin papa merasa waktu papa bersama Sofi itu berkurang karena selama ini Sofi sering menginap di rumah mama dan papa sibuk di rumah sakit untuk mengurus mama Susan dan juga mengurus pekerjaan kantornya. Karena itu mungkin papa mau menebus semua waktu yang pernah hilang bersama Sofi dengan ingin selalu bersama Sofi saat ini. Jadi Sofi di harapkan mengerti ya sayang.. Nanti kapan Sofi mau bertemu sama mama, mama akan selalu ada untuk Sofi. Mama akan selalu menunggu Sofi untuk menginap bersama mama lagi dan kita akan menghabiskan waktu berdua bersama-sama seperti yang telah lalu" Jelas ku lagi.


"Iya ma, Sofi mengerti kok"


"Nah, karena saat ini kita mempunyai waktu bersama, dan waktu kita itu sedikit lebih baik kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan bersama" Ujar ku lagi.


"Asyik, ma Sofi bolehkan meminta mama untuk beliin Sofi es krim? Sofi sudah lama gak makan es krim ma" Rengek putri ku itu.


"Boleh dong sayang. pokoknya hari ini Sofi boleh minta apapun. Mama akan memenuhi keinginan Sofi" Ujar ku lagi.


"Asyik.... Terima kasih ya ma. Sofi senang banget" Ujar gadis kecilku itu dengan raut wajah yang bahagia.


"Sama-sama sayang" Jawab ku ikut senang melihat putri ku itu senang.

__ADS_1


__ADS_2