Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 56


__ADS_3

Susan kaget setengah mati saat melihat Sofi yang kini sudah menjadi putri sambung nya tidak berada di kamar nya.


Wanita hamil itu pun mencari ke seluruh ruangan kamar gadis kecil itu. Namun, ia sama sekali tidak bisa menemui keberadaan Sofi.


Susan panik, takut jika terjadi sesuatu kepada putri nya itu. Walau bagaimana pun Susan tetap menyayangi putri nya itu.


"Tian, Tian" Teriak Susan mencari keberadaan Tian suami siri nya.


Susan berlari menuju kamar Tian untuk melihat keberadaan suami nya itu.


"Tian, Tian... " Ujar nya lagi terus berlari.


"Tian" Susan membuka pintu kamar Tian setelah diri nya tiba di sana.


Terlihat Tian sedang duduk bersantai di atas meja kerja nya.


"Ada apa Susan dari tadi teriak-teriak"


"Sofi, Sofi Tian" Ujar Susan dengan suara terhengah-hengah.

__ADS_1


"Ada apa dengan Sofi?" Tanya Tian bingung.


"Sofi gak ada di kamar nya Tian, kemana dia?" Tanya Susan dengan panik.


"Kirain apaan" Ujar Tian dengan santai nya.


"Kok kamu malah santai begitu sih? Ini sofi hilang lo Tian"


"Hilang gimana? Sofi sedang mandi itu di kamar mandi" Ujar Tian menunjuk ke arah kamar mandi di kamar nya.


"Ha? Apa iya?" Tanya Susan bergegas lari mengecek ke kamar mandi nya Tian.


"Ya ampun Sayang, mama pikir kamu kemana tadi. Mama khawatir sekali melihat kamu tidak ada di kamar tadi" Ujar nya mendekati putri kecil nya itu.


Sofi malah berlari ke luar kamar mandi dan menghampiri. Tian.


"Lo sayang kenapa menghindar dari mama sih sayang?"


Bukan nya menjawab Sofi malah semakin erat memeluk Tian. Bisa di lihat bahwa gadis kecil itu ketakutan melihat Susan. Mungkin karena diri nya masih syok dan menganggap Susan jahat karena telah merebut papa nya dari ku.

__ADS_1


"Sayang" Susan mendekati Sofi mencoba untuk memeluk gadis kecil itu.


Sofi semakin erat memeluk Tian.


"Sudah Susan, biarkan dia tenang dulu.. Dia masih belum siap untuk menerima kenyataan pahit ini. Jadi kamu jangan memaksa nya seperti itu" Ujar Tian.


"Sayang, kamu ke bawah dulu ya sarapan sama bik Ina, nanti papa akan menyusul" Ujar Tian.


Sofi berlari keluar kamar Tian tampa melihat sedikit pun ke arah Susan.


"Kenapa kamu gak bilang sih jika Sofi itu bersama kamu? Jadi nya aku gak secemas ini" Ujar Susan dengan suara manja nya.


"Untuk apa juga aku ngomong sama kamu? Bukan kah Sofi tetap berada di rumah ini bukan nya dia pergi" Ujar Tian dengan nada cuek nya.


"Kok kamu ngomong nya gitu sih Tian? Jelas aku cemas, secara Sofi itu sekarang sudah menjadi anak ku juga. Emang nya salah jika aku perhatian sama dia?"


"Jika kamu sayang sama Sofi, jelas kamu tidak akan berbicara seperti kemarin kepada nya. Kamu pasti akan memikirkan tentang perasaan nya. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu berbicara seenak nya sama dia tampa memikirkan waktu yang tepat. Sehingga kamu lihat sendiri dia jadi membenci mu" Ujar Tian lagi.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi. Saat itu aku benar-benar tidak bisa mengontrol emosiku. Tolong maafkan aku sayang" Ujar Susan dengan memohon kepada laki-laki yang telah menjadi suami sirinya itu.

__ADS_1


"Sudah lah Susan, jangan membahas masalah itu lagi. Aku mau ke bawah dulu menemani Sofi untuk sarapan" Ujar Tian langsung meninggal kan Susan yang masih berdiri mematung di sana.


__ADS_2