Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 22


__ADS_3

Aku kembali memeluk suami ku dengan penuh kehangatan dan kerinduan.


"Mama" Ujar Sofi membuat kami melepaskan pelukan kami.


Gadis kecik itu tampak kaget melihat laki-laki yang bersama ku saat ia membuka pintu kamar ku.


"Papa?" Ujar nya masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Tian tersenyum melihat malaikat kecil nya itu.


"Ini beneran papa? Apa Sofi sedang bermimpi?" Tanya nya lagi mengucek-ngucek mata nya untuk memastikan benar apa yang ia lihat itu.


"Mama, beneran papa?" Tanya nya lagi kepada ku.


Aku tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Seperti diri ku, gadis kecil itu mencubit lengan nya memastikan dia tidak bermimpi.


"Au... Sakit" Rintih nya.


"Ngapain kamu mencubit lengan mu sayang. Ini memang kenyataan nya. Papa sudah pulang, papa di sini bersama kalian" Jelas Tian tersenyum.


Sofi mulai mengukir senyuman di bibir mungil nya setelah memastikan bahwa dia tidak bermimpi dan apa yang ia lihat itu adalah kenyataan nya. Bahwa papa nya sudah kembali bersama nya.


"Papa" Teriak nya langsung berlari berhamburan ke dalam pelukan papa nya.


"Papa, papa beneran sudah pulang kan? Papa gak pergi lagi kan?" Tanya malaikat kecik itu. Tian menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Papa tidak akan pergi lagi sayang. Papa akan tetap di sini bersama kalian. Sekarang papa sudah sembuh. Jadi kita akan selalu bersama-sama terus" Ujar Tian tersenyum dengan sangat hangat.


"Asyik....Akhir nya Sofi mempunyai orang tua lengkap. Sofi bisa berkumpul lagu bersama papa dan mama. Sofi senang banget" Oceh nya lagi.

__ADS_1


Aku dan Tian tersenyum senang penuh keharuan melihat tingkah gadis itu. Yah sungguh kasihan putri kecil ku itu. Baru saja dia mempunyai mama lagi, malah ayah nya harus pergi ke panti rehabilitasi untuk kesembuhan nya. Dan di Tian pergi bukan seperti yang di harapan kan selama enam bulan. Malahan dia pergi begitu lama hampir setahun lebih karena Tian bukan lah pemula. Suami ku itu sudah bertahun-tahun memakai barang haram itu secara ketergantungan.


"Terima kasih ya Allah. Akhir nya Allah telah mengabulkan doa-doa Sofi selama ini. Sekarang Sofi sudah memiliki keluarga lengkap. Sofi sudah mempunyai papa dan mama. Terima kasih ya Allah" Ucap nya lagi sambil menengadah tangan nya.


Aku dan Tian kembali tersenyum penuh keharuan mendengar ucapan gadis kecil itu.


"Papa, selama ini Sofi juga selalu mendoakan papa agar papa bisa cepat sembuh. Dan Allah telah mengabulkan doa Sofi lagi. Sofi senang banget" Ucap nya lagi.


"Iya sayang, terima kasih ya nak sudah mendoakan papa. Papa sangat beruntung mempunyai putri yang soleha seperti Sofi. Yang selalu mendoakan orang tua nya" Ujar Tian kembali mencium kening putri nya.


"Sama-sama pa. Semua ini karena mama Fitri karena mama lah yang mengajarkan Sofi untuk selalu mendoakan kedua orang tua nya saat Sofi solat. Makasih ya mama, ternyata apa yang mama bilang selama ini benar ada nya" Ucap nya tersenyum sambil memeluk ku.


"Makasih ya ma"


"Ya sayang sama-sama. Mama juga senang karena Sofi jadi anak yang baik" Ucap ku kembali memeluk putri kecil ku itu.

__ADS_1


__ADS_2