
Sofi menangis karena di marahi oleh Susan. Gadis itu merasa terguncang karena biasa nya dia tidak pernah di marah oleh siapa pun. Bahkan dengan oma dan opa nya pun tidak pernah di bentak sama sekali. Ini kali pertama nya gadis kecil itu di marah oleh seseorang.
***
Sofi keluar dari kamar nya malam itu. Dia melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Susan. Setelah tidak ada tanda-tanda dari Susan, gadis kecil itu pun keluar dari kamar nya. Menyelusuri anak tangga mencoba mencari keberadaan papa nya.
"Bik, apa papa sudah pulang?" Tanya gadis itu kepada bik Ina.
"Tadi sih sudah pulang non. Seperti nya ada di teras belakang deh non lagi telponan" Jawab bik Ina. Sofi pun langsung pergi ke tempat yang di tunjukkan oleh bik Ina tadi.
***
"Pa" Tegur gadis itu setelah berhadapan dengan papa nya yang barus saja menutup telpon nya.
"Ya sayang ada apa?"
"Sofi boleh meminta sesuatu sama papa?"
"Boleh dong sayang, emang nya Sofi mau apa sih?"
__ADS_1
Gadis kecil itu tidak langsung mengutarakan keinginannya melainkan dia terdiam sejenak sambil berpikir.
"Ada apa sih sayang? Sofi mau apa?" Tanya Tian lagi.
"Boleh gak Sofi ke rumah mamam Fitri besok?" Tanya putri ku itu pada akhir nya.
"Lo, baru juga dua hari Sofi di rumah ini, sudah mau ke sana lagi? Bukan kah perjanjian nya seminggu ya"
"Sofi kangen sama mama. Sofi mau nya sama mama" Ujar gadis kecil itu lagi seraya menitikkan air mata nya.
"Lo, sayang. Kok malah nangis sih? Iya sudah jangan menangis ya sayang. Besok, kita akan pergi ke rumah mama Fitri ya" Ujar Tian pada akhir nya.
"Beneran pa?" Tanya gadis itu meminta kepastian.
"Iya sayang. Apa sih yang gak buat anak papa satu-satu nya ini" Ujar Tian mencubit manja hidung mungil gadis itu.
Sofi memeluk papa nya dengan erat karena bahagia di izinkan menginap di rumah ku lagi.
"Terima kasih ya pa" Ujar nya lagi.
__ADS_1
"Sama-sama sayang" Balas Tian.
Meski Sofi tidak mengadu tentang apa yang Susan lakukan pada nya, tapi hati Tian merasa curiga dengan sikap putri nya itu.
"Bagaimana aku cara nya agar Sofi kembali dekat kepada ku? Aku sungguh tidak bisa seperti ini terus menerus. Aku sangat sedih melihat Sofi seperti ini hanya karena satu kekhilafan ku. Maaf kan papa ya nak" Ujar Tian dengan raut wajah yang sedih.
"Pa, Sofi ke kamar dulu ya pa. Sofi gak sabar mau ketemu sama mama"
"Sayang, boleh papa tanya sama kamu nak?"
"Apa?"
Tian sejajarkan posisinya setinggi Sofi dan menatap bola mata gadis itu untuk mengetahui isi hati nya.
"Apa Sofi masih marah sama papa?"
Gadis kecil itu menggelengkan kepala.
"Jika Sofi gak marah sama papa, kenapa Sofi nggak mau tinggal di rumah ini sampai waktu yang ditentukan sesuai dengan kesepakatan kita kemarin?"
__ADS_1
Gadis kecil itu tampak diam dan menunduk Ingin rasanya dia mengatakan apa yang tante Susan lakukan kepadanya tadi. Namun dia takut nantinya Susan akan apa yang dia katakan tadi sesuai dengan ancamannya.