Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 109


__ADS_3

Tian datang ke rumah ku untuk menjemput Sofi. Tentu saja aku mengizinkan mantan suami ku itu menjemput putri nya. Yah karena aku tidak ada hak untuk melarang mereka bertemu.


"Ma, Sofi pulang dulu ya, minggu depan Sofi akan datang lagi ke sini temani mama"


"Iya sayang hati-hati di jalan ya sayang mama"


"Iya mama. Dada mama" Ujar nya melambaikan tangan mungil nya ke arah ku.


"Dada sayang" Membalas lambaian gadis kecil itu.


***


Hari pernikahan ku dan Rendi tinggal menghitung hari. Segala sesuatu telah di persiapkan dengan matang. Hotel yang kami booking untuk acara pernikahan kami pun sudah mulai dihiasi oleh pernak-pernik yang bertemakan Melayu-Palembang. Sungguh aku merasa deg degan di hati karena akan menikah bersama laki-laki yang akan menjadi Imamku.


Meski aku sudah pernah menikah namun berbeda rasanya saat aku menikah dengan Rendi saat ini. Yah pada saat aku menikah dengan Tian, Aku tidak terlalu memikirkan rangkaian-rangkaian acara yang akan diselenggarakan di acara pernikahanku nanti. Karena aku fokus pada dirinya yang saat itu sedang candu barang terlarang itu. Berbeda saat menikah dengan Rendi di mana laki-laki itu begitu memikirkan rangkaian acara yang akan diselenggarakan di acara pernikahan kami nanti. Dia yang mempersiapkan segala sesuatunya sedangkan aku hanya menerima bersihnya saja. Sesuai janjinya dia ingin membahagiakanku ingin menjadikanku Ratu sehari yang bahagia.


"Assalamualaikum" Ujar ku memberi salam pergi ke rumah Tian untuk mengantarkan surat undangan pernikahan ku bersama Rendi. Yah aku ke sana tentu saja bersama Rendi.


"Waalaikumsalam" Jawab mama Susan membuka pintu.


Betapa kaget nya wanita paruh baya itu melihat aku datang bersama Rendi.


"Ngapain kamu ke sini? Membawa laki-laki ini lagi. Mau mengejek putri ku yabg saat ini mendapatkan karma? Begitu?" Ujar mama Susan dengan sinis nya.


"Astaghfirullahaladzim buk, Jangan berpikir buruk dulu tentang aku. Aku sama sekali tidak pernah bermaksud untuk mengatakan hal itu sama sekali aku mau ke sini hanya ingin bertemu sama Tian dan Susan"


"Kamu mau ketemu sama Tian? Kenapa? Mau memberitahu bahwa kamu tidak bisa move on darinya dan kamu mintanya untuk kembali kepada kamu. Atau oh aku tahu, kamu mau bilang sama Tian bawa kamu bisa memberinya keturunan dan kamu meminta Tian untuk meninggalkan Susan dan kembali kepada kamu kan."


"Astaghfirullahaladzim, buk tidak baik berbicara seperti itu. Itu nanti nya akan menjadi fitnah buk" Jawab Rendi mencoba menasehati mama Susan.


"Alah kamu ini, masih juga mau membela Fitri. Padahal kamu itu gak tahu niat dia ini sebenarnya apa sama kamu. Pasti dia mau menikahi kamu karena ingin merampas harta kekayaan kamu. Secara dari Tian saja dia sudah mendapatkan sebagian harta nya. Dan pasti dari kamu juga seperti itu nanti nya mending kamu harus berhati-hati" Ucap mama Susan lagi.


"Sekarang malah sudah memakai hijab lagi. Apa gak salah? Apa maksud kamu memakai hijab ini untuk membuat calon suami kamu ini semakin terpesona begitu?" Tambah nya lagi.


Deg...


Tentu saja dengan semua ucapan mama Susan itu membuat aku sakit hati. Padahal niat ku hanya ingin memberi kan undangan untuk Tian dan Susan malah di tuduh yang bukan-bukan seperti ini.


"Sudah, cukup ya buk jangan ibu berbicara yang bukan-bukan terhadap ku seperti itu. Apa itu lupa kenapa aku dan Tian bercerai waktu itu? Semua itu karena ulah anak ibu dan sekarang ibu malah menuduhku yang bukan-bukan seperti. Klh Aku gak terima ya buk"


"Alah... Jangan... "


"Ada apa sih ribut-ribut" Ujar Tian datang menghampiri kami dari arah belakang bersama Susan.


"Fitri, Rendi" Ucap Tian setelah melihat kami berada di ambang pintu rumah nya.


"Ayo silahkan masuk"


"Gak perlu dan terima kasih. Aku datang ke sini hanya ingin memberi mu surat undangan pernikahan kami. Terserah mau datang atau gak" Ujar ku dengan ketus.


Tian mengambil surat undangan yang ku berikan tadi.


"Ayo masuk dulu"

__ADS_1


"Gak perlu, nanti malah di bilang aku ini mau merebut kamu lagi dari istri mu itu. Sudah cukup telingaku panas mendengar semua ocehan dari orang rumah ini yang memandangku dengan sebelah mata" Ucap ku dengan emosi.


"Titip salam sama Sofi. Aku permisi dulu" Ujar ku langsung berlalu di hadapan mereka semua.


Tian tampak kebingungan dengan sikap ku itu. Aku benar-benar tidak bisa tahan dengan apa yang di katakan oleh mama mertua Tian itu. Dia selalu menuduh ku yang bukan-bukan. Padahal tidak ada niat sedikit pun aku mau merebut mantan suami ku itu. Hubungan aku dan Tian karena di dasari dengan anak saja. Yah Sofi lah yang membuat kami masih saling berhubungan dengan baik saat ini.


"Ma, ada apa sebenar nya? Kenapa Fitri begitu marah seperti itu?" Tanya Tian kepada mama mertua nya itu.


"Ya mama gak tahu juga sih. Tiba-tiba saja dia seperti itu tadi. Memang dia itu wanita yang tidak tahu diri. Dia sengaja datang ke sini untuk mengejek Susan karena saat ini Susan telah menjadi wanita mandul" Ujar wanita paruh baya itu lagi.


"Ya Allah ma, ternyata seperti itu mama menilai Fitri? Pantas saja dia marah seperti itu. Ma, Fitri itu tidak seperti apa yang mama pikirkan. Jadi aku minta tolong sama mama jangan berbicara yang buruk-buruk lagi terhadap Fitri. Bukan nya dia datang ke sini hanya untuk memberikan undangan ini kepada kita. Kenapa sih mama gak bisa menilai seseorang dengan baik. Apa salah Fitri sebenarnya sama mama?" Tanya Tian kepada mama mertua nya itu.


"Ya mama gak suka saja. Dia pasti mempunyai maksud terselubung datang ke sini"


"Sudah ya ma, cukup! Aku tidak mau mama berbicara seperti itu lagi kepada Fitri. Susan tolong bilang sama mama mu jangan selalu berprasangka buruk terhadap Fitri" Ujar Tian langsung pergi meninggalkan ibu dan anak itu.


"Aduh ma, ada apa sih sebenar nya? Kenapa mama bisa berbicara seperti itu kepada Fitri. Tuh lihat, Tian jadi marah kan" Ucap Susan saat melihat Tian telah pergi menjauh dari mereka.


"Habis nya mama gak suka sama dia. Ngapain juga dia ke sini"


"Aduh mama bukan nya mama tahu bahwa mereka ke sini karena mau mengantarkan surat undangan"


"Aduh, itu hanya alasan si Fitri itu saja. Padahal dia ingin memperlihatkan kepada Tian bahwa dia bisa move on dan bisa memberikan keturunan untuk suami nya kelak. Kamu jangan terlalu percaya dengan muka polos nya itu"


"Aduh mama, sudah deh jangan seperti itu lagi. Ma, lebih baik mama buang semua pikiran jelek mama terhadap Fitri ma"


"Lo kok kamu malah membela dia sih"


"Ma, aku gak mau Tian semakin marah sama kita. Bisa-bisa kita di tendang dari rumah ini. Jadi ma, tolong jangan mencari masalah. Secara Fitri sudah mau menikah dengan Rendi. Itu artinya aku tidak perlu khawatir lagi bahwa Tian akan kembali kepada nya" Ujar Susan menasehati mama nya itu.


"Ma, aku mohon sama mama, coba lah berdamai dengan keadaan ini. Coba lah untuk menerima takdir ini ma. Apa yang terjadi kepada ku adalah karma hidup ku. Jadi aku mohon sama mama, jangan sampai mama mengalami hal yang lebih buruk lagi dari pada apa yang aku alami" Ujar Susan lagi.


Lagi-lagi wanita paruh baya itu hanya terdiam mendengarkan apa yang di katakan oleh putri nya itu.


"Ma, saat ini aku banyak kekurangan nya. Aku tidak mau karena sikap mama nanti membuat Tian semakin ilfil kepada ku. Dan pada akhir nya dia akan meninggalkan ku. Jadi aku mohon sama mama, tolong jaga sikap dan omongan mama" Ujar Susan lagi.


"Iya San. Maaf kan mama. Mungkin kamu benar mama harus bisa menerima semua kenyataan ini. Mama akan mencoba untuk memperbaiki siap mama. Mama akan bersikap baik karena mama tidak mau membuat Tian ilfil" Jawab wanita paruh baya itu.


"Terima kasih ya ma. Karena mama mau merubah sikap mama. Ini yang terkahir kali nya mama bersikap seperti tadi kepada Fitri. Dan besok di acara pernikahan Fitri, kita akan pergi ke sana bersama-sama untuk meminta maaf kepada nya. Karena selama ini kita banyak salah sama Fitri" Ujar Susan kepada mama nya.


"Iya San, mama akan pergi bersama kalian untuk meminta maaf kepada Fitri"


***


Hari pernikahan ku pun telah tiba. Aku mengenakan baju adat melayu berwarna biru laut untuk acara resepsi pernikahan ku. Sungguh aku merasa deg degan saat Rendi melepaskan Ijab Kabul di hadapan papaku dan juga para saksi yang hadir. Untung saja dengan satu tarikan napas Rendi bisa menyelesaikan semua nya dengan baik.


"Alhamdulillah" Ujar semua tamu yang hadir.


"Selamat ya Fitri, semoga kalian sakinah mawaddah dan warohmah" Ujar satu persatu kamu yang hadir memberikan doa restu kepadaku dan Rendi.


"Selamat ya mama semoga mama bahagia selalu bersama papa Rendi" Ucap putri sambung ku itu.


"Terima kasih sayang. Terima kasih atas doa nya" Ucap ku sambil mencium puncak kepala putri ku itu dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Deg...


Sontak jantung ku berdebar begitu cepat saat melihat Susan dan mama nya juga hadir di acara pernikahan ku itu. Yah sungguh aku takut kedua ibu dan anak itu akan membuat kerusuhan di acara ku itu. Di mana seharus nya acara itu berlangsung dengan rasa bahagia, malah berakhir dengan kesedihan dan rasa malu.


"Ya Allah bang coba deh lihat itu kan Susan dan juga mama nya. Aduh apa mereka akan membuat kerusuhan di sini ya? Aku takut bang mereka akan berbuat hal yang nekat nanti" Bisik ku kepada laki-laki yang sudah menjadi suami ku itu.


"Jangan berprasangka buruk dulu terhadap mereka Fit. Tidak baik"


"Takut saja bang karena selama ini mereka bertindak semau nya saja tampa ada bukti yang jelas" Ujar ku lagi.


"Berdoa saja Fit semoga kali ini mereka tidak membuat kerusuhan" Bisik Rendi kepada ku.


Semakin dekat Susan dan mama nya melangkah ke arah ku, semakin cepat jantung ku berdetak.


"Ya Allah jangan sampai mereka berbuat ulah di sini" Batin ku lagi berdoa.


"Selamat ya Fit dan pak Rendi atas pernikahan kalian, semoga kalian akan menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah" Ucap Susan memberikan doa restu kepada ku dan Rendi.


"Iya Fit selamat menempuh hidup baru ya. Semoga kalian kekal sampai maut memisahkan" Ucap mama Susan kepada kami berdua.


Aku sedikit heran melihat perubahan kedua ibu dan anak itu. Yah biasa nya mereka selalu berbicara semau nya dan tidak memikirkan perasaan orang lain, kini malah berubah drastis seperti ini.


"Fit, Ren, aku meminta maaf kepada kalian berdua. Terutama sama kamu Fit. Aku telah menuduh mu yang bukan-bukan. Aku benar-benar menyesal dan meminta maaf dengan semua yang aku lakukan. Maaf ya Fit" Ujar mama Susan kepada ku.


"Iya Fit, aku juga minta maaf karena berbuat salah sama kamu. Maaf kan aku ya Fit" Ucap Susan pula.


Sontak hal itu membuat ku terharu. Yah sangat terharu karena apa yang aku pikirkan tadi salah. Di mana tadi aku berpikir mereka akan membuat kerusuhan malah datang meminta maaf kepada ku.


"Iya San, buk aku sudah memaafkan kalian kok. Aku sudah melupakan semua nya. Aku juga minta maaf sama kalian jika ada salah sama kalian" Ujar ku.


"Gak Fit. Kamu sama sekali gak ada salah sama kami. Kami lah yang bersalah kepada mu. Kami telah menuduh mu hal yang bukan-bukan. Kami telah mempermalukan kamu juga kemaren. Maaf ya Fit" Ujar Susan lagi.


Rendi ikut tersenyum bahagia melihat kami bertiga saling bermaafan seperti itu.


"Alhamdulillah, akhir nya pertikaian antara mereka telah berakhir dengan saling bermaafan" Batin Rendi.


"Silah kan kalian menikmati hidangan yang telah di siapkan" Ujar ku menawarkan kepada kedua ibu dan anak itu.


Mereka pun pergi meninggal kan kami untuk menikmati makanan yang telah di siapkan.


"Alhamdulillah ya Fit, Allah telah membuka pintu hati mereka sekarang. Aku semang melihat kalian pada akhir nya saling bermaafan seperti ini" Ujar Rendi kepada ku.


"Iya bang, aku juga merasa senang karena mereka pada akhir nya seperti ini. Maaf juga ya bang tadi aku berpikir buruk kepada mereka. Ternyata apa yang kamu katakan itu benar" Ujar ku lagi.


"Iya, semoga semua nya akan baik-baik saja ya. Dan semoga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah" Doa Rendi untuk keluarga baru kami.


"Aamiin"


"Fitri, sayang mama selamat ya atas pernikahan nya. Semoga kekal sampai ke anak cucu dan hanya maut yang bisa memisahkan kalian" Ujar mantan mama mertua ku memberikan selamat kepada kami.


"Aamiin terima kasih" Ucap ku kepada mantan mama mertua ku lagi.


Mantan mama mertua ku itu pun dan suami nya berlalu dari hadapan kami dan pergi duduk di kursi para tamu.

__ADS_1


"Pa, mama sedih deh karena Fitri menikah dengan orang lain. Padahal mama sangat sayang sama dia. Dia lah wanita yang sanggup menemani Tian saat dalam kesusahan seperti kemarin. Tapi sekarang malah hubungan mereka telah berakhir" Ujar mama mertua ku itu menitikkan air mata nya.


"Iya ma, papa juga sedih sebenar nya. Tapi apa lah daya. Jodoh mereka tidak bertahan lama. Saat ini kita hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuk keluarga baru mereka" Ucap papa Tian kepada istri nya itu. Wanita paruh baya itu pun mengangguk mendengar apa kata suami nya.


__ADS_2