Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 110


__ADS_3

Resepsi pernikahanku dan Rendi berjalan dengan lancar. Awalnya aku merasa was-was saat melihat Susan dan juga mamanya datang di acara pernikahanku itu. Tentu saja aku takut mereka akan membuat kerusuhan di acara itu. Tapi ternyata aku salah mereka datang ke acaraku itu malah mau meminta maaf dan juga memberikan doa restu terhadap aku dan juga Rendi.


Aku sangat bahagia dan bersyukur karena pada akhirnya aku, Susan dan juga mamanya kini berakhir dengan damai. tidak ada lagi sindir menyindir atau bahkan menyebutku sebagai seorang pelakor yang akan merebutkan kembali dari Susan.


"Wah, ada si pelakor juga di sini?" Sindir mama Tian saat melihat menantu nya.


"Ma, sudah dong jangan berbicara seperti itu. Susan menantu kita juga ma" Ujar papa Tian menasehati istri nya.


"Gak ah, siapa bilang? Dia itu pelakor. Dan selama nya akan tetap menjadi pelakor (perebut laki orang)"


"Ma, cukup dong. Jangan ngomong seperti itu lagi kepada ku. Aku tahu aku salah, tapi itu kan dulu ma. Aku akan memperbaiki semua nya" Ujar Susan kepada mama mertua nya.


"Memperbaiki? Memperbaiki seperti apa yang kamu maksud? Apa kamu akan memperbaiki hubungan Fitri dan Tian lagi? Apa mereka akan bisa bersama kembali? Enggak kan? Jadi memperbaiki seperti apa yang kamu maksud?" Tanya mama mertua Susan itu.


"Ma, sudah dong malu di lihat orang. Tolong jangan membuat keributan di sini kasihan Fitri acaranya bisa rusak nanti" Ujar papa Tian mulai menasehati istrinya agar tidak bertindak lebih lanjut. Sehingga nantinya akan membuat acara pernikahanku dan Rendi berantakan.


"Iya buk, benar apa yang di katakan oleh suami ibu. Tolong jangan membuat keributan di acara pernikahan nya Fitri dan juga suami nya" Mama Susan ikut menyempeli.


"Ini lagi ikut campur, sudah tahu anak nya salah masih juga di belain" Protes mama Tian tidak setuju.


"Ya buk, saya tahu anak saya salah Karena itu saya minta maaf atas kesalahan anak saya. Tapi saya mohon sama ibu. Alangkah lebih baik nya memaafkan kesalahan anak saya dan coba lah untuk menerima nya. Saat ini anak saya sudah banyak mendapatkan karma nya. Dia sudah insaf" Ujar mama Susan lagi meminta pengertian kepada besan nya itu.


"Insaf nya kelamaan, sudah mendapatkan karma baru dia insaf. Coba dari dulu insaf nya dan berpikir bahwa perusak rumah tangga orang itu tidak baik"


"Sudah dong ma, jangan di bahas lagi yang telah lewat" Bisik papa Tian lagi.


"Papa ini kenapa sih selalu saja membela pelakor ini"


"Ma, sudah dong jangan di bahas yang itu lagi. Papa bukan nya membela kasihan Susan ma. Selama ini dia sudah mendapatkan balasan nya. Jadi kita sebagai manusia biasa tidak pantas menghakimi dia seperti itu" Ujar papa Tian lagi.


"Gara-gara dia Tian sama Fitri berpisah pa. Dan gara-gara dia juga Sofi terlantung-lantung seperti ini. Sebentar rumah Fitri sebentar rumah Tian. Kasihan cucu ku itu pa"


"Iya ma, papa tahu, tapi ini semua memang sudah takdir nya. Jodoh mereka memang tidak panjang. Jadi mama juga harus bisa menerima nya. Itu coba mama lihat Fitri. Dia begitu bahagia dengan kehidupan nya yang baru. Gak mungkin kita merusak kebahagiaannya dengan membuat keributan seperti ini" Ujar papa Tian lagi.


Wanita paruh baya itu pun terdiam mendengar nasehat dari suami nya.


"Iya pa, maafin mama ya" Ujar Mama Tian kepada suaminya.


"Eh kalian berdua lebih baik kalian mencari tempat lain aku nggak mau melihat muka kalian berdua karena itu akan merusak mood ku di hari bahagia ini" tambahnya lagi mengusir kedua ibu dan anak itu dari hadapannya.


Susan dan mama nya pun pergi dari tempat itu dan mencari tempat lain yang cukup jauh dari pasangan suami istri itu.


"Ma, apa salah nya sih mereka bergabung bersama kita?"


"Pa, jika mereka bergabung bersama kita, mama nggak akan bisa mengontrol emosi mama. Mama nggak mau nanti membuat Fitri sedih karena mendingan mama bertengkar seperti tadi"


"Ma, cobalah untuk bisa menerima Susan ma"


"Gak bisa secepat itu pa. Butuh waktu" Ujar wanita paruh baya itu lagi.


"Selamat ya Fitri atas pernikahan kalian. Semoga kalian kekal hingga akhir hayat" Ujar Tian yang baru saja tiba langsung memberikan ucapan selamat dan doa restu kepada kami berdua. Ya tadi Susan dan mamanya memang pergi ke acara pernikahanku terlebih dahulu karena Tian masih di kantornya dan juga terkena macet. Karena itulah Tian menyuruh mama mertuanya dan juga istrinya untuk pergi terlebih dahulu.


"Terima kasih Tian" Ujar ku begitu pun dengan Rendi mengucapkan hal yang sama.


"Maaf telat tadi terjebak macet"

__ADS_1


"Iya gak apa-apa. Kami sudah cukup senang karena kamu sudi hadir di acara pernikahan kami dan juga telah memberikan restu kepada kami" Ucap ku kepada mantan suami ku itu.


Tian pun pergi ke meja tamu yang telah di sediakan oleh panitia.


"Mama, papa" Ucap nya saat melihat kedua orang tua nya pun ikut hadir di acara itu.


"Tian, baru sampai kamu?" Tanya mama Tian menyambut kedatangan putra nya.


"Iya ma, tadi terjebak macet"


"Ayo duduk di sini bareng kami"


Tian duduk satu meja bersama papa dan mama nya. Laki-laki itu pun menyelusuri setiap tamu yang hadir dengan mata nya untuk mencari keberadaan istri nya.


"Sebentar ya ma aku mau ke tempat Susan dulu" Ujar Tian kepada mama dan papa nya.


"Ya sudah, tapi kamu jangan coba-coba untuk mengajak pelakor itu bergabung bersama kami" Ujar mama Tian dengan sinis.


Tian hanya bisa menghela napas berat nya mendengar ucapan dari mama nya itu.


"Ya ampun mama, ternyata mama masih belum bisa menerima Susan" Batin laki-laki itu.


***


"Baru tiba kamu sayang?" Tanya Susan.


"Iya, tadi macet parah di jalan"


"Ayo kita bergabung dengan mama dan papa di sana" Ajak Tian mencoba untuk membuat kedua mama mertua dan menantu nya itu dekat.


"Gak deh Tian. Aku gak mau bergabung di sana. Tadi mama sudah mengusir ku dan mama ku" Ujar Susan.


"Kamu yang sabar ya San. Jangan menyerah untuk mengambil hati mama. Semoga mama akan membuka pintu hati nya dan bisa menerima kamu di dalam hidup nya"


"Mama memang sangat membenci wanita yang telah merebut suami orang. Karena mama pernah mengalami hal yang sama dulu. Itu sebab nya mama bersikap seperti itu" Jelas Tian kepada istri nya itu.


"Jadi aku mohon sama kamu, tolong bersabar untuk menghadapi kelakuan mama. Dan jangan pernah menyerah untuk membuat mama senang kepada mu dan bisa menerima mu" Ujar Tian lagi.


"Iya Tian, aku akan berusaha untuk membuat mama mu menyukai ku. Aku akan melakukan apapun agar mama bisa suka kepadaku dan bisa menerima aku"


"Terima kasih ya San, kamu sudah mau berusaha untuk membuat bisa menerima kamu"


"Iya sama-sama" Ujar istri Tian itu lagi.


***


"Alhamdulillah acara nya berjala dengan lancar" Ucap syukur tak henti-henti nya aku lapas kan karena acara pernikahan ku berjalan dengan lancar.


Seperti biasa nya rutinitas ku setiap malam sebelum tidur. Aku membersihkan wajah ku dari make up, gosok gigi, cuci tangan dan kaki dan memakai Skin Care sebelum tidur.


Yah itu lah rutinitas ku setiap malam sebelum tidur.


"Kemana ya bang Rendi?" Batin ku bertanya-tanya karena tidak melihat batang hidung suami ku itu.


Hampir setengah jam aku menunggu kedatangan suamiku itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum" Ujar Rendi membuka pintu kamar hotel. Yah karena acara pernikahan itu di hotel, maka kami pun menyewa kamar untuk menginap di malam itu. Yah sebagai malam pertama apa salah nya di hotel bukan?


Rendi masuk ke kamar mandi dan berwudhu. Aku mengerut kening ku melihat suami ku itu.


"Dia melakukan solat apa? Bukan kah tadi dia sudah solat isya ya? Apa melakukan solat witir atau apa?" Batin ku bertanya-tanya.


"Sayang, ayo kita solat bersama-sama" Ujar nya kepada ku.


"Solat apa bang? Bukan kah tadi kita sudah solat Isya bersama-sama ya"


"Buka solat Isya sayang. Solat sebelum melakukan hubungan suami istri.. Ini merupakan solat sunah yang di lakukan bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah seperti kita. Agar di berikan kemudahan untuk mendapatkan keturunan yang soleh dan soleha nanti nya" Jelas Rendi kepada ku.


Sungguh aku baru mengetahui bahwa sebelum melakukan hubungan suami istri juga melakukan salat sunnah. Yah aku masih orang awam yang belum terlalu banyak mengetahui tentang agama.


Sontak aku merasa tersentuh dan tersanjung mendengar apa yang dikatakan oleh suamiku itu. Karena suamiku itu merupakan seorang Ustad tentu dia tahu sedikit banyaknya tentang agama dan sunnah-sunnah yang dilakukan di dalam ajaran agama kami.


Laki-laki seperti inilah yang kucari selama ini yang bisa menuntunku dan mengajariku tentang agama dan membawaku surganya Allah nantinya.


"Ya Allah, Terima kasih karena Engkau telah memberikan aku suami yang mengetahui tentang agama Mu. Semoga hubungan kami pasukan kekal hingga akhir hayat nanti. Semoga dia bisa menjadi imam yang baik untukku dan juga anak-anakku. Dan aku mohon kepadamu ya Allah semoga aku bisa menjadi istri yang terbaik untuknya dan juga ibu yang terbaik untuk anak-anak kami kelak" Doa ku dalam hati.


"Malah bengong, Ayo kita salat sama-sama" Ucap Rendi menegur ku karena aku masih bengong seperti itu.


"Iya bang, sebentar aku berwudhu dulu" Ujar ku langsung berwudhu di kamar mandi.


Kami pun melakukan salat sunah bersama-sama dan berdoa kepada Allah agar hubungan pernikahan kamu kekal hingga akhir hayat dan juga Semoga Allah memberikan kami keturunan yang sholeh dan sholehah nanti nya.


Jantung ini merasa sangat berdebar ketika kami selesai melakukan salat sunnah tersebut.


"Aduh, Kenapa jantungku berdetak begitu cepat ya? Seperti baru pertama kali saja aku melakukan hal ini. Padahal aku juga pernah melakukan hal yang sama bersama Tian waktu itu. Apa mungkin karena aku sudah lama tidak melakukannya dan terlebih aku melakukannya bersama orang lain yaitu suami baruku"


Yah, aku memang sudah lama tidak melakukan hubungan suami istri kepada Tian. Semenjak aku hamil Raffa selama sembilan bulan aku tidak melakukan hal itu kepada Tian karena kandunganku lemah waktu itu. Setelah Raffa lahir pun kami melakukannya hanya beberapa kali. Setelah itu Raffa masuk ke rumah sakit selama berbulan-bulan. Hal itu membuat aku selalu berada di rumah sakit untuk menjaga putraku itu dan tidak bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri terhadap Tian. Dari situ Susan mempunyai kesempatan untuk menggoda Tian dan masuk ke dalam jebakannya sehingga mereka berselingkuh.


Hingga pada saat Raffa menghembus napas terakhir nya pun kami belum bisa melakukan hal itu. Karena aku masih merasa kesedihan yang sangat mendalam terhadap putra ku yang malang itu. Dan pada akhir nya aku mengetahui bahwa Tian berselingkuh dengan Susan sehingga membuat ku tidak mau di sentuh oleh nya. Itu karena aku membayangkan bahwa Tian melakukan hal itu bersama Susan. Jadi aku merasa jijik terhadap suami ku itu.


Jantung ku semakin cepat saat melihat Rendi keluar dari kamar mandi.


"Ya Allah apa kah bang Rendi akan meminta hak nya sekarang ya" Batin ku gelisah.


"Kamu kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Rendi melihat ku menatap nya dengan tatapan gelisah.


"Gak, hanya saja aku.... Aku... " Jawab ku terbata-bata.


Rendi tersenyum melihat ku yang salah tingkah seperti itu.


"Sini makan duduk di samping ku" Ajak Rendi agar aku duduk di samping nya sambil menikmati buah-buahan yang enak tersaji di atas meja yang berada di dalam pengantin kamarku itu.


Aku pun datang mendekati suamiku itu dan duduk di sampingnya.


"Ini makan buah-buahan nya" Ujar nya lagi.


"Ha?"


"Kok ha? Ya di makan dong buahan nya. Mari kita ngobrol dari hati ke hati" Ucap nya lagi. Yah Rendi tahu aku grogi saat itu. Tentu saja dia tidak mau membuat ku merasa tidak nyaman saat melakukan hubungan itu. Karena itu lah dia mencoba untuk mengulur waktu agar aku merasa lebih rilek dan nyaman bersama nya. Yah nama nya juga menikah karena taaruf jadi nya butuh waktu untuk bisa saling menerima bukan?


Namun, bagaimana pun aku harus siap untuk melakukan hal itu bersama Rendi. Karena saat ini Rendi sudah menjadi suami ku. Berbeda dulu sewaktu sama Tian. Meski kami sudah menikah, tapi aku belum bisa memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri terhadap suami ku itu.. Yah hal itu di karena kan dia sudah berjanji kepada mama dan juga papa ku bahwa dia tidak akan menyentuh ku selagi dia masih dalam candu nya. Hampir satu tahun aku di angguri oleh Tian. Hingga pada akhir nya dia di rawat di panti rehabilitasi. Dan setelah keluar dari sana lah kami baru melakukan hubungan suami istri dan mendapat kan malaikat kecil yang diberi nama Raffa.

__ADS_1


Namun, saat ini tidak mungkin aku melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan kepada Tian dulu. Secara Rendi bukan lah seorang pecandu. Jadi sudah sewajar nya aku harus memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri bukan?


Aku dan Rendi ngobrol ringan malam itu.. Yah untuk membuat kami dekat dan saling nyaman satu sama lain. Anggap saja itu kami lakukan sebagai pemanasan kami di malam itu.


__ADS_2