
Dengan terpaksa aku pun memakan sup yang di suapi oleh Sofi sedikit demi sedikit. Aku tidak mau membuat putri dari mantan suami ku itu kecewa karena menolak niat baik nya.
"Sudah ya sayang, mama sudah gak bisa lagi menerima makanan ini. Jika di paksakan, bisa-bisa muntah" Jelas ku kepada putri ku itu dengan lembut agar putri ku tidak tersinggung dengan penolakan ku.
"Sekarang mama istirahat ya ma. Sofi mau anterin sisa sop mama tadi ke bawah" Jelas putri kecil ku itu lagi.
"Gak usah sayang, biarin saja di sini. Nanti bik Surmi akan membawa nya ke dapur. Kamu di sini saja temani mama ya" Pinta ku kepada Sofi.
Sofi tersenyum sambil mengangguk setuju dengan apa yang aku katakan.
"Ma, mau Sofi pijitin kaki nya?"
"Gak usah sayang, nanti kamu nya capek"
"Gak kok ma, Sofi gak merasa capek sama sekali kok ma, malahan Sofi senang bisa pijitin mama" Ujar Sofi lagi.
__ADS_1
"Sofi pijitin ya ma" Ujar nya lagi.
"Ya sudah tapi mama gak maksain Sofi ya. Jika sudah capek, jangan di teruskan"
"Iya mama, nanti kalau Sofi udah capek, Sofi akan istirahat kok. Pokok nya Sofi mau jagain mama sama adek Sofi" Ucap gadis kecil itu penuh dengan mantap.
"Terima kasih ya sayang. Mama senang banget dan bersyukur mempunyai anak sebaik Sofi. Pasti adik Sofi yang berada di dalam perut nya mama akan bahagia mendapatkan kakak yang baik hati seperti Sofi" Jelas ku lagi mengelus lembut rambut panjang si Sofi.
Gadis kecil ku itu pun tersenyum senang mendengar pujian dari ku itu.
"Ya ada apa sayang" Ujar Susan saat Tian menghubungi nya siang itu.
"Sayang sekarang juga kamu siap-siap ya. Kita akan pergi ke luar kota tempat mama dan papa ku"
"Apa? Pergi ke rumah si cerewet itu? Aduh bisa-bisa aku di hina habis-habisan sama mama mertua ku itu. Tapi jika aku menolak nya, pasti Tian akan marah dan kecewa sama aku" Batin Susan gelisah.
__ADS_1
"Lo kenapa buru-buru sih Tian? Kenapa gak bilang dari kemarin sih?" Tanya Susan heran.
"Ya memang gak ada rencana sih kita mau ke sana hari ini. Hanya saja mama tadi terjatuh dari kamar mandi terus di larikan ke rumah sakit"
"Apa? Terus gimana keadaan mama?" Tanya Susan cemas dengan keadaan mama mertua nya itu.
"Belum tahu sih San. Masih di periksa sama dokter" Jelas Tian lagi.
"Ya sudah jika begitu, aku akan menghubungi Fitri juga agar Sofi bisa ikut bersama kita ke sana"
"Sebaik nya jangan deh San. Kasihan Sofi nya juga di sana. Pasti kita akan sibuk mengurusi mama di rumah sakit. Sedang kan prosedur rumah sakit anak yang du bawah dua belas tahun mana bisa masuk ke rumah sakit. Jadi biar kan saja dia di rumah Fitri untuk sementara waktu" Jelas Tian.
"Iya juga sih, ya sudah aku kabari Fitri saja jika kita ke rumah mama untuk beberapa hari. Sehingga jika Sofi bertanya Fitri bisa menjelaskan kemana kita pergi" Ujar Susan.
"Ya sudah, sebentar lagi aku akan menjemput mu. Aku bersiap-siap ya"
__ADS_1
"Iya sayang" Ujar Susan menutup ponsel nya.