
Aku masih merasa sakit hati kepada suamiku itu yang telah mengingkari janjinya kepadaku dan Sofi.
Aku juga selalu menceritakan telah menceritakan semuanya kepada ibuku untuk meminta saran darinya. Jalan apa yang harus aku tempuh saat ini.
Ibu ku tidak bisa memberi saran apapun kepadaku. Karena dia juga bingung harus berbuat apa saat ini. Sebagai seorang ibu dia pun tidak ingin aku tersakiti. Namun dia juga masih memikirkan keutuhan keluargaku.
"Ya Allah, ya Tuhan ku, berikan lah petunjuk mu atas semua masalah yang terjadi di keluarga ku. Sungguh rasa nya aku tidak sanggup lagi bertahan di atas penderitaan ini. Namun, aku juga tidak bisa meninggalkan putri sambung ku yang sangat menyayangi dan membutuhkanku saat ini. Aku harus bagaimana ya Allah? Saat ini aku merasa butuh dan tidak tahu arah mau memilih jalan yang mana. Oleh karena itu aku sangat membutuhkan bantuan dari Mu dan petunjuk dari Mu ya Allah" Doaku yang tak henti-hentinya aku lakukan di sepertiga malam ku. Sungguh air mata terus saja mengalir saat doa-doa itu ku panjat kan kepada Tuhan sang pencipta alam.
***
__ADS_1
"Ma, kenapa sih akhir-akhir ini papa melihat mama selalu melamun dan murung seperti itu. Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya papaku melihat istrinya yang sedang duduk melamun di depan teras rumahnya.
"Itu lo pa, Mama nggak habis pikir dengan masalah-masalah yang menimpa anak kita si Fitri"
"Masalah? Masalah apa maksud mama? Papa nggak ngerti deh apa maksud mama" Ujar lelaki paruh baya itu kepada istrinya.
"Si Tian pa, Ternyata Tian selama ini sudah menikah lagi sama Susan"
"Iya pa"
__ADS_1
"Apa sih maksud mama? Jangan bercanda seperti itu dong. Susan kan sudah menikah. Dan dia menikah bukan bersama Tian. Tapi bersama orang lain Bukan kah kita menyaksikan sendiri pernikahan mereka" Jelas papa ku tidak percaya.
"Aduh papa, ternyata selama ini kita sudah dibohongi oleh Tian. ternyata laki-laki yang bersanding bersama Susan waktu itu adalah orang bayaran Tian agar pernikahan siri mereka tidak diketahui oleh kita"
"Mama tahu dari mana sih ma? Udah deh jangan menceritakan menantu kita yang bukan-bukan seperti itu. Nanti jatuhnya jadi fitnah" Ujar papa ku tidak percaya.
"Aduh papa. Mama tahunya dari Fitri, Fitri sudah menceritakan semuanya kepada mama. Nggak mungkin dong Fitri bohong kepada mama apalagi ini menyangkut masalah suaminya. Bukankah selama ini Fitri tidak pernah menceritakan keburukan suaminya kepada kita. Dan baru kali ini dia menceritakan masalah keluarganya kepada mama" Ujar mama ku menceritakan semua nya kepada suami nya itu.
"Ya Ampun ma, papa benar-benar tidak menyangka dengan semua ini. Padahal selama ini pernikahan mereka terlihat aman-aman saja dan tampak bahagia. Ternyata menyimpan segudang luka di hati anak kita itu. Masalah demi masalah telah ia lalui dan kini timbul masalah baru. Di mana dia telah diselingkuhi oleh suaminya sendiri"
__ADS_1
"Iya pa, kasihan putri bungsu kita itu. Mama gak bisa membayangkan betapa derita nya dia saat ini. Saat ini dia bertahan karena memikirkan keadaan Sofi yang sangat sayang kepada nya dan membutuhkan nya saat ini" Jelas mama ku kepada papa ku.