
"Assalamualaikum San" Ujar ku saat Susan menghubungi ku hari itu.
"Waalaikumsalam Fit. Maaf jika aku menganggu mu"
"Gak kok, gak menganggu. Ada apa? Mau menjemput Sofi?" Tanya ku.
"Gak kok Fit. Aju hanya mau bilang sama kamu. Aku dan Tian akan pergi ke rumah kedua orang tua nya Tian di luar kota. Jadi Sofi aku titipkan bersama kamu ya"
"Oh boleh kok, aku senang malahan. Tapi kalau boleh tahu ada apa emang nya. Suara kamu seperti sedang panik saja"
"Iya mama nya Tian terjatuh di kamar mandi rumah nya. Dan sekarang berada di rumah sakit. Karena itu kami harus ke sana untuk memastikan keadaan nya seperti apa" Jelas Susan.
"Lo, kok bisa sih? Bagaimana cerita nya mama bisa terjatuh seperti itu? Terus gimana keadaan nya?" Ujar ku ikut cemas dengan keadaan mantan mertua ku itu.
"Aku juga gak tahu pasti sih Fit. Aku mendapatkan kabar ini dari Tian. Dan kata Tian mama masih di tangani oleh dokter"
"Oh gitu, ya sudah semoga keadaan mama baik-baik saja ya"
__ADS_1
"Aamiin" Ujar Susan.
"Fit, aku tutup dulu ya ponsel nya. Aku mau siap-siap dulu karena sebentar lagi Tian akan menjemput ku"
"Iya. Kalian hati-hati di jalan ya"
"Iya, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Jawab ku menutup ponsel ku.
"Ya Allah semoga mama Tian baik-baik saja. Tidak ada hal yang parah yang terjadi kepada nya Aamiin" Doa ku dalam hati.
"Pah, gimana keadaan mama? Apa mama baik-baik saja?" Tanya Tian saat mereka sudah tiba di rumah sakit.
"Saat ini mama kehilangan banyak darah Tian. Dan kita harus mencari pendonor untuk mama" Jelas papa nya.
"Papa sudah menghubungi saudara-saudara mu meminta mereka untuk mendonorkan darah kepada mama mu" Jelas lelaki paruh baya itu lagi.
__ADS_1
"Emang nya golongan darah nya apa?" Tanya Susan.
"B+" Jawab Tian.
"Kebetulan golongan darah ku juga sama seperti mama. Ambil aja darah mu untuk mama pa. Jika bukan kah lebih cepat, lebih baik" Ujar Susan lagi.
"Ya sudah jika begitu ayo kita lakukan pengambilan darah mu" Ujar papa Tian.
Yah Saudara-saudara Tian saat ini masih dalam perjalanan untuk menuju ke rumah sakit. Karena mereka berada di luar kota bahkan ada yang sedang liburan ke luar negeri. Sedangkan mama Tian membutuhkan donor darah secepat nya.
Susan mengangguk dan langsung pergi ke ruang tempat pendonor darah untuk diambil darahnya.
"Ini lah, kesempatanku untuk mengambil hati mama mertuaku itu agar dia bisa menyukaiku dan menerimaku di dalam kehidupannya. Semoga dengan aku melakukan ini rasa benci terhadap diriku akan hilang dari mama mertuaku itu" Batin Susan saat di ambil darah nya.
Wanita itu hanya ingin membuktikan kepada mama mertuanya itu bahwa kali ini dia telah berubah. Dan apa yang dipikirkan oleh wanita paruh baya itu selama ini kepadanya adalah salah.
"San, kamu ngapain sih melakukan hal ini? Kamu tahu kan mama mertua mu itu tidak pernah menganggap mu ada. Jadi ngapain juga kamu berkorban untuk orang tua itu" Tanya mama Susan saat diri nya masuk ke ruangan pengambilan darah itu di mana tempat putrinya berada.
__ADS_1
Memang wanita paruh baya itu ikut bersama Susan dan juga Tian untuk melihat keadaan besan nya itu.