
Aku mengambil foto Tian yang berada si atas nakas samping tempat tidur ku.
Aku peluk foto itu dengan penuh kerinduan hingga pada akhir nya terlelap.
Di dalam tidur ku, aku bermimpi bertemu dengan cinta pertama ku itu. Dengan deraian air mata aku datang mendekati nya dan memeluk nya dengan sangat erat penuh dengan linangan air mata yang membasahi di pipi.
Pelukan itu sebagai bentuk pelepasan rindu yang selama ini aku rasakan kepada suami ku itu.
Mungkin jika Sofi tidak ada bersama ku dan menemani ku di rumah saat ini, mungkin aku akan merasa sangat kesepian.
Tampa ku sadari matahari mulai terlihat dari arah timur. Aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh pipi ku dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
Kehangatan yang sangat aku rindukan. Kehangatan yang sudah lama tidak ku rasakan.
Perlahan aku membuka mata ku yang tadi nya terpejam.
Aku menggosok-gosok mata ku yang masih terasa berat untuk ku buka.
__ADS_1
Bisa ku lihat samar-samar siapa yang ada di depan ku saat ini.
Orang tadi tersenyum dengan sangat manis nya saat aku mulai membuka mata ku.
"Selamat pagi putri tidur ku" Ujar nya penuh dengan kehangatan.
Meski pandangan masih kurang jelas akibat nyawa ku belum menyambung seratus persen. Maklum saja lah mak orang baru bangun tidur kan, butuh proses untuk mengembalikan nyawa yang sempat melayang.
Aku kenal dengan suara itu. Sangat-sangat kenal dengan suara nya yang selama ini aku rindukan.
Cepat-cepat aku membuka mata ku lebar-lebar untuk memastikan bahwa pendengaran ku tidak salah.
Meski aku selalu berkunjung di panti rehabilitasi tetap saja waktu nya kurang bersama suami ku itu. Hanya di rumah lah tempat yang paling ampuh untuk melepaskan rindu bukan?
Di mana di rumah kita bebas mau ngapa-ngapain. Mau pelukan, mau ciuman atau apa pun lah itu tidak sungkan bila di lihat orang.
"Tian, benar ini kamu? Apa aku sedang bermimpi?" Tanya ku masih dengan tidak percaya dengan apa yang aku lihat.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu membuat Tian tersenyum geli.
Aku mencoba untuk mencubit pipi ku untuk memastikan apakah aku sedang bermimpi atau tidak.
"Au... Sakit" Aku meringis kesakitan menggosok-gosok pipi ku yang terasa sakit akibat cubitan ku sendiri.
"Kamu ngapain sih pakai cubit-cubit pipi mu itu segala" Ujar Tian dengan senyuman nya.
"Aku hanya ingin memastikan bahwa aku sedang tidak bermimpi. Dan tentu saja aku merasa sakit. Ini tidak lah bermimpi. Kamu beneran sudah pulang sayang" Ujarku dengan air mata tersekat di mata ku. Yah aku terharu karena suami ku pada akhirnya kembali bersama ku dan Sofi. Sungguh aku sangat bermimpikan hari bahagia ini.
Aku langsung memeluk suami ku itu dengan penuh keharuan. Sungguh aku merasa terharu bisa bertemu lagi dengan suami ku. Bertemu dengan laki-laki yang aku cintai itu.
"Apa kamu sudah sembuh dan terlepas dari barang haram itu?" Tanya ku.
Tian tersenyum sambil mengangguk.
"Tentu saja sayang. Jika tidak aku tidak mungkin bisa keluar dari sana" Ujar nya lagi.
__ADS_1
Aku kembali memeluk suami ku itu melepaskan rindu yang sangat lama aku pendam.